Deputi Lemhannas RI Prof Reni: Ketahanan Pangan Harus Jadi Skala Prioritas

JAKARTA, forumsumbar —Menjadi Deputi Bidang Pengkajian Strategis Lemhannas RI, Prof DR Reni Mayerni selain mampu menjalankan tugas dan fungsinya di lembaga negara, juga sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian Unand tetap menjadikan pertanian skala prioritas dalam setiap gerak langkahnya.

“Indonesia bagaimana pun adalah negara agraris. Negeri subur yang membentang dari Sabang sampai Merauke, apapun kebijakan pertanian tetap menjadi landasannya,” ujar Reni kepada media di Sumbar lewat pesan WhatsApp usia jajaran Lemhannas RI bertemu Presiden Jokowi, Selasa (15/9), di Istana Negara Bogor.

Saat pertemuan Gubernur Lemhannas RI dan jajaran dengan Presiden Jokowi, Presiden usulkan untuk merubah budaya pertanian menuju mekanisasi yang modern dan feasible agar mampu bersaing global.

“Seperti kajian yang diusulkan Lemhannas yaitu masyarakat Indonesia jangan membuang-buang makanan (food waste), yaitu memperkuat budaya baru untuk menghargai makanan dengan menyantap habis makanan yang sudah diambil. Karena itu salah satu cara mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Presiden Jokowi.

BERTEMU –Gubernur Lemhannas RI dan jajaran bertemu dengan Presiden RI Jokowi di Istana Bogor. (Foto : Dok)

Presiden Jokowi menerima Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, yang memimpin tim kajian ketahanan pangan nasional Lemhannas RI dalam rangka memberi masukan kepada pemerintah.

Usul kajian ketahanan pangan di Lemhannas RI dan para pakar di bidangnya sesuai dengan kaidah pengkajian Lemhannas yang diselenggarakan pada dua bulan terakhir.

Hadir pada pertemuan dengan Presiden kemarin tim kajian selain Prof DR Reni Mayerni juga Prof. DR. Ir. Dadan Umar Daihani DEA (Tenaga Profesional Bidang SKA dan Tannas Lemhannas RI) dan IKAL PPSA XXI yang terdiri dari Komjen Pol (Pur) Arif Wachjunadi (Ketua IKAL PPSA XXI), Komjen Pol Firli Bahuri (Ketua KPK), Marsdya TNI Wieko Syofyan (Wagub Lemhannas RI), Letjen TNI Eko Margiyono (Pangkostrad), Marsdya TNI Donny Ermawan (Sekjen Kemenhan), dan Edi Permadi (Tenaga Profesional Bidang SKA Lemhannas).

Menurut Reni Mayerni Rabu (16/9) sesuai arahan Gubernur Lemhannas RI untuk menjaga ketahanan pangan berbasiskan pertanian perlu tiga langkah.

“Langkah pendek, harus ada pola pikir dari hilir ke hulu, apa yang dibutuhkan kuliner di masing daerah maka itu yang ditanam,” ujar Reni.

Kedua untuk jangka pendek ini menurut Reni yang juga Sekjen DPP IKA Unand jangan ada makanan bersisa.

“Karena pada makanan tersisa itu ada rezeki orang lain yang tidak makan di sana. Masyarakat yang kena PHK dan milenial harus diajak untuk bertani yang tidak konvensional dan dalam hak tertenu harus sesuai dengan keunggulan pertanian lokal,” ujarnya.

Sedangkan untuk langkah menengah, kata Reni, masyarakat diharapkan menggarap lahan-lahan terlantar.

“Banyak di berbagai daerah tanah kosong yang ditumbuhi semak dan illang, kalau masyarakat mau, itu bisa digarap dan ditanami sayur mayur, tanaman hortikultural dan palawijaya dan penggarapan lahan kosong itu harus sesuai semangat kerifan lokal di setiap daerah,” ujarnya.

Sedangkan untuk langkah panjang agar ketahanan pangan nasional kuat, kata Reni Mayerni, seperti apa dicanangkan pemerintah, yang juga ditegaskan Presiden Jokowi kemarin yaitu membuka sentra-sentra pertanian baru sebagai model dan sumber pangan yang modern.

“Saya optimis kalau ini diterapkan bagaimana pun kondisi krisis bangsa, ketahanan pangan Insyaallah tetap terjaga,” ujar Reni.

(Rel/Ad)