Komunitas Minang Mandiri (KMM) Gelar Dialog Perkuat Gemarikan di Sumbar

PADANG, forumsumbar —Masih rendahnya masyarakat mengonsumsi ikan, khususnya di Sumbar, membuat Komunitas Minang Mandiri (KMM) tergerak mempertemukan para pemangku kepentingan, termasuk para pengambil kebijakan bidang perikanan untuk duduk bersama mendorong peningkatan angka konsumsi ikan di Sumbar, pada hari Selasa 15 September 2020.

Disampaikan Ketua KMM Ilhamsyah Mirman, Senin (14/9), berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, targetnya 56,39 kg/kapita konsumsi ikan nasional tahun 2020, ternyata yang tercapai hanya 47,12 kg/kapita. Sementara untuk Provinsi Sumbar sendiri angkanya berkisar 38,2 kg/kapita, jauh dari yang diharapkan.

“Banyak hal yang menjadi penyebab, selain budaya yang kurang mendukung, kondisi ini tidak lepas dari peran sosialisasi tentang nilai gizi dan masih terbatasnya usaha pengolahan perikanan,” kata Ilham.

Sebagai komoditi yang rentan dan mudah rusak, lanjutnya, diperlukan upaya khusus agar ikan dapat lebih awet dan bernilai ekonomis tinggi.

Rencananya, sebut Ilhamsyah, acara dialog ini akan dihadiri Ketua Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Sumbar, Hj Nevi Zuairina. Tapi karena masih di Jakarta, Anggota Komisi VI DPR RI-FPKS yang juga istri dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno itu tidak bisa hadir.

“Ibu menyambut baik (acara dialog), sayangnya hari itu di Jakarta. Insyaallah Ibu dukung,” ujar Ilham menyampaikan pesan WhatsApp Nevi Zuairina.

Ketua KMM Ilhamsyah juga berkesempatan bertemu dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi, dan sangat bergembira dengan adanya ide dialog ini.

“Spontan beliau menghubungi staf untuk melibatkan pengusaha bidang perikanan, terutama pengolahan rendang tuna sebagai produk unggulan, untuk terlibat pada acara yang diadakan di Lubuk Minturun Kota Padang,” imbuh Ilham.

Seperti diketahui kawasan Lubuk Minturun merupakan daerah hijau yang potensial untuk dikembangkan berbagai komoditi pangan, termasuk budidaya ikan garing disepanjang sungai, tepat disisi lokasi diadakannya acara.

Lebih lanjut Ilham menyampaikan bahwa dialog ini sebagai upaya mendorong konsumsi ikan, yang diyakini berpengaruh terhadap upaya peningkatan imunitas tubuh.

Melalui pembiasaan makan ikan menjadi cara alamiah meminimalisir potensi penyakit di tengah situasi pandemi Covid 19.

“Selain kandungan gizi tinggi, dari segi harga dan ketersediaannya pun sangat mudah didapat,” ujar mantan Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IV yang juga pernah berbisnis penangkapan kapal ikan di Bitung, Sulawesi Utara itu.

Diharapkannya, dari dialog ini bisa disusun langkah strategis dan konkrit dari pandangan komunitas atau masyarakat Padang untuk dirumuskan dan selanjutnya di berikan kepada Buya Mahyeldi, Walikota Padang, yang besar harapan saat ini tertumpang kepada beliau memikul amanah lebih tinggi lagi, yaitu di Sumbar sebagai orang nomor satu.

Pada Dialog berseri ini selain penggerak KMM, seperti Riduan, Mona dan Elzafina, juga melibatkan Facrul Rozi, dan kawan-kawan millenial Duta Gemarikan Sumbar sebagai pembentang, serta Ketua Pusat Kajian Kearifan Lokal UNP Dr. Wirdanengsih.

Sementara tampil sebagai moderator Deni Pratama Koto, aktivis pemberdayaan pemuda di Sumbar.

(Ika)