PADANG, forumsumbar —Mencermati indikator-indikator penyebaran dan penanganan pandemi Covid-19 yang ke sininya semakin menggembirakan, dinyatakan Provinsi Sumbar tak masalah untuk melaksanakan Pilkada Serentak 2020.
Penyebaran Covid-19 di Sumbar saat ini sudah terkendali, dimana berdasarkan indikator positive rate dan incidence rate, saat ini Sumbar jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Positive rate saat ini 1,4 persen, sementara patokan WHO 5 persen. Incidence rate 0,5 persen masih di bawah standar WHO yang berkisar 2-3 persen.
Positive rate merupakan rasio antara jumlah kasus yang terkonfirmasi positif dengan total pemeriksaan spesimen Covid-19, sementara incidence rate, jumlah mereka yang tepapar Covid-19 pada waktu dan daerah tertentu dibagi dengan jumlah penduduk daerah tersebut.
Demikian disampaikan Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc pada diskusi Kesiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember Tahun 2020 di Provinsi Sumatera Barat pada masa pandemi Covid-19, yang dilaksanakan Forum Jurnalis Peduli Pemilu Demokrasi (FJPPD), Kamis (23/7), di Hotel Daima Jl Sudirman Padang.
Andani Eka Putra merupakan Pimpinan dan Penanggungjawab Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, yang selama ini melakukan pemeriksaan secara intens sampel-sampel Covid-19.
Lebih lanjut disampaikan dokter Andani, berdasarkan indikator lainnya juga terkendali, seperti yang terkena positif Covid-19 menunjukkan grafik yang menurun. “Sementara tingkat kesembuhan meningkat tajam, dan angka kematian menurun,” ujarnya.
Tetapi tetap dokter Andani menekankan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan di dalam setiap proses pelaksanaan pilkada, baik terhadap masyarakat pemilih maupun penyelenggara.
“4 M, Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Mandi. Pokoknya setelah berkegiatan, sesampai di rumah, wajib mandi didahulukan, sebelum aktivitas lainnya,” imbuh dokter Andani.
Sampai ditemukannya vaksin yang benar-benar ampuh sebagai obat untuk Covid-19, menurut dokter Andani, selama itu pula wabah ini tidak bisa ditekan sampai habis.

“Biarlah nanti kami yang menjadi ‘pemadam kebakaran’ bagi mereka yang terpapar Covid-19,” ucap dokter Andani, yang di masa pandemi ini menjadi pembicaraan banyak pihak karena sukses dalam menguji sampel Covid-19 secara massal.
Sementara itu dalam sambutannya Ketua FJPPD Gusriyono menyampaikan, berdasarkan survei telah terjadi kekhawatiran masyarakat pemilih dan penyelenggara akan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, karena merebaknya wabah pandemi Covid-19.
“Ada sebanyak 54,6 persen masyarakat pemilih yang khawatir terhadap pelaksanaan pilkada di masa pandemi, dan dari penyelenggara sekitar 37,8 persen,” ujarnya.
Turut menjadi narasumber dalam diskusi ini mantan Komisioner KPU Sumbar, Mufti Syarfi, dan dimoderatori Nofal Wiska, Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar serta dihadiri 50an peserta dari kalangan wartawan dari media cetak, elektronik dan online yang ada di Sumbar, termasuk beberapa mahasiswa.
(Ika)























