• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Menumbuhkan Harapan dan Kepedulian Lingkungan Bersama Anak-anak Terdampak Banjir Melalui Program Ecobrick Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 4 Universitas Andalas

18 Januari 2026
in Artikel
Reading Time: 5min read
Views: 371
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand membuat ecobrick. (Foto : Dok)

Oleh: Tim Publikasi dan Dokumentasi KKN Kebencanaan Kapalo Koto 4 Universitas Andalas (Unand)

PERMASALAHAN sampah plastik dan kertas hingga saat ini masih menjadi persoalan lingkungan yang cukup serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah yang rawan bencana. Sampah plastik yang sulit terurai secara alami serta limbah kertas yang terus meningkat akibat aktivitas rumah tangga dan kegiatan harian masyarakat sering kali tidak mendapatkan penanganan yang optimal.

Penumpukan sampah tersebut dapat menurunkan kualitas lingkungan, mencemari tanah dan sumber air, serta memperbesar risiko kerusakan lingkungan di wilayah kebencanaan.

Lihat Juga

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
15
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
20
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
16

Plastik sekali pakai merupakan salah satu jenis sampah yang memiliki dampak lingkungan paling besar. Proses penguraian plastik membutuhkan waktu ratusan tahun, sehingga menyebabkan pencemaran dalam jangka panjang.

Selain itu, keberadaan sampah plastik yang menumpuk dapat menghambat aliran air, memicu terjadinya banjir, serta mengancam kelangsungan hidup makhluk hidup akibat mikroplastik yang mencemari tanah dan perairan.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, ecobrick hadir sebagai solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berbasis partisipasi masyarakat.

Ecobrick dibuat dengan memadatkan sampah plastik dan kertas ke dalam botol plastik bekas hingga menjadi material yang kuat dan tahan lama, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan alternatif maupun produk fungsional seperti tempat sampah.

Penerapan konsep ecobrick tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan sampah anorganik non-biodegradable, seperti plastik kemasan, kantong plastik, dan styrofoam, hingga menjadi bahan bangunan sederhana yang kuat dan tahan lama.

Ecobrick bukan sekadar “botol berisi sampah”, melainkan bentuk pemanfaatan limbah plastik agar tidak mencemari lingkungan. Dalam konteks wilayah terdampak banjir bandang seperti Kapalo Koto 4, Kecamatan Pauh, Kota Padang, ecobrick menjadi solusi praktis untuk mengendalikan sampah plastik yang terbawa arus banjir dan berpotensi menyumbat aliran air.

Prinsip utama ecobrick adalah reduce dan reuse melalui pemadatan sampah plastik ke dalam botol secara bersih dan kering. Sampah plastik dicuci, dikeringkan, lalu dimasukkan dan dipadatkan menggunakan alat sederhana hingga botol menjadi keras dan tidak mudah penyok.

Mahasiswa KKN Kebencanaan sedang membuat ecobrick. (Foto : Dok)

Ecobrick berperan penting dalam mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di lingkungan, khususnya di daerah rawan bencana. Sampah plastik yang tidak terkelola dapat menyumbat drainase, memperparah genangan, dan meningkatkan risiko banjir berulang.

Melalui ecobrick, sampah plastik “dikunci” dalam wadah aman dan dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna, seperti kursi, meja, pot tanaman, atau elemen taman. Dengan demikian, ecobrick membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah pascabencana.

Pengelolaan sampah konvensional umumnya berfokus pada pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir. Pendekatan ini sering kali membuat sampah hanya “berpindah tempat” tanpa benar-benar mengurangi dampak lingkungan.

Sebaliknya, ecobrick menekankan pengelolaan sampah dari sumbernya, melibatkan masyarakat secara langsung, dan mengubah sampah plastik menjadi material yang berguna. Jika pengelolaan konvensional bekerja di hilir, ecobrick justru kuat di hulu mencegah sampah plastik kembali menjadi masalah, terutama di wilayah yang pernah terdampak banjir bandang.

Program kerja ecobrick yang dilaksanakan oleh Kelompok Kapalo Koto 4 KKN Kebencanaan Universitas Andalas dirancang sebagai kegiatan edukatif yang menempatkan isu sampah plastik dalam konteks kebencanaan dan keberlanjutan lingkungan.

Di wilayah Kapalo Koto, sampah plastik masih menjadi persoalan sehari-hari yang sering kali luput dari perhatian, padahal keberadaannya berpotensi memperburuk kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan pencemaran tanah.

Melalui ecobrick, mahasiswa KKN berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa setiap jenis sampah memiliki dampak dan nilai yang perlu dipahami.

Dalam kegiatan ini, botol plastik bekas air mineral seperti Le Minerale dan Aqua dimanfaatkan sebagai media edukasi karena merupakan jenis sampah yang paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sampah plastik lunak dan kertas bekas turut digunakan untuk menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya terbatas pada plastik.

Suasana pembuatan ecobrick. (Foto : Dok)

Galon bekas dimanfaatkan sebagai kerangka, sementara alat bantu berupa gunting, alat pemadat, dan lem lilin digunakan sebagai pendukung proses pembuatan ecobrick yang membutuhkan ketelitian.

Tahap persiapan diawali dengan pengumpulan botol plastik oleh mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Andalas di Kapalo Koto 4, yang kemudian dicuci, dikeringkan, serta dipilah bersama sampah plastik dan kertas yang telah dipotong kecil-kecil.

Proses pembuatan ecobrick dilakukan dengan memasukkan sampah plastik dan kertas kering ke dalam botol secara bertahap dan dipadatkan hingga botol terisi penuh, keras, dan tidak mudah penyok. Botol ecobrick selanjutnya disusun mengelilingi galon bekas dan direkatkan menggunakan lem lilin secara sistematis dengan pendampingan mahasiswa KKN bersama anak-anak Kapalo Koto sebagai sarana edukasi.

Setelah seluruh botol terpasang, ecobrick dibiarkan hingga lem mengeras sempurna dan dilakukan pemeriksaan pada setiap sambungan untuk memastikan struktur tempat sampah tersusun rapi, kuat, dan tidak mudah lepas.

Salah satu tantangan utama dalam pembuatan ecobrick adalah proses pemadatan botol plastik, karena sampah plastik lunak bersifat elastis sehingga botol yang tampak padat sering kali belum memenuhi standar berat ecobrick.

Selain itu, perbedaan ukuran dan tingkat kepadatan botol menyebabkan kendala pada tahap penyusunan ke dalam galon bekas, sehingga susunan kurang stabil dan menyulitkan pembentukan struktur yang kokoh.

Permasalahan lain juga muncul pada daya rekat lem yang kurang optimal akibat permukaan botol yang licin. Untuk mengatasi hal tersebut, Kelompok Kapalo Koto 4 melakukan pemadatan secara bertahap menggunakan alat bantu, menyortir botol berdasarkan ukuran dan kepadatan sebelum disusun, serta membersihkan dan mengeringkan botol sebelum proses pengeleman.

Ecobrick yabg sudah selesai dibuat. (Foto : Dok)

Melalui kerjasama dan ketelitian, seluruh kendala dapat diatasi sehingga ecobrick yang dihasilkan memiliki struktur yang lebih kuat dan stabil. Hasil akhir ecobrick yang dihasilkan berbentuk tempat sampah silinder menyerupai galon, dengan seluruh bagian sisi luar dilapisi botol plastik ecobrick yang tersusun rapat dan menyatu.

Galon bekas berfungsi sebagai rangka utama, sementara lapisan botol plastik membentuk struktur luar yang kokoh dan stabil. Bagian atas galon dibiarkan terbuka sebagai mulut tempat sampah, sedangkan susunan botol di sekelilingnya memberikan tampilan padat, rapi, dan menyeluruh.

Secara visual dan struktural, ecobrick ini menunjukkan bentuk tempat sampah yang utuh, kuat, dan siap digunakan. Nilai estetika terlihat dari susunan botol plastik yang rapi dan seragam. Produk ini memiliki tampilan menarik meskipun berasal dari bahan bekas. Tempat sampah ecobrick dapat dijadikan media edukasi pengelolaan sampah. Selain itu, produk menunjukkan pemanfaatan sampah plastik secara kreatif. Fungsi praktis dan edukatif saling terintegrasi.

Pelaksanaan kegiatan ecobrick di kawasan Simpang Pasir, Kelurahan Kapalo Koto, memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi penumpukan sampah plastik dan kertas pascabanjir bandang. Bencana yang terjadi akibat luapan air sungai dengan ketinggian ekstrem, diperparah oleh longsor di wilayah hulu yang membawa kayu-kayu gelondongan, menyebabkan sampah terseret dan menyebar di lingkungan pemukiman warga.

Melalui pengumpulan dan pengolahan sampah menjadi ecobrick, limbah plastik dan kertas yang sebelumnya berserakan dapat dikendalikan, sehingga membantu memperbaiki kondisi lingkungan secara bertahap.

Kegiatan ecobrick memiliki berbagai keunggulan, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun keberlanjutan. Melalui proses pemilahan, pembersihan, dan pemadatan sampah, masyarakat memperoleh pembelajaran langsung bahwa limbah nonorganik dapat dikelola dan dimanfaatkanu kembali, sehingga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana interaksi positif antara mahasiswa KKN Universitas Andalas dan masyarakat, yang memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, serta membantu pemulihan sosial pascabencana.

Ecobrick yang dihasilkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih fungsional dan bernilai guna, sehingga tidak hanya berperan sebagai solusi sementara, tetapi juga mendukung strategi pengelolaan sampah jangka panjang di daerah terdampak bencana. *)

 

Penulis ;

Tim Publikasi dan Dokumentasi KKN Kebencanaan Kapalo Koto 4 Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lagi, PKL di Kawasan Pasar Raya Padang Ditertibkan Satpol PP

Next Post

Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029 Tinggal Finishing, Taslim: Alumni Dukung Penuh Ketum Denny Abdi

BeritaTerkait

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk
Artikel

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
15
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking
Artikel

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
20
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?
Artikel

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
16
ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

16 April 2026
37
Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
65
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
56
Next Post
Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029 Tinggal Finishing, Taslim: Alumni Dukung Penuh Ketum Denny Abdi

Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029 Tinggal Finishing, Taslim: Alumni Dukung Penuh Ketum Denny Abdi

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,088)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,422)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,676)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,990)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,809)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,906)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,758)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,337)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (30,661)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,160)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
354
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In