
Oleh: Viandra Permata Sari, Anggi Febriani, Zahtillah Athiazulma, Mudya Syahputri, Risma Julita, Wira Athallah R, Elsa Nayla Febriana, Melva Agustin dan Muhammad Irsyad M
(Mahasiswa Jurusan Sosiologi Unand)
PENYALAHGUNAAN narkoba dan kenakalan remaja merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan generasi penerus bangsa Indonesia. Dimana generasi muda saat ini banyak yang menjadi korban barang terlarang tersebut. Tentu hal itu dapat merusak generasi muda bangsa Indonesia.
Generasi muda yang berfungsi sebagai agen perubahan (agen of change) dan menjadi penerus bangsa diharapkan mampu memajukan bangsa melalui kecerdasan dan prestasinya.
Akan tetapi, saat ini banyak generasi muda melakukan penyimpangan-penyimpangan yang secara perlahan digerogoti oleh zat adiktif itu. Dimana hal ini menyebabkan dampak yang besar bagi generasi muda saat ini, citra generasi muda yang dikenal cerdas, kreatif, inovatif, dan berberprestasi akan luntur akibat penyalahgunaan zat adiktif yang bisa merusak syaraf yang menyebabkan generasi muda tidak dapat berfikir jernih.
Selanjutnya mereka akan merasa ketergantungan pada obat yang menyebabkan seseorang untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang secara berulang-ulang dan berkesinambungan.
Hal ini sangatlah berbahaya bagi generasi muda Bangsa Indonesia. Lalu, apa bahaya narkoba jika dikonsumsi oleh remaja?
Data Statistik
Data statistik melaporkan jumlah pelajar dan mahasiswa pengguna narkoba bertambah banyak dari 2020 sampai 2023. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, bukan hanya kepolisian, tetapi juga orang tua, pendidik, dan masyarakat.
Sebagian dari kasus-kasus ini banyak melibatkan anak-anak sebagai penyalahgunaan maupun pengedar narkoba. Dari 2.549 jumlah korban sebanyak 1 korban berusia pelajar, sedangkan berdasarkan 24.333 jumlah terlapor, sebanyak 9,2 persen merupakan pelajar dan mahasiswa.
Dari kasus-kasus tersebut bisa kita lihat bahwa penyalahgunaan narkoba melibatkan anak-anak, siswa maupun mahasiswa sebagai penyalahguna maupun pengedar narkoba. Beberapa di antara mereka ditangkap karena mengedarkan dan menjual narkoba ke pembeli lain.
Dampak Penyalahgunaan Narkoba
Adapun dampak yang akan terjadi terhadap remaja yang menggunakan narkoba adalah sebagai berikut; pertama, remaja yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dapat terlibat dalam kegiatan ilegal seperti pencurian, perdagangan narkoba, dan kekerasan.
Kedua, penggunaan narkoba menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental, seperti serangan jantung, stroke, dan kejang,
Ketiga, remaja yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dapat terlibat dalam kegiatan kriminal yang dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat.
Keempat, penyalahgunaan narkoba dapat merusak relasi dengan orang lain, termasuk orang tua dan teman.
Kelima, penggunaan narkoba dapat mengganggu proses pembelajaran, seperti remaja sering bolos, malas, sering berbohong, sering minta uang, dan sering menyendiri.
Upaya Pencegahan
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Dimana semua pihak harus terlibat dalam mencegah remaja terjerumus dalam menggunakan narkoba, mulai dari orang tua, guru dan masyarakat yang harus berperan aktif dalam mewaspadai dan mencegah ancaman narkoba terhadap para remaja.
Kita juga harus selalu mengingatkan para remaja untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegitan yang bersifat positif, lalu mengingatkan bahwa ada keluarga yang sangat menyayangi mereka dan selalu menciptakan komunikasi yang baik dengan mereka.
Melakukan tindakan hukum sangat penting karena tindakan hukum bisa memberikan efek jera terhadap konsumen, pengedar, bandar, dan tokoh yang membantu melancarkan bisnis narkotika.
Pemberantasan narkoba bisa dilakukan dengan cara bekerjasama antara mayarakat, LSM, Polisi, dan insatansi penegak hukum dalam hal pengawasan penggunaan narkotika di lingkungan sekitar. *)























