
JEPANG, forumsumbar –— Dari Kobe Jepang, Presiden Internasional ACIKITA Dr Eng Jumiarti Agus kembali berkirim surat kepada redaksi forumsumbar.com, sehubungan dengan aktivitas lembaga yang ia pimpin/kelola.
Berikut surat Jumiarti Agus, yang merupakan alumni Kimia Universitas Andalas (Unand), yang berasal dari Pariaman;
Selamat untuk Ghatar! Hari ini adalah hari upacara penyambutan murid baru di sekolah bahasa Jepang Interculture Language Academy (ILA). Di ILA Ghatar akan melanjutkan belajar bahasa Jepang hingga memenuhi syarat masuk universitas.
ACIKITA sudah bekerjasama dengan ILA sejak 2018. Statusnya, Ghatar adalah murid PTU-ACIKITA yang dikirim belajar bahasa Jepang di ILA.
Alhamdulillah, satu lagi putra ACIKITA kini hadir di Jepang untuk melanjutkan perjalanan pendidikannya.
Dari SMA ACIKITA, Ghatar melangkah menuju dunia internasional melalui PTU-ACIKITA (Preparation to University).
Perjalanan Ghatar menjadi gambaran dari apa yang sejak awal ingin dibangun ACIKITA: mempersiapkan anak-anak Indonesia sedini mungkin agar memiliki jalan yang lebih terarah untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang.
Bagi ACIKITA, persiapan menuju Jepang tidak dimulai setelah anak lulus SMA.
Persiapan itu dimulai jauh lebih awal.

Sejak Kelas 3 SMP Sudah Dikenalkan PTU
Di sekolah ACIKITA, anak-anak sejak kelas 3 SMP sudah diberikan kurikulum PTU.
Mengapa sedini itu?
Karena ACIKITA memiliki pandangan bahwa jika seorang anak memang diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang, maka persiapannya sebaiknya dimulai sejak awal.
Anak memiliki waktu yang lebih panjang untuk belajar bahasa Jepang.
Mereka dapat mengenal budaya dan kehidupan di Jepang secara bertahap.
Mereka juga dapat mulai memahami pilihan universitas, jurusan, sistem pendidikan, serta kehidupan sebagai mahasiswa di Jepang.
Dengan persiapan lebih awal, anak tidak perlu terburu-buru mengejar kemampuan bahasa ketika sudah mendekati masa masuk universitas.
Justru sebaliknya, bahasa Jepang diharapkan sudah cukup dikuasai sebelum memasuki universitas.
Inilah salah satu alasan mengapa ACIKITA mendorong anak-anak untuk mengenal Jepang sejak masih di bangku sekolah.
Bagi yang Kuat Akademiknya, Ada Percepatan
Menariknya, bagi anak-anak yang memiliki kemampuan akademik kuat, pendidikan SMA di ACIKITA dapat ditempuh melalui program percepatan selama dua tahun.
Dengan demikian, anak memiliki kesempatan untuk masuk ke Jepang lebih cepat.
Mengapa masuk ke Jepang lebih cepat dianggap penting?
Karena semakin awal anak berada di lingkungan Jepang, semakin panjang pula waktu yang tersedia untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan beradaptasi dengan kehidupan di sana.
Bagi ACIKITA, masuk ke Jepang lebih cepat berarti memberikan waktu lebih panjang kepada anak untuk mempersiapkan dirinya.
Bahasa bukan hanya dipelajari sebagai mata pelajaran.
Bahasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Digunakan ketika berkomunikasi.
Digunakan ketika belajar.
Digunakan ketika membangun pertemanan.
Dan nantinya digunakan ketika memasuki dunia profesional.
Karena itu, penguasaan bahasa Jepang sebelum masuk universitas menjadi salah satu perhatian penting dalam konsep pendidikan ACIKITA.

Tujuannya Bukan Sekadar Masuk Universitas
Tujuan akhirnya bukan hanya agar anak berhasil masuk universitas di Jepang.
Lebih jauh dari itu, anak diharapkan sukses dalam studi dan kehidupan, memiliki kemampuan bahasa yang baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan internasional, dan memiliki bekal yang kuat ketika memasuki dunia kerja profesional setelah lulus.
Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah.
Kemampuan bahasa, komunikasi, kemandirian, pengalaman internasional, pemahaman budaya, serta kemampuan beradaptasi menjadi modal yang sangat penting.
Karena itulah ACIKITA ingin mempersiapkan anak sejak jauh-jauh hari.
Kuliah di Jepang bukan tujuan akhir.
Pendidikan adalah proses mempersiapkan anak untuk kehidupannya di masa depan.
Ghatar Menemukan Jepang di Winter School 2025
Perjalanan Ghatar menuju Jepang memiliki cerita tersendiri.
Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang semakin mantap setelah Ghatar mengikuti ACIKITA Winter School 2025.
Melalui pengalaman tersebut, Ghatar merasakan langsung kehidupan di Jepang.
Ia merasa nyaman dengan lingkungannya.
Jepang menurut pengalamannya memiliki lingkungan yang bersih, merupakan negara yang maju, dan masyarakatnya ramah.
Pengalaman tersebut ternyata memberikan kesan yang kuat kepada Ghatar.
Dari sana, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang semakin bulat.
Ghatar kemudian memutuskan tidak mendaftar universitas di Indonesia.
Ia sudah mantap.
Pilihannya adalah Jepang.
Tentu, keputusan seorang anak untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri juga membutuhkan dukungan keluarga.
Dan Alhamdulillah, orang tua Ghatar memberikan dukungan penuh terhadap keinginan tersebut.
Dukungan orang tua menjadi bagian penting dari perjalanan seorang anak.
Ketika anak memiliki cita-cita dan orang tua memberikan kepercayaan serta dukungan, proses persiapan menjadi lebih kuat.

Kini Ghatar Hadir di Jepang
Dan hari yang dinantikan itu akhirnya tiba.
Alhamdulillah, kini Ghatar hadir di Jepang.
Dari seorang siswa SMA ACIKITA, kini ia memasuki babak baru dalam kehidupannya.
Babak yang akan mempertemukannya dengan lingkungan baru, pengalaman baru, tantangan baru, dan kesempatan baru.
Semoga Ghatar dapat belajar dengan sungguh-sungguh.
Semoga kemampuan bahasa Jepangnya semakin baik.
Semoga ia semakin mandiri.
Semoga ia dapat membangun pertemanan dan jaringan internasional.
Dan semoga perjalanan pendidikannya di Jepang menjadi bekal yang kuat untuk meraih masa depan dan karier profesionalnya kelak.
Untuk Bapak dan Ibu yang Memimpikan Anak Kuliah di Jepang
Kisah Ghatar juga menjadi gambaran mengapa ACIKITA mendorong persiapan sejak usia sekolah.
Jika Bapak dan Ibu sudah memiliki keinginan agar anak melanjutkan studi ke Jepang, maka persiapan dapat dimulai sedini mungkin.
Tidak perlu menunggu anak lulus SMA.
Tidak perlu menunggu anak sudah dewasa baru mulai belajar bahasa Jepang.
Karena semakin panjang waktu persiapan, semakin banyak kesempatan bagi anak untuk membangun kemampuan dan kepercayaan dirinya.
Di sekolah ACIKITA, persiapan menuju Jepang sudah dikenalkan sejak kelas 3 SMP melalui kurikulum PTU.
Bagi anak yang memiliki kemampuan akademik kuat, tersedia pula kesempatan mengikuti percepatan SMA selama dua tahun sehingga dapat mempersiapkan langkah menuju Jepang lebih cepat.
Inilah salah satu konsep yang ingin dibangun ACIKITA:
mempersiapkan anak sejak dini, menguasai bahasa Jepang sebelum masuk universitas, sukses dalam studi, mandiri dalam kehidupan, dan memiliki bekal menuju karier profesional setelah tamat.

Bergabunglah Bersama ACIKITA
Karena itu, bagi Bapak dan Ibu yang memiliki cita-cita agar putra-putrinya melanjutkan studi ke Jepang, bergabunglah dengan sekolah ACIKITA.
Persiapkan anak sejak dini.
Kenalkan mereka dengan Jepang.
Berikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan langsung kehidupan di Jepang.
Bangun kemampuan bahasa dan akademiknya.
Dan persiapkan mereka bukan hanya untuk masuk universitas, tetapi untuk menghadapi kehidupan internasional.
Ghatar telah mengambil langkahnya.
Dari SMA ACIKITA.
Melalui PTU-ACIKITA.
Setelah mengenal Jepang melalui Winter School 2025.
Dan kini, Alhamdulillah, Ghatar sudah hadir di Jepang.
Semoga langkah Ghatar menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh keberhasilan.
Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia menyusul.
Karena kami percaya:
Semakin dini dipersiapkan, semakin besar kesempatan anak untuk menguasai bahasa, sukses dalam studi, dan membangun masa depan profesional di dunia internasional.
Selamat, Ghatar!
Selamat datang di Jepang.
Dari SMA ACIKITA menuju dunia internasional melalui PTU-ACIKITA.
Semoga sukses, menjadi kebanggaan keluarga, ACIKITA, dan Indonesia! Aamiin YRA.
Ghatar-kun, Ganbatte kudasai!
Wassamu’alaikum Wr.Wb.
Jumiarti Agus
Presiden Internasional ACIKITA
Kobe, 7 Oktober 2026
#PTU-ACIKITA
#SMA-ACIKITA
#ACIKITAWinterSchool

(Putrie)























