PASAMAN BARAT, forumsumbar —Beberapa atribut Bendahara Partai Golkar Sumbar Erick Hariyona, yang juga calon kuat bupati pada Pilkada Pasaman Barat (Pasbar) 2020 dicopot paksa oleh orang tak dikenal (OTK).
Pencopotan paksa atribut Erick Hariyona membuat puluhan loyalis Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumbar itu meradang.
“Apa salah baliho ketua kami, kalau demokrasi yang baik itu lakukanlah dengan cara elegan, bersaing sportif saja kita,” ujar Joni seorang loyalis militan Erick Hariyona di Simpang Gondang Pasbar, Rabu (10/6).
Bahkan Joni mengatakan aksi pencopotan paksa alat peraga bakal calon Bupati Pasbar menciderai demokrasi jelang pilkada.
“Mencoreng iklim demokrasi Pasbar ini, kami akan melacak siapa yang melakukan ini,” ujarnya.
Sementara Erick Hariyona dihubungi soal aksi pengrusakan alat peraganya sedikit terkejut dan tidak menyangka ada aksi begitu di ranah Pasbar kampung halamannya.
“Saya terkejut, tapi saya berucap Astagfirullah…, saya anggap ini tantangan dari sebuah perjuangan,” ujar Erick.
Erick mengatakan dirinya belum tahu juga siapa yang melakukan aksi itu. “Saya berharap loyalis dan sahabat di Pasbar tidak terpancing. Silahkan saja selidiki siapa pelakunya dan tempuh tindakan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Erick.
Erick Hariyona berharap pilkada adalah proses demokrasi, dan mestinya siapa yang terlibat paham esensi demokrasi itu bagaimana.
“Demokrasi itu indah, ayo kita jaga bersama. Berkontestasi boleh tapi silaturahmi tetap nomor satu,” ujar Erick.
(Rel/EHCenter)























