• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045

28 Oktober 2026
in Opini
Reading Time: 7min read
Views: 227
Zahirman Kadar, Mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Padang Pariaman Periode 2008–2012. (Foto : Dok)

Oleh : Zahirman Kadar
(Mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Padang Pariaman Periode 2008–2012)

SETIAP tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia kembali mengenang sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi tonggak penting perjalanan bangsa, yakni lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Pada tahun 2026 ini, kita memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda, sebuah momentum untuk merefleksikan kembali peran, tanggung jawab, dan kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Ia merupakan ikrar kebangsaan, yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, bahasa, dan daerah dalam satu tekad: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Lihat Juga

Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak

Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak

27 Oktober 2026
15
Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
35
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
29

Hampir satu abad telah berlalu sejak ikrar itu diucapkan. Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia tentu telah berubah. Jika dahulu pemuda berjuang melawan kolonialisme demi kemerdekaan, kini generasi muda menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, persaingan sumber daya manusia, ketimpangan sosial, krisis lingkungan, serta ancaman lunturnya nilai-nilai persatuan dan solidaritas.

Karena itu, refleksi 98 tahun Sumpah Pemuda harus menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum ini harus membangkitkan kesadaran kolektif, bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas karakter, kapasitas, dan kontribusi generasi mudanya.

Dalam konteks itulah, tema; Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045 menemukan relevansinya.

Patriotik: Mencintai Indonesia dengan Karya dan Pengabdian

Menjadi pemuda patriotik bukan hanya berarti mencintai tanah air melalui simbol, slogan, atau upacara kebangsaan. Patriotisme sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata, integritas, kepedulian terhadap kepentingan bangsa, serta kesediaan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Pemuda patriotik adalah mereka yang bangga terhadap identitas bangsanya, menjaga persatuan di tengah perbedaan, menghormati keberagaman, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong maupun ujaran kebencian. Mereka mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyebarkan pengetahuan, membangun inovasi, serta memperkuat semangat kebangsaan.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, patriotisme juga berarti berani melawan korupsi, menolak ketidakadilan, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara.

Bagi pemuda di daerah, termasuk di Kabupaten Padang Pariaman, patriotisme dapat diwujudkan dengan mengembangkan potensi nagari, membangun kewirausahaan, meningkatkan kualitas pendidikan, menggerakkan kegiatan sosial, serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Kita membutuhkan pemuda yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga bersedia berbuat sesuatu untuk kemajuan Indonesia. Sebab, kecintaan kepada tanah air akan kehilangan maknanya apabila tidak disertai tanggung jawab dan pengabdian.

Gigih: Tidak Menyerah Menghadapi Perubahan dan Tantangan Zaman

Karakter kedua yang harus dimiliki generasi muda adalah kegigihan. Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah jalan yang mudah. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Generasi muda akan berhadapan dengan persaingan dunia kerja, perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, perubahan ekonomi, dan tuntutan keterampilan baru. Dalam situasi tersebut, semangat pantang menyerah, kemauan belajar, serta keberanian untuk berinovasi menjadi modal penting.

Pemuda yang gigih, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Ia menjadikan kegagalan sebagai pelajaran, kritik sebagai bahan perbaikan, dan keterbatasan sebagai tantangan untuk menemukan jalan keluar.

Kegigihan juga harus tercermin dalam kehidupan organisasi kepemudaan. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, membangun popularitas, atau mencari posisi. Organisasi adalah ruang pembelajaran untuk membangun kepemimpinan, melatih tanggung jawab, memperkuat kerja sama, dan mengembangkan kemampuan menyelesaikan persoalan bersama.

Pemuda harus berani memulai, tekun menjalankan proses, dan konsisten memperjuangkan tujuan. Tidak semua perubahan dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Namun, perubahan besar selalu membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja secara berkelanjutan, bahkan ketika hasilnya belum langsung terlihat.

Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya dari optimisme dan pidato. Ia membutuhkan generasi muda yang mau bekerja keras, meningkatkan kompetensi, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun budaya prestasi.

Berempati: Menghadirkan Kepedulian di Tengah Kemajuan

Di samping patriotisme dan kegigihan, empati merupakan karakter yang tidak boleh diabaikan. Kemajuan suatu bangsa tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, kecanggihan teknologi, atau tingginya daya saing. Kemajuan juga harus terlihat dari kemampuan masyarakat untuk saling peduli, menghargai martabat manusia, dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.

Pemuda berempati adalah mereka yang mampu memahami kesulitan orang lain dan bersedia mengambil tindakan untuk membantu. Mereka peka terhadap persoalan kemiskinan, pengangguran, keterbatasan akses pendidikan, bencana, persoalan kesehatan, serta berbagai bentuk ketidakadilan sosial.

Empati juga berarti mau mendengar suara masyarakat, menghormati perbedaan pandangan, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.

Di tengah maraknya penggunaan media sosial, empati menjadi semakin penting. Jangan sampai kemajuan teknologi justru melahirkan generasi yang mudah menghujat, merendahkan orang lain, menyebarkan informasi tanpa verifikasi, atau kehilangan kepekaan terhadap penderitaan sesama.

Kita membutuhkan pemuda yang cerdas secara intelektual, kuat secara mental, dan matang secara emosional. Pemuda yang tidak hanya bertanya, “Apa yang bisa saya peroleh dari bangsa ini?”, tetapi juga berani bertanya, “Apa yang bisa saya berikan untuk masyarakat dan bangsa ini?”

Bagi generasi muda di Kabupaten Padang Pariaman, empati dapat diwujudkan melalui gerakan sosial, pendampingan anak-anak yang membutuhkan, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, kegiatan lingkungan, serta pemberdayaan pemuda di nagari-nagari.

Dengan demikian, kemajuan tidak hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki akses dan kesempatan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Refleksi Pengalaman Memimpin KNPI Padang Pariaman 2008–2012

Berbicara tentang peran pemuda, saya teringat pengalaman ketika dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Pariaman periode 2008–2012.

Pengalaman tersebut, menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian saya. Berinteraksi dengan berbagai organisasi kepemudaan, menyerap aspirasi, membangun komunikasi, serta berupaya menyatukan pemikiran dan gerakan pemuda yang memberikan pelajaran berharga. Dari situ saya memahami bahwa kekuatan pemuda sesungguhnya terletak pada persatuan, semangat pengabdian, dan kemampuan bekerja bersama.

Memimpin organisasi kepemudaan, bukanlah perkara menyatukan orang-orang yang selalu memiliki pandangan sama. Justru tantangannya terletak pada bagaimana merangkul perbedaan, membangun kepercayaan, dan mengarahkan beragam potensi menjadi kekuatan bersama.

Dalam organisasi, setiap pemuda memiliki latar belakang, kemampuan, aspirasi, dan kepentingan yang berbeda. Karena itu, kepemimpinan membutuhkan kesediaan mendengar, sikap terbuka, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa pemuda bukan sekadar objek pembangunan yang menunggu perhatian pemerintah. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan, yakni pihak yang ikut merumuskan gagasan, menentukan arah perubahan, melaksanakan program, dan mengawasi jalannya pembangunan.

KNPI dan organisasi kepemudaan lainnya, memiliki posisi strategis sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan. Dari organisasi, pemuda dapat belajar mengenai demokrasi, solidaritas, tanggung jawab sosial, manajemen, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Namun, organisasi kepemudaan harus terus berbenah agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Organisasi tidak boleh terjebak pada rutinitas seremonial, perebutan jabatan, atau kegiatan yang manfaatnya hanya dirasakan oleh kalangan internal.

Organisasi kepemudaan harus hadir di tengah persoalan masyarakat. Ia harus mampu menjawab kebutuhan pemuda akan keterampilan kerja, kewirausahaan, pendidikan politik yang sehat, literasi digital, kreativitas, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

Pengalaman memimpin KNPI pada periode 2008–2012, juga mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan dan masa bakti. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah tentang nilai, keteladanan, dan kontribusi yang dapat terus diwariskan setelah amanah berakhir.

Kini, ketika saya merefleksikan kembali perjalanan tersebut, satu hal yang tetap relevan adalah keyakinan bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah dan bangsa ialah investasi pada kualitas generasi mudanya.

Kita boleh berganti zaman, berganti teknologi, dan berganti kepemimpinan. Namun, semangat membina, memberdayakan, dan memberikan ruang bagi pemuda untuk tumbuh harus tetap dijaga.

Indonesia Emas 2045: Menyiapkan Generasi, Bukan Sekadar Menunggu Tahun

Tahun 2045 akan menjadi momentum bersejarah ketika Indonesia genap berusia 100 tahun merdeka. Pada saat itu, generasi muda hari ini akan berada pada usia produktif dan memiliki peran penting dalam menentukan arah bangsa.

Karena itu, Indonesia Emas 2045 tidak boleh dipahami sekadar sebagai target waktu atau slogan pembangunan. Ia harus menjadi cita-cita bersama yang dipersiapkan melalui kebijakan, pendidikan, pembinaan karakter, penguatan ekonomi, dan pemerataan kesempatan sejak sekarang.

Ada beberapa hal penting, yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, memperkuat kualitas pendidikan dan keterampilan

Pemuda harus memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas, penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Kedua, membuka ruang partisipasi dan kepemimpinan

Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan, berinovasi, serta terlibat dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan.

Ketiga, memperkuat kemandirian ekonomi

Pemuda perlu didorong untuk berwirausaha, mengembangkan ekonomi kreatif, memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan pariwisata, serta menciptakan lapangan kerja.

Keempat, membangun karakter dan integritas.

Kecerdasan tanpa moralitas dapat menimbulkan persoalan baru. Karena itu, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan semangat antikorupsi harus menjadi bagian penting dari pembinaan generasi muda.

Kelima, memperluas kepedulian sosial dan pemerataan pembangunan

Pemuda di perkotaan maupun perdesaan, di pusat maupun pelosok daerah, harus memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang. Tidak boleh ada potensi generasi muda yang terabaikan hanya karena keterbatasan ekonomi, akses teknologi, atau kondisi geografis.

Bagi Kabupaten Padang Pariaman, agenda ini perlu diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KNPI, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat nagari.

Pemuda Padang Pariaman memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, hingga pemanfaatan teknologi digital. Potensi tersebut harus dibina melalui program yang konkret, terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.

Pemerintah Daerah juga perlu menempatkan pemuda sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sekadar peserta kegiatan seremonial. Aspirasi mereka perlu didengar, gagasan mereka perlu difasilitasi, dan prestasi mereka perlu diapresiasi.

Pada saat yang sama, generasi muda harus menunjukkan kesungguhan untuk meningkatkan kapasitas diri, menjaga persatuan, dan mengambil tanggung jawab terhadap kemajuan daerahnya.

Mengakhiri Refleksi dengan Aksi Nyata

Sembilan puluh delapan tahun Sumpah Pemuda, mengingatkan kita bahwa persatuan adalah modal besar bangsa Indonesia. Namun, persatuan harus terus dirawat melalui tindakan nyata, bukan hanya diucapkan dalam peringatan tahunan.

Kita membutuhkan pemuda yang patriotik dalam mencintai tanah air, gigih dalam memperjuangkan cita-cita, dan berempati dalam memperlakukan sesama. Ketiga karakter tersebut, harus berjalan beriringan.

Patriotisme tanpa kegigihan hanya akan menjadi slogan. Kegigihan tanpa empati, berisiko melahirkan ambisi yang mengabaikan orang lain. Sementara empati tanpa keberanian bertindak, dapat berhenti sebagai niat baik tanpa perubahan.

Ketiganya harus menyatu dalam diri generasi muda Indonesia.

Sebagai mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Padang Pariaman periode 2008–2012, saya berharap semangat Sumpah Pemuda terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, tekun berusaha, menjaga persaudaraan, dan mengambil peran dalam pembangunan.

Kepada para pemuda, jangan menunggu jadi pejabat untuk mengabdi, jangan menunggu kaya untuk berbagi, dan jangan menunggu memiliki kekuasaan untuk memberikan perubahan. Mulailah dari kemampuan yang dimiliki, dari lingkungan terdekat, dan dari persoalan nyata yang ada di sekitar kita.

Kepada Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, berikanlah kepercayaan, kesempatan, pendampingan, dan ruang aktualisasi bagi pemuda. Sebab, masa depan bangsa tidak cukup hanya dibebankan kepada generasi muda; masa depan itu harus dipersiapkan bersama dengan memberikan mereka pendidikan, keteladanan, dan kesempatan yang memadai.

Indonesia Emas 2045 bukanlah hadiah yang akan datang dengan sendirinya. Ia adalah hasil dari kerja keras, persatuan, integritas, dan keberanian kita menyiapkan generasi sejak hari ini.

Mari jadikan peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, sebagai momentum memperbarui tekad kebangsaan: menjadi pemuda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.

Dari pemuda yang berkualitas lahir daerah yang maju. Dari daerah yang maju tumbuh Indonesia yang kuat. Dan dari generasi yang berkarakter, kita menaruh harapan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Bersatu dalam semangat, berkarya dalam pengabdian, dan bergerak bersama menuju Indonesia Emas 2045.*)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pencanangan Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar, Bupati JKA: Kayu Tanam Jadi Titik Strategis

BeritaTerkait

Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak
Opini

Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak

27 Oktober 2026
15
Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!
Opini

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
35
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis
Opini

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
29
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat
Opini

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
33
Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City
Opini

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
33
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta
Opini

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

10 Oktober 2026
47
Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,184)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,088)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,408)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,086)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,686)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,545)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (35,022)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,505)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,763)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,842)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
212
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
451
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
532
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
267
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
149
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
195
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
160
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
228
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
165

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In