
PADANG, forumsumbar —– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan pendampingan peningkatan kompetensi Impromptu Speech pada anggota Karang Taruna Linggarjati Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, bertempat di Masjid Al Mujahidin Komplek Pemda Aru Lubuk Begalung, Minggu (28/6/2026).
Adapun Tim PKM Jurusan Bahasa Inggris PNP ini diketuai Astuti Pratiwi Rahmadhani, dengan anggota dari dosen, Desi Yulastri, Sariani, Nini Wahyuni, Mutia El Khairat, serta dari mahasiswa, Sri Maihartati.
Menurut Ketua Tim Astuti, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan kelanjutan dari PKM tahun sebelumnya yang berfokus pada penguatan kemampuan public speaking anggota Karang Taruna Linggarjati Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX.
“Hasil yang didapatkan pada kegiatan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan pengetahuan dalam public speaking, dan masih membutuhkan pendampingan untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh,” ujar Astuti.
Adapun kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Karang Taruna, Wegi Fatriadi Dikarwosa beserta jajarannya, dan anggota Karang Taruna ini, mendapatkan respons positif dari para peserta, dilihat dari antusiasme dan keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung.

Secara tidak langsung, dapat dikatakan bahwa materi yang disampaikan tim PKM Jurusan Bahasa Inggris, PNP ini tepat sasaran dan sangat relevan dengan kebutuhan para anggota Karang Taruna Linggarjati, Lubeg ini.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan pendampingan Impromptu Speech untuk berbicara di depan umum yang dilaksanakan oleh tim PKM Jurusan Bahasa Inggris PNP ini, dapat meningkatkan kepercayaan diri, keberanian untuk tampil di forum publik serta kapasitas kepemimpinan dalam menyosialisasikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat,” ujar Wegi.
Ditambahkan Astuti, dengan mempunyai kemampuan Impromptu Speech, para pengurus dan anggota Karang Taruna diharapkan mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri di dalam organisasi, dan masyarakat luas.

“Hal ini dikarenakan metode Impromptu Speech ini bersifat praktis, aplikatif dan sejalan dengan karakter pembelajaran non-formal dalam organisasi kepemudaan,” ujar Astuti.
Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna, Sabrina Fajrin menyampaikan bahwa perkembangan zaman di era digital ini menuntut pemuda karang taruna untuk dapat berpikir kritis, membangun kepercayaan diri dalam merespons situasi dengan cepat, dan membantu untuk tampil lebih menonjol.
“Semakin kreatif dan inovatif para pemudanya, semakin maju wilayahnya,” pungkas Sabrina.
(Sari)






















