
PADANG, forumsumbar —Para pelaku seni dan budaya yang tergabung dalam Forum Perjuangan Seniman Sumatera Barat (FPS Sumbar) yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Sumbar, menggelar Peringatan Hari Puisi Nasional 2026, Selasa (28/4/2026) malam, bertempat di lantai dasar Gebung Taman Budaya Sumbar Jl Samudera Padang.
Acara dengan tajuk Pergelaran Seni Mengenang Chairil Anwar ini dibuka oleh Kadinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri, dan dihadiri juga Kepala UPT Taman Budaya Sumbar M Devid, serta para pelaku seni dan budaya, mahasiswa serta media.
Dalam sambutannya, Kadinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri mengapresiasi para pelaku seni dan budaya yang telah menggelar acara Hari Puisi Nasional 2026 tersebut. “Acara ini terlaksana berkat kolaborasi pelaku seni dan budaya dari FPS Sumbar,” ujar Syaiful.
Meskipun dengan keterbatasan yang ada di Taman Budaya Sumbar saat ini, disampaikan Syaiful bahwa Dinas Kebudayaan Sumbar selalu siap untuk memfasilitasi para pelaku seni dan budaya di dalam melaksanakan kegiatan dan acara.
“Dan kami pun di Dinas Kebudayaan Sumbar wellcome dengan kritik yang disampaikan oleh pelaku seni dan budaya untuk kemajuan bersama,” kata Syaiful yang menekankan bahwa ia merasa tidak asing dengan dunia seni dan budaya.
Ditambahkan Syaiful, dengan adanya acara ini bagaimana meneladani Chairil Anwar yang bukan saja sebagai penyair, tapi sebagai pejuang yang mempunyai semangat dalam menyuarakan kebenaran dan ketidakadilan.
Tak lupa Syaiful ikut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya salah seorang penyair Sumbar yang berasal dari Payakumbuh, Iyut Fitra, pada hari Senin 27 April 2026 kemarin.
Acara yang dibuka dengan musikalisasi puisi dari grup Barabah yang membawakan puisi dengan judul Sajak Putih karya B Anduska ini, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Asharumi Ghaniiy Han dengan judul Kesabaran.

Para penyair senior turun full pada acara ini, yakni; Dadang Leona dengan judul puisi Fragmen, Muslim Noer (Pemberi Tahu), Yeyen Kiram (Cemara Menderai Sampai Jauh), Yeni Ibrahim (Catatan 1946), Rizal Tanjung (Karawang Bekasi), Fauzul el Nurca (Mirat Muda, Chairil Muda), Andria C Tamsin (Kepada Kawan), Boyke Sulaiman (Persetujuan dengan Bung Karno) dan Zamzami Ismail.
Dengan semangat 45, penyair Muslim Noer, meskipun dengan tertatih-tatih, berhasil memukau hadirin termasuk Kadinas Syaiful Bahri yang mengikuti acara sampai habis.
Di samping Orasi Budaya yang disampaikan oleh Syarifuddin Arifin, juga ada penampilan Monolog dari Komunitas Seni Pertunjukan Kuliek dengan judul Cemara Terakhir karya Rafdi Sam.
Kemudian ada pula penampilan Pantomim dari Tommy dengan judul Puisi Aku, serta Puisi Dendang dari Hasanawi.
Menurut pengagas acara ini, Asnam Rasyid, yang merupakan seniman patung yang telah banyak karya-karyanya di Sumbar, vidio acara Pergelaran Seni Mengenang Chairil Anwar ini akan diserahkan ke anak Chairil Anwar di Jakarta.
(Ika)























