
PADANG, forumsumbar —Para penyair yang biasa bekelindan di Taman Budaya Sumbar, rencananya akan ikut acara; 70 Tahun Sang Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin, yang digelar oleh Hamas (Himpunan Media Sumbar) yang bekerjasama dengan PSH Unand (Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas) .
Acara ini, seperti disampaikan oleh Isa Kurniawan dari Hamas, akan digelar pada 2Juni 2026 pukul 08.30-13.00 WIB, bertempat di Convention Hall Unand, kampus Limau Manis Padang.
Di samping Orasi Budaya, Testimony Speech, Achievement Award, akan ada pula Parade Baca Puisi.
“Pada Parade Baca Puisi, para penyair senior Taman Budaya Sumbar akan turun gunung untuk ikut menyemarakkan acara 70 Tahun Sang Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin”, ujar Isa, Sabtu (18/4/2026).
Di samping 70 tahun penyair Syarifuddin Arifin. Acara ini juga sekaligus untuk memeriahkan Dies Natalis ke-70 Unand. “Kita semarakkan dengan berpuisi,” tambah Isa, Owner forumsumbar.com ini.
Di antara nama-nama penyair Taman Budaya Sumbar yang rencananya ikut, Dr Andria C Tamsin, Fauzul el Nurca, Dadang Leona, Syafniwati Cika dan Rezky Amelia. “Mereka ini akan membuat kampus Unand Limau Manis jadi ‘pecah’,” ucap Isa.

“Para penyair ini sudah dihubungi oleh pelaksana, dan beberapa sudah menyatakan kesediaannya untuk ikut baca puisi,” tukuk Isa.
Sebagaimana diketahui, sosok Syarifuddin Arifin merupakan salah seorang penyair senior di lingkungan Taman Budaya Sumbar, dan sudah berkiprah di sana sejak dulu. Sekarang Syarifuddin Arifin merupakan salah seorang Presidium FPS Sumbar ( Forum Perjuangan Seniman Sumatera Barat) yang bermarkas di Taman Budaya Sumbar Jl Diponegoro Padang.
“Syarifuddin Arifin itu sudah malang melintang di Taman Budaya Sumbar. Sebagai sesama seniman, penyair, dan juga rekan, kami siap menampilkan yang terbaik pada peringatan hari lahir yang ke-70 Syarifuddin Arifin,” ujar penyair Fauzul el Nurca.

Ditambahkan Isa, pada saat acara akan ada pula Testimony Speech dari Prof Indayuda, Guru Besar FBS UNP yang juga seniman, yang akan memberikan testimoninya mengenai sosok Syarifuddin Arifin yang dikenalnya selama ini.
Kemudian Orasi Budaya oleh Riri Satria, seorang Penyair, Penulis dan Dosen dari Jakarta, dengan tema; Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan/Kepenyairan.
Akan ada pula Achievement Award kepada Syarifuddin Arifin, karena dinilai melalui karya-karya dan prestasinya telah mengharumkan nama Ranah Minang, atau Sumbar, baik di tingkat nasional, maupun ASEAN.
(Ika)






















