
Saat Terang Dipaksa Pergi
Oleh: Era Nurza
Terang tidak pamit
ia diseret dari langit
oleh tangan waktu yang tak mau bernegosiasi
Langit menghitam bukan karena malam
melainkan karena kebenaran dipercepat jatuh
Di kota ini
harapan belajar berjalan pincang
Ia tumbuh di sela retak trotoar
dihindari langkah-langkah tergesa
namun menolak mati
Suara-suara diturunkan volumenya
kejujuran dipelintir agar muat di saku kekuasaan
Terang dipaksa pergi
sebab ia terlalu jujur
untuk dibiarkan tinggal
Namun kami menyimpan cahaya
di telapak tangan saling menguatkan
Jika langit menutup diri
kami akan menyalakan pagi
dari dada yang tak sudi menyerah
Karena meski terang diusir
ia tak pernah benar-benar kalah
ia hanya berpindah alamat
ke hati yang berani berharap
dan memilih tetap menyala
Padang, Januari 2026
Sekilas Penulis
Era Nurza merupakan nama pena dari penulis dan penyair; Edrawati, MPd, yang mengekspresikan gagasan melalui tulisan dan karya sastra. Hingga kini, ia telah melahirkan beberapa buku tunggal dan lebih dari 50 antologi, karyanya fiksi maupun nonfiksi. Aktif di komunitas literasi seperti PERRUAS, WPM, WPI, PLS, Satu Pena, SAN, Media Guru, PPP, KISI, Era Nurza terus menebarkan cahaya literasi dan motivasi agar generasi muda mencintai ilmu dan menulis dengan hati. *)























