
PADANG, forumsumbar —-Penumpang maskapai penerbangan Super Air Jet dari Jakarta ke Padang, Rabu (3/12/2025), amat kecewa berat dengan keterlambatan yang mereka alami.
“Sesuai jadwal, seharusnya pesawat terbang pukul 18;05 Wib dari Cengkareng, tetapi kemudian diumumkan pesawat delay selama 120 sampai 150 menit,” ujar Suryani, salah seorang penumpang Super Air Jet tersebut, kepada forumsumbar.com, Kamis (4/12/2025), di Padang.
Suryani yang transit dari Yogyakarta, menuju Padang, pada tiketnya naik Super Air Jet IU-816, pada pukul 18:05, dari Jakarta (CGK), Soekarno Hatta International Airport (Terminal 2E), ke Padang (PDG), Minangkabau Intt, dengan estimasi tiba pukul 19:50 Wib.
Disampaikan Suryani, setelah penumpang menunggu delay selama lebih kurang 2 jam, ternyata diumumkan lagi tidak bisa terbang, dan delay lagi selama 120 sampai 150 menit.
“Berarti sudah 2 kali delay”, ujar Suryani yang tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.
“Tapi setelah ditunggu sampai pukul 00;30 Wib, tidak juga berangkat. Akhirnya jadinya ke Padang itu pukul 04;30 Wib pagi. Bayangkan betapa lamanya delay pesawat dan penumpang yang menunggu sangat lama. Sekitar pukul 07.00 Wib pagi baru sampai di BIM, Padang,” tambah Suryani.
Pada saat delay pertama, disampaikan Suryani banyak penumpang yang komplain, dan kemudian mereka diberi makanan nasi kotak. Saat delay kedua, penumpang kembali komplain dan diberi kompensasi sebesar 300 ribu.

“Karena belum juga berangkat lewat tengah malam setelah delay yang kedua, penumpang menjadi mengamuk. Dan kemudian maskapai memberikan kompensasi sebesar 300 ribu lagi,” ujar Suryani.
Suryani mengatakan, bahwa kekecewaan ini sengaja diceritakan agar menjadi pembelajaran bagi maskapai Super Air Jet, yang selama ini banyak mendapat komplain dari para penumpang, akibat seringnya delay.
Menurutnya, seharusnya sebagai regulator, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mencermati hal ini, karena seringkali terjadi, dan maskapai tidak berubah juga.
“Harus ada sangsi tegas terhadap persoalan maskapai ini oleh Kementerian Perhubungan. Jangan kesannya terjadi pembiaran”, pungkas Suryani.
(Ika)























