• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Turun Temurun Molomang Padi Nak Tebik di Nagari Koto Rajo Pasaman

9 Juli 2025
in Artikel
Reading Time: 2min read
Views: 357
Ibu-ibu sedang malomang. (Foto : Divia )

Oleh: Divia Putri Zen
(Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang)

DI NAGARI Koto Rajo Kabupaten Pasaman, tepatnya Jorong VII Batu Tinggi, ada sebuah tradisi turun temurun yaitu Molomang Padi Nak Tebik.

Molomang Padi Nak Tebik ini adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh warga setempat sebagai bentuk rasa syukur dan dipercaya dapat membawa kesuburan bagi tanaman padi.

Lihat Juga

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

22 Juni 2026
55
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

13 Juni 2026
46
Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

8 Juni 2026
68

Dalam tradisi ini, para petani melakukan acara memasak beras ketan di dalam bambu pada saat padi berusia dua setengah bulan, tepatnya saat padi mulai berbuah.

Tradisi Molomang Padi Nak Tebik ini umumnya dilaksanakan oleh orang yang bertani atau mempunyai sawah dan yang memasak lomang tersebut adalah kaum ibu-ibu.

Tradisi molomang ini dilaksanakan 3-4 kali dalam setahun, sesuai dengan berapa kali para petani bersawah.

Kegiatan bertanam padi warga setempat juga dilakukan secara serentak. sesuai dengan informasi dan arahan yang disampaikan oleh niniak mamak setempat.

Molomang Padi Nak Tebik dilakukan ketika padi sudah berusia dua setengah bulan, tepatnya ketika padi mulai berbuah. Niniak mamak setempat berdiskusi terlebih dahulu untuk membicarakan kapan akan dilaksanakannya molomang dan setelah terjadinya kesepakatan barulah diumumkan kepada masyarakat bahwa acara molomang akan dilaksanakan pada hari yang sudah disepakati.

“Pernah waktu itu ada sekelompok warga yang tidak ikut melaksanakan tradisi molomang ini, padinya tidak berbuah dengan baik dan tentunya hasil panennya sangat buruk,” tutur Lilis (54), salah seorang warga Jorong VII Batu Tinggi.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan jam 4 menjelang subuh. Padi dimasak di dalam bambu, lubang di dalam bambu dialasi dulu dengan daun pisang, lalu beras ketan yang sudah dicuci dimasukkan ke dalam bambu bersamaan dengan santan dan sedikit garam.

Ketika lomang sudah masak ujung lomang tersebut diambil dan dipisahkan untuk ditaburi di sawah yang tadinya mulai berbuah.

Tidak hanya ibu-ibu, anak-anak juga menyaksikan acara memasak lomang tersebut. Di waktu menjelang matahari terbit anak-anak biasanya berkumpul bersama dengan seusianya untuk maraton pagi sehingga pada acara molomang lah anak-anak mempunyai kesempatan untuk maraton pagi.

Tradisi molomang dilanjutkan setelah salat Maghrib. Pada sore harinya niniak mamak mengumumkan agar masyarakat setempat ikut berdoa bersama di masjid setelah Maghrib dengan membawa satu bambu lomang yang tadinya sudah dimasak.

Masyarakat yang hadir di masjid berdoa untuk keselamatan padi yang mulai berbuah. Doa dipimpin oleh imam. Setelah berdoa dilanjutkan dengan makan lomang bersama.

Tradisi Molomang Padi Nak Tebik ini menjadi bukti bahwa masyarakat Nagari Koto Rajo masih sangat menghargai dan menjalankan tradisi turun temurun yang ada. Tidak hanya tradisi Molomang Padi Nak Tebik, tradisi turun-temurun lainnya juga masih tetap dilakukakan warga setempat. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Senator Jelita Donal Desak Tingkatkan Status BPH Jadi Kementerian Haji

Next Post

Mix and Match OOTD dengan Prinsip Capsule Wardrobe, Gaya Simpel ala Miftah

BeritaTerkait

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

22 Juni 2026
55
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.
Artikel

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

13 Juni 2026
46
Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand
Artikel

Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

8 Juni 2026
68
Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk
Artikel

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
25
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking
Artikel

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
41
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?
Artikel

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
34
Next Post
Mix and Match OOTD dengan Prinsip Capsule Wardrobe, Gaya Simpel ala Miftah

Mix and Match OOTD dengan Prinsip Capsule Wardrobe, Gaya Simpel ala Miftah

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,837)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,760)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,052)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,728)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,194)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,648)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,392)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,126)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,423)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,514)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
192
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
390
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
252
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
130
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
140
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
145

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In