
JAKARTA, forumsumbar ––Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut akan berupaya menekan kasus korupsi, namun ia berpendapat bahwa korupsi di kementerian yang ia pimpin tidak mungkin dihilangkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir usai mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (29/4/2025), seperti dilansir Tirto.id.
Menurut Erick, kasus korupsi hanya bisa ditekan dengan membangun sistem kepemimpinan yang baik.
“Kami sejak awal Kementerian BUMN juga program bersih-bersih itu kita dorong, dan sehingga apa? Kita bisa menekan yang namanya korupsi. Kita menekan, kita tidak menghilangkan, karena tidak mungkin. Kenapa tidak mungkin? Bukan karena tidak mampu, tetapi sistem dan leadership yang harus kita bangun,” kata Erick kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (29/4/2025).
Dia juga mengatakan, kedatangannya ke KPK untuk berkonsultasi, sinkronisasi, hingga adanya kesepakatan yang efektif sesuai dengan perubahan pada Undang-Undang BUMN.
“Kita punya keterbatasan sebagai Kementerian BUMN sebelumnya, karena yang dulunya lebih banyak korporasinya. Nah disinilah mengapa kita berkonsultasi, dan sekalian kita akan membuat sistem yang tadi didukung oleh KPK,” ujarnya.
Selain membahas revisi UU BUMN, Erick menemui pihak KPK untuk menindaklanjuti hasil town hall Danantara pada Senin (28/4/2025).
Erick mengatakan, ia turut membahas soal perbaikan pada sistem di Danantara dengan tetap mempertimbangkan efisiensi.
(Tan)
Sumber: Tirto.id























