• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
in Tausiyah
Reading Time: 2min read
Views: 328
Ilustrasi. (Foto : Najmi)

Oleh: Muhammad Najmi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subuh menyingkap tirainya, menyebarkan cahaya lembut yang mengusir pekatnya malam. Fajar yang perlahan menyingsing mengajarkan tentang harapan, tentang awal yang baru setelah gelap yang panjang. Dalam kesunyian pagi, ada doa-doa yang melangit, ada harapan yang ditanamkan, ada keyakinan yang semakin menguat. Dan di antara semua itu, ada satu pelajaran agung yang sering terlupakan: kemenangan sejati tidak selalu datang dalam kilauan dunia, tetapi justru tersembunyi dalam kesederhanaan yang meneduhkan.

Lihat Juga

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70

Kesederhanaan bukanlah sekadar perkara harta atau tampilan luar, tetapi ia adalah ketenangan jiwa yang tak tergoyahkan oleh gemerlap dunia. Betapa banyak orang yang tampaknya memiliki segalanya, namun hatinya tetap merasa kosong. Sebaliknya, betapa banyak yang hidup dengan sederhana, namun dadanya lapang, langkahnya ringan, dan jiwanya penuh dengan kebahagiaan yang tak dapat dibeli dengan harta. Itulah kemenangan yang hakiki—saat hati tidak lagi bergantung pada apa yang dimiliki, tetapi pada keyakinan yang kukuh kepada Allah.

Sejarah telah mengabadikan bagaimana kemenangan terbesar dalam peradaban Islam justru lahir dari kesederhanaan yang penuh makna. Lihatlah Rasulullah ﷺ, manusia termulia, pemimpin yang paling dicintai, namun kehidupannya jauh dari kemewahan. Rumahnya begitu sederhana, makanannya sering kali hanya roti dan cuka, tidurnya beralas tikar kasar, namun hatinya adalah samudra ketenangan yang luas. Dari kesederhanaan itulah lahir keteguhan yang mengguncang dunia. Dari kesederhanaan itu pula, Islam tersebar sebagai cahaya yang tak pernah padam.

Pagi ini, mari kita renungkan sejenak: apakah kita benar-benar memahami arti kemenangan? Apakah kita mengejarnya dengan cara yang benar, atau justru tersesat dalam ilusi dunia? Terlalu banyak yang berpikir bahwa kemenangan adalah ketika kita memiliki lebih banyak, meraih yang lebih tinggi, atau mengalahkan lebih banyak orang. Padahal, kemenangan sejati justru terasa dalam momen-momen kecil yang sering kita abaikan—saat hati merasa cukup, saat kita tersenyum meski dalam keterbatasan, saat kita tetap berbuat baik meski tak ada yang melihat.

Kesederhanaan bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ia bukan alasan untuk berdiam diri tanpa ikhtiar. Justru, ia adalah kunci bagi mereka yang ingin meraih kemenangan dengan penuh keberkahan. Kesederhanaan menjauhkan kita dari keserakahan, membersihkan niat, dan menjadikan langkah kita lebih ringan. Ia mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting: kejujuran, keikhlasan, keteguhan dalam beribadah, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Lihatlah bagaimana para sahabat Rasulullah ﷺ memenangkan dunia tanpa terikat padanya. Mereka bukanlah orang-orang yang tenggelam dalam kekayaan, tetapi justru mereka yang paling memahami bahwa dunia hanyalah titipan sementara. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, sang pemimpin yang ditakuti musuh-musuhnya, tidur beralaskan tanah di bawah pohon kurma. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yang ilmunya setinggi langit, tetap hidup sederhana meski kedudukannya begitu mulia.

Mereka memahami satu hal yang banyak orang lupakan: bahwa kemenangan sejati bukan tentang memiliki segalanya, tetapi tentang memiliki hati yang tetap bersih meski diuji oleh dunia. Bahwa kebahagiaan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita genggam, tetapi tentang seberapa besar kita bisa memberi.

Maka, saat fajar ini menyapa, mari kita tanyakan pada diri sendiri: Apakah kita masih mengejar kemenangan yang fana? Ataukah kita sudah mulai memahami bahwa kemenangan sejati terletak dalam ketenangan jiwa yang tak terguncang oleh dunia?

Mari kita songsong kemenangan dengan kesederhanaan. Sebab, dalam kesederhanaan ada keberkahan, dalam kesederhanaan ada ketenangan, dan dalam kesederhanaan ada kemenangan yang tak bisa dicuri oleh dunia.

Bersiaplah melangkah. Sebab, mentari tak pernah bertanya apakah kita sudah siap. Ia tetap terbit, mengajak kita untuk bergerak, menjemput cahaya dengan hati yang ringan, dan menyongsong kemenangan dengan jiwa yang telah tenang. *)

 

Muhammad Najmi. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Pos Pelayanan Lebaran, Bupati Eka Putra: Pemudik Bisa Istirahat dan Peroleh Layanan Kesehatan

Next Post

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

BeritaTerkait

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?
Tausiyah

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa
Tausiyah

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”
Tausiyah

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70
Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”
Tausiyah

Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”

25 Maret 2025
71
Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”
Tausiyah

Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

24 Maret 2025
55
Mutiara Subuh #23: “Mengetuk Pintu Langit di Sepuluh Malam Terakhir”
Tausiyah

Mutiara Subuh #23: “Mengetuk Pintu Langit di Sepuluh Malam Terakhir”

23 Maret 2025
174
Next Post
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (38,509)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,384)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,632)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,769)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (33,417)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,712)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (32,340)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,082)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,123)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,093)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
349
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
236
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
118
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
192
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In