
Oleh: Muhammad Najmi
“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka rezekinya di tangan Allah. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka urusannya di tangan Allah. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka keduanya di tangan Allah.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, no. 1051)
Ada waktu di mana kita merasa telah mencoba segalanya—berjuang sekuat tenaga, melangkah sejauh yang mampu, namun pintu-pintu dunia seakan tertutup rapat. Dalam heningnya malam, air mata menjadi saksi betapa hati ini lelah. Tetapi, tahukah kita? Ada satu pintu yang tak pernah terkunci. Ada satu nama yang tak pernah ingkar janji. Itulah Allah—satu-satunya tempat kembali, saat semua terasa mustahil.
Seberapa sering kita berlari mengejar dunia, namun melupakan bahwa di balik semua yang kita inginkan, ada kehendak Allah yang menentukan? Dia yang Maha Mengetahui, bahkan sebelum bibir kita sempat memohon. Namun, sayang, kita sering lupa. Kita mengetuk pintu-pintu manusia, berharap pertolongan dan jawaban, padahal Allah-lah yang memegang kunci segala solusi.
Jika bukan Allah, lalu siapa lagi?
Saat harapan terasa rapuh dan doa terasa menggantung di langit yang jauh, Allah tetap mendengar. Setiap bisikan hati yang tak terucap, setiap tetesan air mata di sepertiga malam, tak pernah luput dari pengawasan-Nya. Bukankah Dia telah berjanji?
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)
Jangan biarkan hatimu tertipu oleh gemerlap dunia yang fana. Tak ada manusia yang mampu memberi kepastian sekuat janji Allah. Dia-lah yang membelah laut bagi Musa, yang menyelamatkan Yunus di perut ikan, dan yang mengangkat derajat Yusuf dari gelapnya sumur hingga menjadi raja.
Mungkin, saat ini kita berada di fase paling gelap dalam hidup. Rencana yang kita tata berantakan, impian yang kita perjuangkan terasa jauh, dan hati kita hampir menyerah. Namun, jangan lupa—justru di saat paling gelap itulah, fajar akan segera menyingsing. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berharap kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah, jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan apa yang telah Allah tetapkan menimpamu.” (HR. Tirmidzi no. 2516)
Maka, ketika dunia mengecewakanmu, kembalilah kepada Allah. Ketika manusia tak memahami perasaanmu, curhatlah pada Allah. Ketika jalan terasa buntu, sujudlah lebih lama, karena dari sujud itulah jalan keluar akan terbuka.
Jika bukan Allah yang menolong, siapa lagi? Jika bukan Allah yang memelihara, kepada siapa lagi kita berharap? Jangan biarkan lelah dan kecewa menguasai hatimu. Ada Allah—yang tak pernah tidur, yang tak pernah lelah mendengar, dan yang kuasa-Nya tanpa batas.
Berhentilah mengandalkan manusia. Mereka hanya perantara. Jika Allah berkehendak, bahkan pintu yang tertutup rapat pun akan terbuka lebar. Karena janji Allah itu pasti: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Hari ini, izinkan hatimu percaya penuh kepada-Nya. Sebab, di ujung setiap kesabaran, ada pertolongan Allah yang sedang bergegas menuju kita. Jangan menyerah—ada Allah, dan itu sudah cukup.
Jika bukan Allah, lalu siapa lagi? *)
























