• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mutiara Subuh #23: “Mengetuk Pintu Langit di Sepuluh Malam Terakhir”

23 Maret 2025
in Tausiyah
Reading Time: 3min read
Views: 717
Ilustrasi. (Foto : Najmi)

Oleh: Muhammad Najmi

DARI Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan jika aku menjumpai malam Lailatul Qadar?’ Beliau bersabda: ‘Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku)’.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3513; Ibnu Majah, no. 3850 – Hadis sahih)

Ada getar rindu yang sulit dilukiskan, sebuah kerinduan yang tak hanya menggema di hati, tapi menjalar hingga ke relung jiwa yang terdalam. Di penghujung Ramadan, ketika malam mulai merangkak dalam sunyi, hati para pencari ampunan tak henti menengadah ke langit, berharap menemukan malam yang lebih baik dari seribu bulan—Lailatul Qadar.

Lihat Juga

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34

Malam itu bukan sekadar waktu yang berlalu di antara gelap dan terang. Ia adalah rahmat yang turun lembut, meliputi setiap doa yang lirih, setiap air mata yang jatuh karena penyesalan, dan setiap harapan yang dibisikkan kepada-Nya. Di sanalah pintu-pintu langit terbuka lebar, membawa janji ampunan bagi mereka yang bersungguh-sungguh mengetuknya.

Berbahagialah mereka yang hatinya tergerak untuk meraih malam penuh kemuliaan ini. Sebab, bukan sekadar pahala yang Allah janjikan, melainkan juga ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760)

Adakah hati yang tak bergetar membayangkan malam di mana setiap doa bisa diijabah, setiap luka bisa disembuhkan, dan setiap asa bisa diperkenankan? Di sanalah letak keagungan Lailatul Qadar—malam di mana takdir selama setahun ditetapkan, dan para malaikat turun membawa rahmat hingga fajar menyingsing.

Bagi jiwa yang merindu, malam-malam terakhir Ramadan adalah waktu untuk kembali menyusuri lorong-lorong keheningan. Di sepertiga malam yang sunyi, ada cahaya harapan yang menanti untuk menyinari hidup kita yang penuh kekhilafan. Setiap sujud yang dalam, setiap doa yang lirih, dan setiap tetes air mata menjadi saksi kesungguhan hati yang berharap ampunan-Nya.

Namun, adakah kita sudah bersungguh-sungguh mengetuk pintu-Nya? Adakah kita benar-benar mendambakan Lailatul Qadar, atau kita sekadar melaluinya sebagai malam-malam biasa?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyia-nyiakan sepuluh malam terakhir. Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan: “Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (bulan Ramadan), Nabi menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah teladan cinta yang ditinggalkan oleh Rasulullah. Sebuah cinta yang terwujud dalam penghambaan tanpa lelah, berharap meraih rida dan ampunan-Nya.

Bayangkanlah, di suatu malam yang hening, kita bersimpuh di hadapan-Nya. Bibir kita gemetar melafalkan doa: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni…”

Bukankah kita semua adalah hamba yang penuh dosa? Bukankah ada luka yang ingin dihapuskan, ada kesalahan yang ingin dimaafkan, dan ada harapan yang ingin diwujudkan? Jika di malam itu Allah membukakan pintu pengampunan-Nya, apakah kita tega menyia-nyiakannya?

Sepuluh malam terakhir bukan sekadar tentang begadang atau melewatkan waktu dalam kesia-siaan. Ini adalah kesempatan emas, di mana hati kita berkesempatan mendekat pada-Nya tanpa hijab. Mungkin, di antara sujud panjang kita, ada dosa besar yang diampuni. Mungkin, di antara munajat yang kita bisikkan, ada takdir baik yang ditetapkan.

Tidakkah hati kita rindu untuk menjadi hamba yang dimaafkan? Tidakkah kita ingin keluar dari Ramadan ini sebagai jiwa yang bersih, seolah baru terlahir kembali?

Wahai jiwa yang merindu, mari kita hidupkan malam-malam ini dengan sepenuh cinta dan pengharapan. Jangan biarkan lelah mengalahkan kerinduan kita pada ampunan-Nya. Jangan biarkan kantuk mencuri peluang bertemu dengan malam seribu kebaikan.

Bangkitlah dalam sujud. Angkat tanganmu dalam doa. Biarkan air matamu menjadi saksi kesungguhan hatimu. Sebab, di malam-malam inilah Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka, dan di malam-malam inilah janji keampunan dihamparkan seluas langit dan bumi.

Katakan kepada hatimu: “Aku datang, ya Allah, sebagai hamba yang penuh dosa. Tapi aku percaya, rahmat-Mu jauh lebih besar dari kesalahanku. Jika Engkau tidak mengampuniku, lalu kepada siapa lagi aku berharap?”

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesempatan meraih Lailatul Qadar. Semoga hati kita dikuatkan untuk menghidupkan malam-malam ini dengan doa, dzikir, dan munajat yang tulus. Dan semoga, di akhir perjalanan Ramadan ini, kita menjadi hamba yang diridhai-Nya—hamba yang pulang dengan jiwa yang bersih, dan hati yang dipenuhi cahaya.

Amin, ya Rabbal ‘Alamin. *)

 

Muhammad Najmi. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

KMTD Serahkan Santunan untuk 190 Orang Anak Yatim

Next Post

Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

BeritaTerkait

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?
Tausiyah

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa
Tausiyah

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan
Tausiyah

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”
Tausiyah

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70
Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”
Tausiyah

Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”

25 Maret 2025
71
Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”
Tausiyah

Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

24 Maret 2025
55
Next Post
Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

Mutiara Subuh #24: "Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab"

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (38,510)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,384)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,632)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,769)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (33,418)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,712)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (32,341)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,082)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,123)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,094)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
349
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
236
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
118
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
192
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In