PADANG, forumsumbar —Ketua Umum DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Markoni Koto, ikut angkat bicara sehubungan dengan adanya upaya-upaya pihak tertentu untuk menjatuhkan marwah mantan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal di mata masyarakat Sumbar dengan menyebarkan berita-berita hoaks.
Menurut putra Piaman itu, berita yang dimuat media abal-abal tersebut tidak perlu direspons, karena masyarakat sudah tahu kalau media tersebut tidak layak untuk dijadikan referensi.
“Saya amat paham bagaimana jiwa dan perhatian Fakhrizal pada masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), baik ketika bertugas di luar maupun di Sumbar,” tegas Markoni.
Sewaktu Fakhrizal bertugas di luar kampung halaman, sebut Markoni, selalu respons jika ada masyarakat Sumbar meminta bantuan padanya, hal tersebut juga dirasakan Markoni dan lainnya.
“Saya sudah mengenal Fakhrizal sejak lama, beliau sangat tegas dan respons pada masyarakat Sumbar, siapapun yang meminta bantuan pasti beliau bantu, tapi kalau melanggar aturan beliau memang tidak segan-segan untuk menindak, jadi dapat saya pastikan yang memfitnah dan benci pada beliau adalah orang-orang bermasalah dalam hal hukum,” pungkas Markoni.
Lihat saja, kata Markoni, mana ada media arus utama (mainstream) atau media yang pimpinannya terpelajar memberitakan miring Fakhrizal.
“Hanya media abal-abal dan pimpinannya tidak cerdas yang membuat berita hoaks. Saya yakin medianya tidak dibaca dan dibeli orang, makanya agar dibaca dia bagi-bagikan gratis, namun itu juga tidak akan dibaca, kecuali oleh orang-orang yang sejenisnya,” tegas Markoni lagi.
Yang pasti, saat ini popularitas dan elektabilitas Fakhrizal makin membubung, tentu akan makin banyak pula lawan politik dan lainnya yang menyebar hoaks, baik melalui medsos maupun media abal-abal.
“Wajar saja kalau Fakhrizal diterpa isu, karena tingkat popularitas dan elektabilitasnya semakin membubung, beliau orang baik dan layak memimpin Ranah Minang,” tegas Markoni. (Rel)























