JAKARTA, forumsumbar —Jelang tiga puluh lima tahun keberadaan Fakultas Teknik Universitas Andalas, eksistensi dan prospek untuk meningkatkan capaian keunggulan menjadi topik hangat di pertemuan informal KATUA dengan Dekan Fakultas Teknik Unand Insannul Kamil, Minggu (22/12).
Bertempat di lantai dua restoran Kubang Saharjo, Dekan Fakultas Teknik Insannul Kamil secara panjang lebar dan dengan sangat runut menjelaskan posisi terakhir Fakultas Teknik di depan sejumlah alumni. Termasuk tujuan kehadirannya bersama Wakil Dekan Prof. Gunawarman ke Jakarta, yang juga mewakili Rektor Universitas Andalas di acara Jalan Sehat IKA Unand Jabodetabek.
Berbagai capaian akademik dan program yang bisa disinergikan inilah yang akan disampaikan pada publik saat Lustrum VII Fakultas Teknik Mei 2020 nanti. Terkhusus kepada pengurus dan aktivis KATUA (Keluarga Alumni Teknik Universitas Andalas) sebagai wadah informasi dan komunikasi lebih dari enam ribu alumni FT.
Karena biar bagaimanapun, jauh lebih efektif kerja sama yang dibangun antara alumni dengan fakultas, peran aktif lebih berdaya ungkit tinggi sekiranya pihak kampus yang menginisiasi.

Alumni angkatan pertama, Surya Tri Harto, menyampaikan pandangannya tentang dinamika KATUA dengan tahapan membangun organisasi yang telah melewati tahap Solidarity dan Institusionalisasi, kini memasuki fase Kontribusi dan Inspirasi. Maka sikap proaktif yang ditunjukkan Dekan dengan menginisiasi pertemuan ini patut diapresiasi, tinggal bagaimana menindaklanjutinya secara efektif, ungkap pria yang juga Ketua Harian DPP IKA Unand itu.
Maka sudah menjadi tugas kita bersama, menjabarkan informasi dan posisi strategis Fakultas Teknik bisa terwujud dalam bentuk kerja sama konkret alumni dan fakultas. “Dari pengalaman saya mengajar di beberapa kampus swasta di Jakarta, terasa sekali beda perhatian dan dukungan pimpinan terhadap proses akademik, bangga menjadi alumni Teknik,” timpal Yudi ‘bule’ dari angkatan 1990.
Pertemuan yang dimoderatori Ilhamsyah Mirman, Sekretaris Dewan Penasehat IKA Unand Jabodetabek, menghasilkan sejumlah poin kesepakatan yang akan dipertajam lebih konkret, termasuk tentang kesiapan Kongres III KATUA yang rencananya dihelat Agustus 2020 dengan serangkaian acara terkait.
Seminar Internasional, “Ondeh Mandeh” Run, Aksi Pantai Bersih serta pemanfaatan ajang Car Free Day sebagai media pertemuan rutin adalah beberapa hal yang juga dibahas pada pertemuan yang dihadiri penggerak KATUA Doni, Yotris dan Nofrizal ‘Achiak’ serta sejumlah alumni muda seperti Rofi dan Uun dari angkatan 2011. (Ilham)























