
PADANG, forumsumbar —-Sebagai perguruan tinggi yang berbasis pada bidang kesehatan dan teknologi informasi (IT), Universitas Perintis Indonesia (Upertis) ikut berpartisipasi dalam persoalan kebencanaan di Kota Padang.
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya, 25-26 September 2024, tim dari Upertis bersama-sama dengan stakeholder kebencanaan lainnya, ikut hadir dalam kegiatan pengurangan risiko bencana dalam sub-kluster kesehatan dan simulasi pengurangan risiko bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah berpotensi bencana.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula DKK (Dinas Kesehatan Kota) dan di lapangan APKASI Balaikota Padang di Aia Pacah tersebut, dari Upertis dihadiri oleh staf Sarana dan Prasarana, mahasiswa serta sopir ambulans milik kampus.
Di samping tim dari Upertis, ikut menjadi peserta beberapa stakeholder dari kluster dan sub-kluster penanggulangan bencana Kota Padang, hingga ke kluster puskesmas dan masyarakat. Di antaranya dari BPBD, Dinkes, Dinsos, RAPI Padang, EMT (Emergency Medical Team) Kesehatan Sumatera, Mahasiswa Magister Epidemiologi Unand, dan sopir ambulans.
Kemudian dari Sub-kluster Pelayanan Kesehatan, Sub-kluster Kesehatan Reproduksi, Sub-kluster Gizi, Kesling, Keswa, IFK Logistik, dan para penanggungjawab bencana lainnya.
Tim Upertis yang ikut, sangat antusias dengan kegiatan yang digelar oleh Pemko Padang ini. “Kami dari Upertis mengapresiasi kegiatan yang memberikan pengetahuan tentang kebencanaan dan mitigasinya ini, sehingganya ke depan lebih siap siaga dengan bencana yang ada,” ujar Doris, pegawai Upertis, yang juga merupakan mahasiswa Field Studi Unand, yang ikut kegiatan ini.

Saat kegiatan tersebut, Kepala DKK Padang dr Srikurnia Yati dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam penanganan kejadian bencana. Dimulai dari sebelum bencana, hingga saat terjadinya bencana, serta juga pasca-bencana.
“Kluster kesehatan mesti sudah siap secara sarana dan prasarana, serta logistik. Dan petugas maupun relawan harus mampu menganalisa tindakan kegawat-daruratan, sehingga bisa diambil keputusan yang tepat,” ujar dr Srikurnia.
Ditambahkannya, setiap sektor dan kluster harus mampu menghitung dan merincikan kebutuhan sarana yang akan dibutuhkan di masing-masing wilayah pada waktu pra-bencana, hingga bencana, serta pasca-bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dr Srikurnia ada kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan kemudian memaksimalkan mitigasi bencana.
Upaya di bidang kesehatan, sub-kluster antar sektor yang sudah dibentuk, harus siap dengan frekuensi radio yang sudah ditetapkan oleh RAPI Padang.
Pada kesempatan itu, turut memberikan materi, Kabid P2P dr Citra Syahrur Septiyenri, serta Sub-koordinator Surveilans dan Bencana Tutwuri Handayani, SKM, MKes.
(Hms)























