• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 15, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kota Beradat

16 Mei 2024
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 538
Dr H Khairul Ikhwan, MM, Bakal Calon Walikota Padang. (Foto : Dok)

Oleh: Khairul Ikhwan (Bakal Calon Walikota Padang)

DENGAN berpakaian preman, polisi menggrebek sejumlah emak-emak yang sedang asyik nongkrong di suatu tempat. Penggrebekkan itu karena aparat kepolisian mendapatkan informasi tentang aktivitas melanggar hukum. Dan, benar saja. Tertangkap tangan, emak-emak itu sedang bermain judi remi.

Video emak-emak tertangkap bermain judi itu viral. Sebenarnya, aksi polisi menggrebek aktivitas melanggar hukum itu adalah hal yang biasa. Di televisi, banyak tayangan penggrebekkan terduga pelaku kejahatan jalanan.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
41
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
32
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
100

Namun, video emak-emak bermain jugi ini agak berbeda. Selain pelakunya adalah perempuan yang sudah nenek-nenek, mereka digrebek di Kota Padang yang terkenal dengan negeri matrilinel, di mana kaum perempuannya dikenal dengan bundo kanduang.

Tentu saja membuat heboh. Orang-orang tak habis pikir, bagaimana mungkin perempuan yang terpandang agung dan terhormat di Ranah Minang bisa melakukan perbuatan yang sangat buruk? Apakah perempuan-perempuan itu tak pernah dididik sebagai limpapeh? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini menjelaskan tentang kejadian yang menghebohkan di Kota Padang tersebut.

Kota Padang memang sudah menjelma sebagai kota metropolitan. Mobilitas warganya sangat tinggi. Sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat sosial, Kota Padang kemudian menjadi rumah bagi semua orang. Kota ini multiras, multibudaya, multisuku, multistrata sosial. Pengaruh budaya asing, kebebasan informasi membuat warga kota mudah terpengaruh. Dan, mereka mudah pula tercerabut dari akat budayanya.

Inilah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan emak-emak tertangkap berjudi itu lupa menjadi bundo kanduang. Barangkali, mereka justru tak tahu apa itu bundo kanduang. Tak tahu sama sekali dengan limpapeh rumah nan gadang. Kata tersebut, bisa jadi asing di telinga mereka. Kalau emak-emak yang sudah nenek-nenek saja tak kenal dengan jati diri mereka, bagaimana pula dengan perempuan-perempuan generasi sekarang? Sungguh, negeri ini sudah kehilangan sekian generasi perempuannya.

Secara awam, kekhawatiran tercerabutnya akar jati diri perempuan di negeri ini bisa dipertanyakan kepada perempuan milenial sekarang. Dalam kehidupan nyata, dengan mudah perempuan milenial itu menyebut: aku tidak bisa memasak. Bahkan, di Kota Padang, ada perempuan milenial yang ditanya tentang sukunya, ia sama sekali tak bisa menjawab. Apalagi, kalau ditanya, siapa mamaknya, siapa datuknya, makin mengernyit keningnya.

Tertangkapnya emak-emak berjudi di Kota Padang bisa jadi adalah persoalan sepele. Tapi, persoalan sepele itu justru mendapat perhatian banyak orang. Sebab, kehilangan jati diri ini bukanlah persoalan sederhana. Ia menjadi fenomena gunung es yang memicu persoalan yang lebih besar.

Memicu kriminalitas, konflik sosial, yang lebih memprihatinkan adalah terputusnya generasi perempuan Minang di Kota Padang. Kalau di suatu negeri perempuannya sudah rusak, maka rusaklah negeri tersebut.

Inilah akibat ketika akar budaya, jati diri hanya dianggap sebagai persoalan sepele. Banyak perempuan yang terlepas dari citra jati dirinya. Banyak perempuan di Kota Padang yang tak tahu lagi bagaimana berlaku sebagai perempuan Minang sejati. Semua ini bermula ketika perkara adat dan budaya dipandang sebelah mata.

Kota Padang memang sudah mempunyai pengajaran adat dan budaya. Adat dan budaya Minang menjadi muatan lokal yang diajarkan di bangku sekolah. Daripada tidak sama sekali, pengajaran adat dan budaya di sekolah itu memang patut diapresiasi. Tapi, untuk menjadikan adat dan budaya sebagai jati diri, jalan hidup, identitas, tak cukup dengan pelajaran di sekolah saja.

Implementasi adat dan budaya Minang itu harus ada dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk karakter masyarakat, membentuk pribadi-pribadi yang hidup dalam masyarakat tersebut. Karena itulah, implemntasi adat dan budaya itu bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi menjadi tanggung jawab semua institusi yang ada di masyarakat, terutama keluarga.

Hal yang paling mendasar adalah, akar adat dan budaya Minang itu ada pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Sasandi Kitabullah. Akar falsafah hidup inilah role dalam kehidupan sehari-hari. Falsafah hidup yang menggerakkan fungsi bundo kanduang, ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama; tigo tungku sajarangan.

Mewujudkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah bukanlah perkara yang mudah. Apalagi, dalam masyarakat kota yang sudah tergerus jati diri karena pengaruh bermacam nilai. Karena itulah, menjadikan Kota Padang sebagai Kota Beradat merupakan sebuah visi yang sangat besar.

Padang sebagai Kota Beradat bagi orang-orang yang sinis barangkali dianggap sebatas primordial, ketinggalan zaman. Tentu saja, itu adalah pemahaman yang salah terhadap falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Falsafah ABSSBK adalah jalan hidup. Sesuai dengan prinsipnya, falsafah ABSSBK itu tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan.

Sudah saatnya, implementasi adat dan budaya itu tak lagi bersifat primordial, apalagi sekadar formalitas dan seremonial. Visi Padang Kota Beradat adalah menjadikan adat dan budaya yang berakar pada falsafah ABSSBK sebagai jalan hidup, jati diri, role mode. Dengan begitu, perempuan-perempuan di kota ini akan menjadi limpapeh yang sebenarnya. Laki-lakinya, menjadi ninik mamak, urang sumando, jadi anak-kemenakan yang sebaik-baiknya. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Benny Dwifa Harap Masyarakat Nagari Siaur Terus Bekerjasama dan Bersinergi dengan Pemkab Sijunjung

Next Post

13 Excavator Dikerahkan Kementerian PUPR Tangani Bencana Banjir Bandang di Sumbar

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
41
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
32
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
100
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
112
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
52
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
47
Next Post
13 Excavator Dikerahkan Kementerian PUPR Tangani Bencana Banjir Bandang di Sumbar

13 Excavator Dikerahkan Kementerian PUPR Tangani Bencana Banjir Bandang di Sumbar

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,303)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,351)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,587)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,732)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,673)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,203)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,780)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (31,130)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,084)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (27,886)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
346
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
495
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
116
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
132
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In