PARIAMAN, forumsumbar —Tekad birokrat senior H. Buyung Lapau, SSos, MSi untuk mengabdi ke kampung halamannya sudah bulat. Putra Barangan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman yang sudah 27 tahun malang melintang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu, maju sebagai bakal calon bupati di Pilkada Padang Pariaman 2020 mendatang.
Komunikasi yang intens terus ia bangun untuk bisa ikut di dalam kontestasi politik lima tahunan itu, dengan mendaftar ke PKB, Nasdem dan lainnya. Malahan selentingan kabar, dari PKB sudah menjagokan Buyung Lapau untuk diusung. Tinggal lagi membangun koalisi, karena PKB hanya punya 4 kursi di DPRD Padang Pariaman. Sementara untuk mengusung minimal 8 kursi.
Belasan tahun Buyung Lapau mengabdi di Kota Sawahlunto, terakhir ia menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan kemudian tahun ini pindah ke Kota Pariaman menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

Buyung yang tamatan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), dan pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) itu, jabatan yang diembannya tidak terlepas dari masalah keuangan daerah. Jadi persoalan manajemen dan pengelolaan keuangan daerah, Buyung Lapau adalah ahlinya.
Dengan pengalaman yang ada itu, Buyung Lapau siap mengabdikan dirinya untuk membangun kampung halaman. Dengan sisa masa kerja yang 5 tahun lagi, manakala untuk maju sebagai calon bupati ada persyaratan mundur dari ASN, “Demi Padang Pariaman siap”, tegas Buyung dalam pesan WhatsApp-nya.
Melihat kondisi yang ada saat ini, Padang Pariaman butuh pemimpin yang mengerti penyelenggaraan pemerintahan, dan pelaksanaan pembangunan, khususnya yang menyangkut pada masalah keuangan daerah. Hal itu ada pada Buyung Lapau yang seorang birokrat, dan sangat menguasai masalah keuangan daerah. (Rel)























