• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Juni 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kearifan akan Pengetahuan Lokal Masyarakat

22 Oktober 2023
in Artikel
Reading Time: 3min read
Views: 777
Dr Wirdanengsih, SSos, MSi, Kepala Pusat Riset Kearifan Lokal UNP. (Foto : Dok)

Oleh: Dr Wirdanengsih, SSos, MSi
(Kepala Pusat Riset Kearifan Lokal UNP)

DALAM berbagai kesempatan, umumnya kepala daerah dan wakilnya dalam suatu provinsi, baik kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/kanagarian, dalam menjalankan roda pemerintahan mengemukakan, akan memiliki komitmen untuk rajin ke lapangan, berdialog dengan masyarakat, melihat langsung kondisi rill di lapangan.

Berkunjung ke sentra ekonomi untuk melihat apa yang menjadi kendala yang dihadapi masyarakat, yang artinya kepala daerah ini dan wakilnya mempunyai komitmen tidak hanya sekadar menerima laporan jajaran SKPD saja.

Lihat Juga

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

22 Juni 2026
41
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

13 Juni 2026
37
Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

8 Juni 2026
41

​Berbagai program penangulangan kemiskinan mulai dicanangkan dan dilakukan, salah satunya program untuk petani, yang digagas untuk mengerakkan perekonomian masyarakat. Program pro-petani juga dijabarkan dalam program penyejahteraan petani. Dan ini akan melibatkan berbagai instansi terkait.

​Sebelum program ini lebih lanjut di lakukan, suatu hal yang perlu di respons tentang wacana pentingnya memahami pengetahuan lokal masyarakat dalam proses pembangunan agar program yang ada tidak menjadikan “pemasungan kreativitas masyarakat yang telah ada terabaikan”.

Kita dapat berkaca pada peristiwa ledakan hama wereng yang sangat serius di jalan Pantura Jawa Barat dan ledakan hama belalang di Lampung beberapa tahun yang lalu. Dalam kedua peristiwa di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa dalam proses pembangunannya terdapat suatu pengetahuan lokal yang teracuhkan.

Pengetahuan ilmiah sering dianggap sebagai landasan satu-satunya bagi pengaturan kehidupan di dunia oleh pengambil kebijakan di negeri ini. Telah berkembang suatu hegemoni pengetahuan ilmiah atas pengetahuan-pengetahuan lain yang banyak tersebar dalam komunitas masyarakat lokal.

Dengan kata lain, ada suatu degradasi terhadap pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat yang secara tidak langsung juga mendegradasi atas kebebasan masyarakat untuk beradaptasi dalam pengelolaan sumber daya bagi kelangsungan hidup masyarakat agar tetap dapat bertahan hidup.

​Ada kecenderungan wacana, pengetahuan dan reproduksi kekuasaaan atas pelaksanaan pembangunan itu datangnya dari pihak atas (top down), dimana pembangunan dilakukan tanpa melibatkan penduduk setempat dalam proses perencanaan dan tidak menganggap bahwa potensi lokal yang dimiliki masyarakat satu hal yang utama serta tidak mempertimbangkan apa yang menjadi kebudayaan petani.

Pada penelitian Yunita (1997), ledakan hama dalam dua peristiwa ini mengambarkan ketidaktahuan petani atas apa yang dilakukan bukan atas akumulasi proses pengetahuan dan pengalaman yang kaya mereka miliki sebagai landasan wujud tingkah laku mereka.

Rekomendasi dan penekanan dari pemerintah atas program pengunaan pestisida, pupuk, kredit dan lain-lainnya dilakukan secara terpaksa oleh petani tanpa mereka memahami mengapa mereka harus mengunakan pupuk urea, padahal lewat proses pengalaman mereka dalam bercocok tanam bertahun-tahun tanpa pupuk semacam itu pun telah dapat memenuhi kebutuhan mereka. Aneka ragam pupuk kimia termasuk pestisida sangat dianjurkan kepada petani untuk mengunakannya.

​Petani dalam proses sebelumnya, memiliki kebebasan yang tinggi terhadap jenis padi yang cocok dan tepat untuk ditanam, petani belajar dan belajar terus mencoba bermacam-macam jenis padi hingga mereka menemukan hasil gabah sesuai dengan harapan mereka

Begitu juga dengan petak-petak sawah mereka tanami dengan jenis padi yang berbeda satu sama lainnya. Pemilihan padi ini tidak hanya berangkat dari hasil keputusan yang tampaknya sesaat, melainkan seperangkat pengetahuan ekologi yang kaya melalui proses belajar terus-menerus “mencoba dan mencoba” terhadap lahannya yang meliputi perlakuan air di sawah, pupuk, pengolahan tanah, pengendalian hama, umur padi, kualitas gabah dan lain-lain.

Petani mengambil keputusan atas pertanian mereka merupakan proses belajar dan pengamatan yang mereka miliki sehingga mereka memiliki kekayaan pengetahuan ekologiI yang dijalani dari musim ke musim.

​Namun sejak adanya program pemerintah, sepertinya sering dipaksakan kepada petani, malah terjadi ledakan-ledakan hama yang tidak terkendali. hasil penelitian yang dilakukan oleh Labor Antrpolologi FISIP Universitas Indonesia (UI) menunjukkan ada suatu pengkerdilan terhadap pengetahuan ekologi mereka melalui program-program tersebut.

Mereka menjadi pelaku-pelaku yang diatur oleh pemerintah: apa yang harus di tanam, kapan mulai menanam dan bagaimana menanamnya, Dan sebagai pelaku, mereka harus menjadi pelaku yang patuh agar katanya tidak gagal program pertanian yang dicanangkan pemerintah sehingga terjadilah apa yang dikatakan dengan pemasungan kebebasan petani yang berdampak pada peristiwa ledakan hama besar-besaran.

Akhir kata, bagaimana kita ke depan, melalui program yang akan di lakukan, kita harus banyak belajar dari program pembangunan yang sebenarnya tujuan baik tapi kurang bermakna bagi penyelesaian masalah bagi masyarakat.

Daftar Pustaka;
Yunita. T.Winarto. Pendekatan Prosesual, Menjawab Tantangan Dalam Mengkaji Dinamika Budaya. Jurnal Antropologi UI No 60 tahun XXXIII Agustus-Oktober 1999

ShareTweetSendShare
Previous Post

Nevi Zuairina Hadiri Wirid Rawiya di Kabupaten Pasaman

Next Post

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional, DPD RI Dorong Pengembangan Industri Hilirisasi Nikel

BeritaTerkait

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

22 Juni 2026
41
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.
Artikel

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

13 Juni 2026
37
Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand
Artikel

Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

8 Juni 2026
41
Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk
Artikel

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
20
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking
Artikel

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
36
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?
Artikel

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
26
Next Post
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional, DPD RI Dorong Pengembangan Industri Hilirisasi Nikel

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional, DPD RI Dorong Pengembangan Industri Hilirisasi Nikel

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,609)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,528)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,815)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,505)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,944)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,418)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,897)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,882)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,187)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,285)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
177
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
362
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
504
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
242
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
121
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
199
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
133

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In