• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, April 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Makna dari Pepatah: Surang Makan Cubadak Sadonyo Kanai Gatahnyo, Saikua Bakubang Sakandang Kanai Luluaknyo

16 Mei 2023
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 3,326
Dwino Scorpio, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Dwino Scorpio

INDONESIA adalah salah satu bangsa yang memiliki banyak pulau, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari banyaknya pulau tersebut maka Indonesia juga beragam suku dan budaya.

Budaya merupakan salah satu aset bangsa yang berharga. Budaya juga berfungsi sebagai nilai dan norma yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki adab dan adat dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya yang harus tetap terjaga keaslian budayanya dari budaya luar.

Lihat Juga

Catatan dari Halal Bihalal Gonjong Limo Kota Padang; Mambangun Kampuang, Antara Harapan dan Kenyataan

Catatan dari Halal Bihalal Gonjong Limo Kota Padang; Mambangun Kampuang, Antara Harapan dan Kenyataan

21 April 2026
80
Literacy dan Literary

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34

Dari sekian banyaknya budaya yang berada di Indonesia budaya Minangkabau salah satu contohnya, merupakan salah satu budaya yang berada di pulau Sumatera, yang lebih tepatnya berada di Sumatra Barat.

Minangkabau juga memiliki corak budaya yang beragam pula, salah satu contohnya seperti kebiasaan masyarakatnya yang sering membawakan pepatah petitih saat menggelar suatu acara-acara tertentu.

Jadi pepatah-petitih adalah salah satu bentuk dari sastra lisan yang di dalamnya mengandung makna dan kalimat kiasan untuk maksud tertentu. Supaya manusia atau masyarakat bisa menegakkan sikap yang beretika dan berperilaku baik dalam kehidupan.

Ada banyak pepatah petitih yang ada di Minangkabau, yang harus kita ketahui, dan berikut ini merupakan salah satu contoh pepatah Minangkabau yang sering diuncapkan atau sebagai pedoman oleh masyarakat Minangkabau yaitu; “Surang makan cubadak sadonyo kanai gatahnyo. Saikua bakubang, sakandang kanai luluaknyo”.

Itu merupakan salah satu pepatah petitih Minangkabau, pepatah tersebut memiliki makna yang terkandung di dalamnya, apa makna pepatah petitih tersebut?

Sebelum kita mengetahui apa makna dan arti yang terkandung di dalam pepatah tersebut, sebaiknya kita juga harus mengetahui apa arti yang terdapat pada setiap kalimat tersebut supaya masyarakat luar Sumatera Barat juga mengetahui arti-arti yang setiap kalimat tersebut.

Pada bagian pertama ada kata surang. Kata surang kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah sendiri, dan selanjutnya ada kata cubadak merupakan buah nangka. Dan kata berikutnya yaitu sadonyo kanai gatahnyo.

Kata sadonyo, kalau Bahasa Indonesia-nya adalah semuanya, dan kata kanai gatahnyo. Kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia-nya adalah kena getahnya.

Kata berikutnya yaitu saikua bakubang. Kalau dalam Bahasa Indonesia adalah seekor berkubang. Dan sakandang kanai luluaknyo, yang artinya yaitu satu kandang yang kena lumpurnya.

Jika diartikan seluruhnya ke dalam Bahasa Indonesia yaitu sendiri makan nangka, semua kena getahnya, satu ekor berkubang, semua kena lumpurnya. Jika dilahat dari artinya tersebut, maka makna dari pepatah tersebut adalah sesuatu perbuatan yang tercela menurut adat dan agama, yang dikerjakan oleh salah satu anggota kelompok maka yang mendapat dampaknya yaitu seluruh anggota kaum yang lainnya.

Jadi pepatah petitih tersebut mengajarkan kita supaya tidak membuat kesalahan atau melanggar suatu perbuatan yang tercela, supaya orang-orang terdekat kita tidak terkena dampak dari perbuatan tercela kita, padahal mereka tidak melakukan kesalahan.

Itulah penjelasan singkat tentang makna pepatah Minangkabau yang mengatakan “Surang makan cubadak sadonyo kanai gatahnyo. Saikua bakubang, sadonyo janai luluaknyo”, tidak hanya itu pepatah petitih Minangkabau, tetapi memiliki banyak pepatah petitih Minangkabau yang harus dipahami supaya kita tetap dapat menyampaikan pepatah petitih tersebut ke generasi berikutnya, dan mereka juga memahami pepatah petitih tersebut, sehingga pepatah petitih tersebut tidak hilang oleh kemajuan zaman, karena banyak keuntungan yang didapat atau diperoleh dari mengenal pepatah petitih tersebut. *)

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tak Henti Berbagi, Nevi Zuairina Bersama ALPPIND dan RKI Sebar Sembako di Jumat Berkah

Next Post

Pepatah Petitih Minang: Gabak di Ulu Tando ka Ujan, Cewang di Langik Tando ka Paneh

BeritaTerkait

Catatan dari Halal Bihalal Gonjong Limo Kota Padang; Mambangun Kampuang, Antara Harapan dan Kenyataan
Opini

Catatan dari Halal Bihalal Gonjong Limo Kota Padang; Mambangun Kampuang, Antara Harapan dan Kenyataan

21 April 2026
80
Literacy dan Literary
Opini

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat
Opini

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental
Opini

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70
Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’
Opini

Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’

4 Maret 2026
25
The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Opini

The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar

1 Maret 2026
45
Next Post
Makna dari Pepatah: Surang Makan Cubadak Sadonyo Kanai Gatahnyo, Saikua Bakubang Sakandang Kanai Luluaknyo

Pepatah Petitih Minang: Gabak di Ulu Tando ka Ujan, Cewang di Langik Tando ka Paneh

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,263)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,467)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,601)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (33,668)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,547)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,106)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,974)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (28,584)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (27,503)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (24,243)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
158
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
336
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
490
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
189
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
125

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In