
PADANG, forumsumbar —Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka secara resmi bimbingan teknis (Bimtek) Lembaga Adat angkatan pertama bertempat di Roky Hotel Padang, Senin (8/5/2023)
Ia menyampaikan pada peserta Bimtek Lembaga Adat perlunya menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal oleh ninik mamak pemangku adat kaum di setiap nagari nagari di Minangkabau.
Selanjutnya, Mahyeldi menyampaikan bahwa para ninik mamak mempunyai ikatan emosional yang kuat bagi masyarakat di Minangkabau, dan lembaga adat yang merupakan mitra pemerintah merupakan modal untuk memperkuat masyarakat adat di nagari.
“Adapun penguatan Lembaga Adat dan budaya Minangkabau telah diatur dalam Undang undang dasar 1945,” ujar gubernur.
Gubernur mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Sumbar Muzli M Nur atas perhatiannya selama ini terhadap masyarakat di nagari, dimana banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sumbar, merupakan pokok pikiran (pokir) dari Muzli.
Disamping itu, Muzli menyampaikan kepada peserta bimtek yang hadir, seandainya terjadi permasalahan di suatu kaum, ninik mamak harus cepat menyelesaikannya, jangan sampai penyelesaian tersebut dibawa ke aparat penegak hukum.

Artinya, kata Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar itu, permasalahan di nagari harus diutamakan diselesaikan terlebih dulu oleh ninik mamak kaumnya.
Turut sebagai narasumber Bimtek Lembaga Adat, Bupati Pasaman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Teddy Marta yang menyampaikan materi Undang-Undang tentang Desa/Nagari.
Peserta Bimtek ini terdiri dari ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang parik paga dalam nagari dan tokoh masyarakat Pasaman.
(Rel/Zul)























