
Oleh: Aisah Sulia Fitri
MANUSKRIP atau naskah kuno adalah salah satu sumber yang belum diolah dan masih dalam bentuk asli atau sumber informasi yang sedang dipelajari.
Manuskrip adalah naskah yang belum terbit yang ditulis tangan yang menjadi objek kajian filologi. EFEO (École française d’Extrême-Orient) Paris adalah sebuah lembaga penelitian di Prancis yang khusus mempelajari tentang Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.
Salah satu fokus penelitian di EFEO Paris adalah mengumpulkan, menerjemahkan, dan mempublikasikan naskah-naskah kuno dari wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk naskah-naskah Nusantara.
EFEO atau École française d’Extrême-Orient adalah sebuah lembaga penelitian yang didirikan pada tahun 1900 oleh pemerintah Prancis untuk mempelajari dan mempromosikan studi tentang budaya dan bahasa di Asia Timur, Tenggara, dan Selatan.
EFEO memiliki peran penting dalam mengumpulkan, menjaga, dan mempelajari naskah-naskah kuno di Nusantara dan Asia. Beberapa contoh naskah penting lainnya yang disimpan di EFEO antara lain: Naskah-naskah Bali, termasuk Serat Pararaton dan Serat Sabdakalpadruma. Naskah-naskah Jawa, seperti Babad Tanah Jawi,Serat Wedhatama, dan Serat Damarwulan. Naskah-naskah dari Sumatra, termasuk naskah-naskah dalam bahasa Batak, seperti Pustaha Batak dan naskah-naskah dalam bahasa Melayu, seperti Hikayat Raja-raja Pasai.
Naskah-naskah Nusantara yang terdapat di EFEO Paris berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Bali, dan Sumatera. Naskah-naskah tersebut memiliki nilai sejarah, kebudayaan, dan linguistik yang sangat penting untuk memahami sejarah dan budaya Indonesia.
Beberapa contoh naskah Nusantara yang terdapat di EFEO Paris antara lain: Babad Tanah Jawi, sebuah naskah sejarah Jawa yang memuat sejarah Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan lain di Jawa.
Serat Kanda, sebuah naskah Sastra Jawa yang berisi kisah perjalanan seorang tokoh bernama Kanda dalam mencari kebenaran dan kebahagiaan hidup.
Babad Bali, sebuah naskah sejarah Bali yang memuat sejarah Kerajaan Bali dan budaya Bali.
Suluk Tambangraras, sebuah naskah Sastra Jawa yang berisi ajaran-ajaran Islam dan mistisisme Jawa.
Salah satu koleksi penting yang dimiliki EFEO adalah kumpulan naskah-naskah kuno Nusantara yang ada diperpustakaan tersebut sebanyak 25 naskah.
Naskah-naskah yang ada di EFEO Paris berasal dari empat wilayah yang berbeda yaitu Bali terdapat 15 naskah, Batak ada 3 naskah, Jawa 2 naskah, dan Sasak ada 5 naskah. Koleksi ini dapat diakses oleh para peneliti dan akademisi yang tertarik dalam mempelajari dan menganalisis aspek-aspek budaya, sejarah, dan bahasa Indonesia.
Naskah-naskah Nusantara di EFEO Paris telah dipelajari oleh para ahli sejarah, bahasa, dan budaya Indonesia dari berbagai negara. Melalui pengumpulan, penerjemahan, dan publikasi naskah-naskah ini, EFEO Paris telah memberikan kontribusi besar dalam memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia, serta memperkuat hubungan antara Prancis dan Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Asal usul naskah-naskah tidak terlalu jelas, akan tetapi dari 25 naskah hanya 7 naskah yang dapat ditelusuri asal usulnya. Satu naskah berasal dari Jakarta merupakan sumbangan Pierre Yves Manguin pada tanggal 21 Mei 1979 dan 6 naskah berasal dari Cakranagara (Lombok). Sumbangan Jacques Dumarçay tertanggal 8 September 1999.
Pada proses pendeskripsian naskah ini, kami menemukan sebuah informasi bahwa Ibu Vivianne Sukanda-Tessier (wafat pada bulan Januari tahun 2014) sudah mendeskripsikan koleksi ini.
Kandungan naskah-naskah mencakup beragam tema, seperti Formulamagis (mantra), sistem penanggalan Bali (wariga), petunjuk dalam melaksanakan yoga (kidung yajña), arsitektur (asta kosali), upacara pengusiran roh jahat (calon arang), ësiognomoni (pawilangan Nikep manuk), juga beberapa teks sastra yang terkenal (Malat, Yusuf, Menak).
Meskipun sebagian besar naskah barlatar agama Hindu akan tetapi juga ada yang berlatar agama Islam, yaitu kelompok naskah Sasak sumbangan Jacques Dumarcay.
Walaupun jumlah naskah yang terdapat di perpustakaan EFEO Paris tidak banyak, akan tetapi dapat menarik untuk diteliti oleh para filolog. *)
Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)























