• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Pulang Basamo di Hari Raya Idul Fitri Bagi Perantau Asal Minang

27 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 674
Hendri Pratama, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Hendri Pratama

INDONESIA merupakan negara kepulauan yang mempunyai beragam khas budaya adat istiadat serta tradisi-tradisi yang dimiliki oleh masyarakat di seluruh penjuru Indonesia ini, salah satunya adalah di Minangkabau.

Minangkabau merupakan sekelompok etnis dimana masyarakatnya masih menerapkan budaya, adat istiadat serta tradisi-tradisi yang diturunkan oleh nenek moyang mereka dahulu. Salah satunya seperti tradisi Pulang Basamo di saat hari raya.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
55
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
103

Di Minangkabau, masyarakatnya terkenal dengan tradisi marantau. Maksudnya yaitu keluar dari kampung halaman ketika telah memasuki masa remaja dan guna untuk mencari kehidupan yang lebih layak di negeri orang.

Baik berguna dalam segi mencari ilmu serta mencari bekal akan kehidupan. Pada saat bulan Ramadhan datang, para perantau asal Minang biasanya bersenang hati ketika hampir mendekati Hari Raya Idul Fitri, dikarenakan mereka akan berkumpul sesama perantau asal Minang Untuk merencanakan tradisi Pulang Basamo.

Pulang Basamo merupakan sebuah tradisi yang dilakukan perantau asal Minang yang mana berarti melakukan mudik ke kampung halaman secara bersama-sama dengan sesama perantau asal Minang dengan tujuan menciptakan silaturahmi di saat Hari Raya Idul Fitri.

Di dalam tradisi Pulang Basamo ini biasanya para perantau menggunakan jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi masing-masing lalu beriring-iringan. Tetapi selain itu ada juga kelompok perantau yang menyewa bus pariwisata bagi yang tidak punya atau kekurangan kendaraan pribadi sebagai transportasi.

Sejak kapan tradisi Pulang Basamo ini dilakukan belum ada literatur serta bukti- bukti konkret yang menjelaskan. Menurut penulis hanya saja tradisi Pulang Basamo ini merupakan sebuah tradisi yang dahulunya telah ada dan diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang dahulu kala hingga sampai saat sekarang ini.

Di dalam kegiatan tradisi Pulang Basamo ini tentu terdapat makna yang sangat berarti bagi perantau asal Minang, yaitu bagaimana mempererat rasa kekeluargaan dan rasa kesatuan antar sesama perantau Minang di tanah rantau.

Tradisi Pulang Basamo inilah di anggap sebagai momen-momen yang berharga dan istimewa yang dinanti-nantikan oleh perantau asal Minang karena selain dianggap sebagai tradisi juga sekaligus menjadi kesempatan untuk bertraveling ria bersama sama.

Kini kebanyakan para perantau asal Minang kembali ke kampung halaman mereka dengan keinginan masing masing saja. Jika mereka ingin, mereka akan bisa melakukannya sendiri dan kapan saja ketika mereka merasa merindukan kampung halamannya.

Biasanya terjadi perbedaan antara perantau dari daerah yang sama dengan perantau daerah yang berbeda. Maka hal ini terjadi dikarenakan serta disebabkan terjadi karena adanya di antara perkumpulan–perkumpulan masyarakat perantau asal Minang tersebut yang menyatukan para anggota-anggota yang lainnya sehingga tradisi Pulang Basamo ini  tidak dapat dilakukan, sehingga pertimbangan jadwal antara perantau Minang yang biasanya saling dapat menyebabkan berbenturan.

Di dalam tradisi Pulang Basamo ini biasanya dilakukan pada satu minggu sebelum lebaran Idul Fitri tiba. Caranya beragam ragam, ada yang menyewa bus, dan ada pula biasanya dari organisasi-organisasi kekeberatan yang menyediakan transportasi gratis untuk digunakan para perantau Minang untuk pulang ke kampung halaman.

Ketika tanggal untuk tradisi Pulang Basamo telah ditetapkan, para perantau Minang akan berkumpul di satu titik yang telah ditentukan, dan kemudian berangkat menuju kampung halaman mereka.

Perjalanan ini sudah tentu menjadi seru, disebabkan biasanya para perantau Minang tersebut sudah saling mengenal sesama perantau Minang lainnya, sehingga masalah lelah dalam perjalanan sudah teratasi dengan mengobrol serta bercanda ria dengan obrolan tentang masa-masa kecil dahulu yang penuh kenangan, serta banyang-banyangan kampung halaman yang sudah terlihat di pelupuk mata yang sudah tak sabar untuk menemui dan berkumpul dengan sanak saudara dan orang tua di sana.

Tradisi Pulang Basamo juga sudah merupakan hal yang menjadi sebuah tradisi wajib bagi perantau Minang sejak dahulu kala. Maka dari kegiatan tradisi Pulang  Basamo ini terdapat makna-makna yang mengandung nilai hal positif, baik bagi masyarakat yang berada di kampung halaman, maupun bagi perantau Minang sendiri ,dan dengan kegiatan tradisi Pulang Basamo inilah perantau asal Minang ini dapat juga berkumpul dengan sanak saudara, keluarga serta famili-famili yang ada di kampung halaman.

Disisi lain juga mereka juga bisa bernostalgia dan “bagurau” dan bercanda ria dengan kawan semasa muda remaja di kampung halaman dulu.

Dalam tradisi Pulang Basamo ini juga terdapat aktivitas yang mana sebagai mempererat silahturahmi secara umum antara rantau dan kampung. Anak-anak yang lahir di perantauan juga akan mengenal sanak saudara famili yang ada di kampung halaman.

Mereka juga bisa mengenal lebih jauh tentang kampung asal orang tua mereka. Maka dengan demikian lah akan tumbuh rasa cinta terhadap kampung halaman mereka.

Pulang ke kampung halaman bagi perantau asal Minang merupakan juga sebagai sebuah bukti yang menunjukkan kalau mereka telah berhasil di perantauan orang. Setidaknya, mereka mampu melihat keluarga, sanak saudara serta famili-famili lainnya ke kampung halaman mereka. Bagi anak Minang itu sebuah kebanggaan. Kepulangan perantau asal Minang ini memang sangat dinanti-nantikan sanak saudara, keluarga, serta famili-famili mereka yang berada di kampung halaman.

Ada banyak sekali faktor-faktor yang mendorong masyarakat yang berada di kampung halaman yang telah menanti-nantikan akan kepulangan para perantau asal Minang ini. Salah satunya ialah mengharapkan dukungan moral dan material untuk pembangunan kampung halaman.

Harapan penulis semoga tradisi yang ada di Minangkabau ini masih tetap terjaga dan terlestarikan salah satunya tradisi Pulang Basamo ini. Semoga tradisi Pulang Basamo ini juga tetap ada dan tetap dilestarikan oleh generasi penerus nantinya agar supaya tradisi seperti ini tidak hilang oleh peradaban zaman yang mana bisa dilihat sekarang ini banyak generasi muda yang sudah tidak mau menahu tentang tradisi-tradisi yang ada di Minangkabau.*)

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tim Safari Ramadhan Sumbar Kunjungi Masjid Muhajirin Sijunjung, Serahkan Bantuan Hibah Rp50 Juta

Next Post

Soal Cawapres KPP, AHY: Diserahkan pada Capres Anies Baswedan

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
55
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
103
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
116
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
48
Next Post
Soal Cawapres KPP, AHY: Diserahkan pada Capres Anies Baswedan

Soal Cawapres KPP, AHY: Diserahkan pada Capres Anies Baswedan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (38,328)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,377)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,622)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,761)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (33,237)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,708)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (32,158)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,050)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,118)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (28,913)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
349
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
236
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
117
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In