
PADANG, forumsumbar —Nagari Kamang ini tidak di Agam, melainkan di Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung. Dan nagari ini mempunyai karakteristik destinasi yang unik karena berada diantara dua daerah provinsi tetangga Sumatera Barat, yaitu Riau dan Jambi.
Nagari Kamang ini bisa disebut daerah segitiga emas, ada Kiliranjao persimpangannya ke Teluk Kuantan Riau.
Salah satu keunikan Nagari Kamang yakni punya spot wisata yang cantik, terutama ada lubang bekas tambang luar batubara yang airnya biru, dan banyak spot destinasi lainnya di Kecamatan Kamang Baru.
“Kamang adalah destinasi bak surga tersembunyi yang dipunyai Sijunjung, tapi yakinlah dengan Nagari Kamang Ranah Idaman Selalu di Hati (NKRI Sehat), destinasi di Kamang akan jadi daya tarik wisatawan, baik nasional maupun manca negara,” ujar Walinagari Kamang Syafri, yang juga Ketua Forwana Kamang Baru, kepada dedengkot pegiat pariwisata Sumbar M Zuhrizul, Bundo Wati, Elfis dan Mabruri Tanjung, Mona Sisca dan Arif Rahman Hakim, Selasa (17/1/2023), di Padang.
Walinagari Kamang Baru siang tadi bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi, dan saat berdiskusi gubernur menantang walinagari menjadikan Kamang Baru sebagai kota berkarakteristik.
“Tantangan Pak Gubernur Mahyeldi saat saya bertemu beliau, Selasa siang tadi, menjadikan Nagari Kamang ini menjadi Kota Berkarektiristik membarakan semangat kami,” ujar Walinagari Syafri.
Selain itu, Kecamatan Kamang Baru punya potensi ekonomi luar biasa, di sini ada tiga pabrik CPO yang beroperasi, selain pengolahan sawit.
Nagari Kamang juga punya pabrik kanebo yang mungkin satu satunya ada di Indonesia. Selain itu karakteristik politik di Kamang pun unik.
“Siapa menang di Kamang jaminan menjadi kepala daerah di Sijunjung, termasuk pemasok suara terhadap caleg di pemilu sebelum-belumnya,” ujar Syafri.
Zuhrizul mengakui Kamang Baru jika dikolaborasikan dan disinergikan akan menjadi destinasi gahar di Sumbar.
“Punya segala-galanya, ada kolam pemandian yang dibangun secara gotong-royong oleh 300 warga, ada BUMNag yang dikelola secara profesional. Jika ada supor dari Pemprov Sumbar, Kamang dan Kamang Baru akan menjadi magnet destinasi baru di khasanah pariwisata di Sumbar,” ujar M Zuhrizul.
Renggo Pernanda, dari IAI yang merupakan Arsitek, Urban Planner, dan Penggiat Pengembangan Wilayah Strategis di Sumatera Barat, yang ikut mendampingi Walinagari Kamang saat bertemu gubernur.
Ia mengapresiasi Walinagari Kamang Syafri yang memaparkan kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi bahwa Nagari Kamang sebagai kawasan yang berpotensi sebagai cikal bakal kota di daerah perbatasan provinsi bagian timur.
“Walinagari Kamang Syafri menyediakan lahan seluas 50 Ha untuk menjadi Pusat Kerajaan Nusantara. Kawasan tersebut diharapkan menjadi kawasan unik yang multi etnis di Nagari Kamang” tutup Renggo.
(Rel/Adr)























