LIMAPULUH KOTA, forumsumbar— Anggota DPR RI dapil Sumbar II Hj Nevi Zuairina akan mengadvokasi pembangunan Irigasi tersier yang salah satunya diperuntukkan untuk aktivitas pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota. Dimana dalam waktu dekat ini, ada dua titik irigasi di dua nagari.
Nevi melakukan lawatan ke dua nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban guna menjangkau serta menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
“Kunjungan saya kali ini sengaja dilaksanakan di luar kunjungan kerja resmi anggota DPR RI, dimaksudkan agar dapat lebih membaur dengan masyarakat. Namun demikian, memang sudah kewajiban Anggota DPR untuk selalu mengunjungi daerah pemilihannya dengan terjun ke masyarakat agar selalu mendapatkan info terbaru kejadian dan kebutuhan masyarakat yang diwakili sehingga menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah selaku eksekutif,” kata Nevi, melalui keterangan persnya, Sabtu (20/8/2022).
Anggota DPR RI yang kini duduk di Komisi VI ini menerangkan, kunjungan ke dua titik irigasi ini lokasi pertama yakni di kawasan wisata agro bisnis ‘Ngalau Tabuak’ yang terletak di Nagari Sitanang.
Di sana, Nevi disambut oleh tiga walinagari, yakni Walinagari Sitanang, Hardison Dt Tulahir, Walinagari Batu Payuang Al Aswandi serta Walinagari Ampalu Asrizal, hingga puluhan masyarakat.
Pada kunjungan ini, legislator perempuan dari PKS ini tampak didampingi oleh anggota DPRD Limapuluh Kota fraksi PKS Zukron.
Adapun lokasi kedua yang dikunjungi Nevi Zuairina, yakni saluran irigasi pertanian di salah satu jorong Nagari Batu Payuang. Di sana, Al Aswandi menyebut, saluran irigasi sepanjang hampir ratusan meter mengering, akibat bagian sisi-sisinya mengalami banyak kebocoran.
“Tali bandar irigasi ini sudah banyak bocor dan harus segera dilakukan perbaikan. Masyarakat kita yang lahan sawahnya berada di sini jadi kesulitan bertani, dan terpaksa menanami jagung, karena tidak bisa memanfaatkan air irigasi untuk sawah,” jelas Nevi berdasar keterangan yang ia dapatkan dari warga dan tokoh setempat yang berada di perbatasan Sumbar-Riau itu.
Mendengar masukan walinagari, Nevi Zuairina mengaku bakal memperjuangkan aspirasi tokoh masyarakat dan para walinagari khususnya di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Hal tersebut, menjadi tanggung jawab baginya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan hak konstituen.
“Ini akan saya jadikan catatan untuk usulan prioritas ke pemerintah serta kementerian terkait, karena tadi sudah kita lihat sendiri bagaimana kondisinya. Mudah-mudahan, InsyaAllah nanti kita proyeksikan bantuan buat pengerjaan proyek jalan dan irigasi,” tutup Nevi Zuairina.
(Rel/nzcenter)























