PADANG PARIAMAN, forumsumbar — Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II, Hj Nevi Zuairina membuka pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (14/11), dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional ke-XXVIII di Sumbar.
Perhatian Anggota Komisi VI DPR RI ini selalu tercurah pada pelaku usaha UMKM karena tidak dipungkiri usaha pada kluster ini merupakan penggerak utama perekonomian nasional yang sedapat mungkin diupayakan agar tidak terganggu.
Mengutip data dari BPS, Nevi mengungkapkan bahwa jumlah UMKM menjapai 64 Juta pelaku usaha. Angka tersebut sangat mendominasi pelaku usaha yang beroperasi di Indonesia.
“Selama pandemi corona, sektor UMKM paling terdampak. Banyak pengusaha UMKM yang telah gulung tikar. Terdapat 30 persen yang usahanya terganggu. Sedangkan yang berusaha menemukan jalan dengan kreativitasnya hanya sekitar 50 hingga 70 persen. KIta semua harus berupaya saling membantu dan memberikan kontribusi untuk menyelamatkan pelaku usaha UMKM”, kata Nevi dalam sambutannya.
Nevi yang juga ketua Dekranasda Sumatera Barat ini mengungkapkan keterangan dari Kementerian Koperasi dan UMKM bahwa selama pandemi ini penjualan di e-commerce naik hingga 26 persen, atau 3,1 juta transaksi per hari. Melihat fenomena ini, ia mengajak pada pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan perpindahan pola usaha dengan menggunakan platform digital agar segera di galakkan. Karena prilaku konsumen dan metode-metode dalam transaksi perniagaan akan secara cepat berubah dengan didominasi pola digitalisasi semua sistem mulai dari manajemen, hingga keuangan.
Dengan menggandeng beberapa BUMN dan pemerintah pusat, Politisi PKS ini terus mengupayakan program-program peningkatan skill SDM maupun peningkatan sistem manajemen perusahaan level UMKM agar lambat laun berubah menjadi perusahaan level menengah hingga besar. Sehingga Pelaku UMKM ini tidak selamanya berada di kluster ini.
“Harus ada kenaikan kelas atau kenaikan tingkat pada skala usaha di pelaku UMKM. Jangan mau terus di sektor UMKM, harus ada peningkatkan. Dan pelaku-pelaku UMKM baru perlu muncul untuk mengisi kekosongan pada usaha yang telah naik tingkat. Inilah rantai pembinaan dan pengkaderan pada sektor UMKM yang terus perlu ditumbuhkan,” ucap Nevi.
Pada kesempatan bertemu dengan para pelaku UMKM di BIM tersebut, Nevi mengemukakan lima strategi pemasaran efektif yang dapat dilakukan pelaku UMKM. Diantaranya adalah (1) Menciptakan Produk Unik, (2) Membuat tujuan iklan yang jelas, (3) Melakukan Online Marketing, (4) Membuat Promo Menarik, dan (5) Selalu Konsisten.
Nevi juga mengajak berbagai elemen usaha besar untuk berpartisipasi dalam pameran UMKM ini. Salah satunya PT Angkasa Pura II Cabang BIM.
“Adanya pameran ini patut diapresiasi semua pihak mengingat kondisi pandemi yang sangat berkepanjangan. Hal ini agar mereka dapat bertahan dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19 sekaligus menjaga semangat para pelakunya. Tentunya setiap kegiatan dan pelaksanaannya, harus memegang erat protokol kesehatan denhan menerapkan pola 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun). Saya mengharapkan untuk selalu disiplin dengan semua aturan, sehingga pameran-pameran yang serupa dapat tetap dilakukan”, tutup Nevi Zuairina.
(Rel/NZCenter)























