PADANG, forumsumbar —Mantan Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus yang ikut dalam rombongan Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla saat kunjungan kerja di Sumbar, Senin – Selasa (2-3/9), mengapresiasi diadakannya Minang Entrepreneurship Award (MEA) 2019.
Menurut Masriadi, MEA sangat bagus untuk memotivasi kaum muda, khususnya mahasiswa dalam mengembangkan jiwa wirausahanya. “Sebagai orang Minang, bakat dagang (wirausaha) itu sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tinggal pihak-pihak terkait bisa memfasilitasi usaha-usaha yang ada dengan maksimal,” ujar Masriadi melalui WA kepada forumsumbar.com.
Kampus sebagai tempat menyemai lahirnya pelanjut tongkat estafet bangsa, sebut Masriadi, harus bisa melahirkan entreprenuer-entreprenuer muda yang mampu mengelola usaha sendiri. Usaha yang ada harus dibarengi dengan pengetahuan mengenai manajemen usaha dan pemasaran, baik langsung maupun melalui digital (internet).
Bukan saja mahasiswa, tetapi kaum muda harus diberi ruang untuk menunjukkan bakat wirausahanya dengan memberikan dukungan berupa pelatihan-pelatihan dan modal usaha. “Harus banyak diberikan motivasi dari pengusaha-pengusaha yang sudah sukses kepada para mahasiswa, maupun kaum muda,” ujar mantan bupati yang menjabat dari tahun 2000-2005 itu.
MEA merupakan kompetisi berwirausaha bagi mahasiswa di perguruan tinggi, dan lahir atas inisiatif dan kesadaran kolektif dari Perguruan Tinggi Sumbar untuk mendorong para mahasiswa berani memulai dan memupuk jiwa wirausaha (entrepreneurship).
Hadiah bagi para pemenang MEA 2019 langsung diberikan Wapres JK yang didampingi Rektor UNP Ganefri dan Rektor Unand Tafdil Husni, di Auditorium UNP Air Tawar Padang. Dari 2 kategori penilaian, mahasiswa Unand berhasil meraih Juara I.
Disampaikan juga oleh Masriadi, pertemuannya dengan Buya Syafii Ma’arif di VVIP Room BIM saat akan berangkat ke Jakarta. Kebetulan salah satu agenda Wapres JK meresmikan asrama putri dan ruang kelas Pesantren Modern Terpadu Prof. Hamka, dimana Buya Syafii menjadi Pembina Yayasan Wawasan Islam Indonesia yang mengelola pesantren tersebut.
Sebelumnya, Masriadi mendampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla pulang kampung ke Lintau Kabupaten Tanah Datar untuk melihat sentra tenun dan pembangunan Masjid Raya Tanjung Bonai. Seterusnya mengunjungi Kawasan Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan. (IK)























