PADANG, forumsumbar —Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumbar siap mengusung Epyardi Asda di Pilkada Sumbar 2020. Hal itu disampaikan Ketua PKB Sumbar Febby Dt. Bangso (FDB), Minggu (1/9), dalam rilisnya ke media. Sosok Epyardi, dianggap sebagai tokoh yang pas memimpin Sumbar ke depan.
“Ini bagian dari itjihad politik PKB yang terus memunculkan dan menawarkan tokoh, sekaligus mendorong untuk menjadi bakal calon gubernur yang akan bertanding pada Pilkada Sumbar 2020. Dan, kami terus melakukan safari politik untuk membangun silaturahmi,” ujar Febby.
Sebelumnya FDB telah mempertemukan Mulyadi dan Shadique, atau Riza Pahlepi dan Shadique. Kemudian bersilaturrahmi ke Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang juga Ketua Gerindra Sumbar. Tapi, sebut Febby, masih banyak yang malu-malu.
FDB mengingatkan perlu tradisi baru dalam rangka peningkatan kualitas demokrasi, khususnya Pilkada Sumbar 2020 yang akan datang. “Calon pemimpin tak usah malu-malu, dan partai juga jangan gamang tidak berani memberikan keputusan di depan, siapa yang akan dicalonkan. Masak calon independen seperti Pak Fakhrizal berani terang-terangan siap maju. Kok tokoh politik malu-malu sih,” ujar tokoh nasional pemberdayaan ekonomi desa ini.
Jika pasangan calon bisa ditetapkan lebih awal, tentu saja bagi masyarakat akan sangat diuntungkan. Mereka tahu siapa dan bagaimana rekam jejak bakal calon yg akan dipilih. Ditenggarai Febby, salah satu penyebab pasangan kepala daerah tidak terpilih, karena waktu pendekatan pasangan di last minute saat pendaftaran saja, sehingga sosialisasi pengenalan diri terlalu singkat.
“Sedang orang nikah saja yang pacaran lama ada juga masalah, apalagi calon kepala daerah yang ditetapkan berpasangan karena situasi politik dan keadaan-keadaan lain, sehingga saat terpilih jadi sering salah paham sehingga pasangan kepala daerah sudah pecah kongsi sebelum bekerja untuk masyarakat menunaikan janji-janji kampanyenya,” ujar Febby.
FDB juga menilai untuk pasangan calon gubernur atau calon wakil gubernur, baru Kapolda Sumbar Fakhrizal yang berani. “Pak Kapolda sudah banyak langkah majunya. Pak Fakhrizal langsung berkomunikasi dengan tokoh panutan masyarakat di simpul massa pemilih di akar rumput, dan tegas maju melalui jalur independen. Itu harus kita hargai,” ujar Febby.
Melihat kondisi saat ini dan kebutuhan Sumbar, Febby menilai pemimpin ke depan merupakan sosok punya keberanian untuk menjalankan kebijakan yang tidak populis. “Pemimpin yang berani ambil kebijakan out of the box, agar percepatan kemajuan bisa lebih dipacu, karena kita akan jadi lebih jauh dengan ibu kota baru nantinya. Dan sosok itu ada pada Bang Epyardi Asda,” ungkap Febby.
Disampaikan Febby, PKB siap melamar Epyardi Asda untuk mau menyelesaikan niatnya pada 2015 lalu, membangun Sumbar dengan menjadi calon gubernur di Pilkada Sumbar 2020. “Saya yakin pengalaman Pak Epyardi Asda di DPR selama ini, apalagi di Komisi V dan hubungannya cukup baik dengan petinggi PKB dan menteri dari PKB. Dukungan PKB Insha Allah akan bisa segera diterbitkan untuk Pak Epi,” ujar Febby.
Harapan PKB, kata Febby, tentu saja Epyardi Asda bisa melihat calon wakilnya yang sesuai dengan kebutuhan Sumbar. “Kalau publik pemilih memang inginkan wakil gubernur harus perempuan atau generasi milenial kenapa tidak? “Ayoo Pak Epyardi pulang kampung bangun Sumbar,” pungkas Febby bersemangat.
Seperti diketahui Epyardi Asda yang dulunya Anggota DPR RI dari PPP, sekarang sudah menjadi salah seorang Wakil Ketua Umum DPP PAN. Dalam beberapa kesempatan Epyardi menyatakan niatnya untuk maju di Pilkada Sumbar 2020 yang akan datang. Dengan 10 kursi PAN di DPRD Sumbar, ditambah 3 kursi PKB, sudah bisa mengantarkan Epyardi dan pasangannya untuk mendaftar di KPU Sumbar, sebab syarat pencalonan itu minimal 13 kursi. (Rel)























