LIMAPULUH KOTA, forumsumbar —Bursa Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota semakin menarik. Para kandidat bupati terus bermunculan di tengah masyarakat. Satu dari sekian banyak kandidat tersebut adalah pengusaha muda asal Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN).
RKN merupakan pengusaha muda kelahiran Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Hingga saat ini, RKN telah mendirikan dan memimpin enam perusahaan. Mengelola lebih dari 90 kantor cabang di Sumatera dan Jawa. Lebih dari 3.000 mitra bernaung dalam perusahaannya.
RKN menempuh pendidikan SD di Nagari Gurun, terus SMP 1 Harau, SMA 1 Harau, dan lanjut kuliah di Universitas Andalas (Unand) pada tahun 2005. Dan saat di kampus, RKN aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, terutama dalam diskusi-diskusi pemikiran pada tingkat fakultas dan universitas. Dia juga aktif dalam berbagai organisasi di kampus, seperti Forum Studi Islam (FSI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Resimen Mahasiswa (Menwa).
Pada 2007, RKN terpilih sebagai Gubernur Mahasiswa Fakultas Sastra dimana dirinya merupakan gubernur mahasiswa termuda di Unand. Memotong dua generasi, RKN menggantikan gubernur sebelumnya yang angkatan 2002 sementara RKN sendiri merupakan angkatan 2005. Berdasarkan jenjang angkatan seharusnya gubernur saat itu dipegang oleh angkatan 2003. Namun dalam pemilihan langsung RKN yang terpilih.
Karir organisasi RKN terus meroket, dia juga terpilih sebagai Wakil Sekjen termuda Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia dalam suatu kongres di Surabaya. Setelah itu terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Unand pada tahun 2009. Kemudian menjadi Koordinator BEM Seluruh Indonesia wilayah Sumbagut dan juga Koordinator Nasional Mahagana BEM Seluruh Indonesia.
Memilih masa depan sebagai pengusaha telah dimulainya sejak kuliah. Termasuk menentukan jalan pengabdian politik juga sudah direncanakannya juga sejak terpilih sebagai presiden mahasiswa.
Sukses sebagai pengusaha, RKN tak lupa untuk berbagi. Dalam kegiatan sosial, RKN mendirikan yayasan yang menyalurkan dana CSR dari perusahaan yang didirikannya. Puluhan juta bantuan disalurkan setiap bulan ke masjid-masjid, surau, rumah tahfiz, dan bantuan-bantuan kemanusiaan baik dalam dan luar negeri.
Pembinaan terhadap generasi milenial juga RKN lakukan terutama untuk memotivasi mereka berwirausaha. Sering juga dia datang ke kampus-kampus untuk menjadi narasumber kuliah umum bertemakan bisnis dan kewirausahaan. Termasuk juga menjadi narasumber dalam banyak kegiatan organisasi pemuda dan mahasiswa.
RKN bergerak bukannya dengan kepala kosong. Berbagai ide dan gagasan untuk memajukan Limapuluh Kota lahir dari pemikirannya. Kondisi Limapuluh Kota saat ini membuatnya tergugah untuk maju. “Pembangunan di daerah kita belum maksimal, infrastruktur tertinggal, IKK Sarilamak tidak jelas arahnya mau dijadikan seperti apa. Ini persoalan berat sekaligus menantang,” ujarnya.
Mantan Presiden Mahasiswa Unand itu menilai, perlu dilakukan terobosan-terobosan dalam menggerakkan roda perekonomian untuk menaikkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, mengatasi pengangguran, dan meningkatkan PAD. “Jika hanya andalkan APBD, entah kapan persoalan-persoalan di Limapuluh Kota bisa diurai,” ucapnya.
Oleh sebab itu, RKN menggagas beberapa isu utama khususnya di bidang ekonomi sebagai prioritas kebijakan bila diamanahi masyarakat sebagai bupati. Pada sektor pertanian dan perkebunan, RKN menaruh perhatian salah satunya terhadap komoditas gambir.
Gambir adalah salah satu komoditas unggulan Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan Limapuluh Kota merupakan daerah penghasil gambir terbesar secara nasional. Faktanya, hari ini petani gambir malah mengeluh karena harga jualnya yang rendah.
Disampaikan RKN, pemerintah daerah seharusnya hadir dalam persoalan ini. Menurutnya diperlukan Perda yang mengatur dan menetapkan harga terendah hasil panen gambir. Di samping itu, perlu didirikan BUMD yang akan membeli hasil gambir dari petani jika harga pasar berada di bawah harga yang ditetapkan Perda tersebut. Dengan demikian, petani menjadi terlindungi dari resiko kelesuan harga pasar.
Masih di sektor pertanian dan perkebunan, persoalan lahan yang tidak produktif atau biasa disebut lahan tidur juga menjadi perhatian RKN. Puluhan ribu hektar lahan tidur di Limapuluh Kota adalah potensi yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat.
Dituturkan RKN, lahan tidur harus dimanfaatkan dengan melakukan penanaman komoditas bernilai ekonomi. Hampir semua tanaman bernilai ekonomi, asalkan kita mampu menjaga keseimbangan produksi dengan pasar. Karena itu perlu pemetaan. Komoditas tertentu hanya dibudidayakan di daerah tertentu.
“Misalnya, gambir cukup ditanam di beberapa kawasan yang saat ini dikenal sebagai penghasil gambir, jangan ada perluasan penanaman gambir ke luar dari kawasan yang sudah ada sekarang. Jesigo cukup ditanam di kawasan Gunuh Omeh, tidak perlu ditanam di kawasan lain. Termasuk pembibitan ikan di Andaleh. Perlu penataan,” tuturnya.
RKN juga angkat bicara soal komoditas jagung. Menurutnya, tidak perlu semua lahan tidur di Limapuluh Kota harus ditanam jagung. “Jagung ditanam cukup untuk memenuhi permintaan pasar Limapuluh Kota untuk menyangga ketersediaan pakan ayam,” katanya.
Sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan ekonomi juga menjadi perhatian. “Masyarakat Limapuluh Kota patut bersyukur karena banyak kawasan di daerah kita yang berpotensi sebagai tempat wisata unggulan. Butuh langkah-langkah pembenahan ke depan untuk mengoptimalkan potensi sektor pariwisata ini,” ujarnya.
RKN mengatakan, bicara soal pariwisata tentu berbicara tentang jumlah kunjungan wisatawan. Semakin tinggi minat kunjungan wisatawan pada suatu daerah, maka semakin maju pula pariwisata daerah tersebut.
Untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan, perlu dipermudah akses jalan menuju lokasi objek wisata, dan waktu tempuh yang semakin dipersingkat. Makanya, keberadaan bandara menjadi kebutuhan. “Untuk aksesibilitas, pembangunan bandara menjadi program mercusuar kami,” ucap RKN. (Rel)






















