JAKARTA, forumsumbar —Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan penyampaian pesan dakwah dewasa ini idealnya memanfaatkan media yang dapat menyentuh masyarakat secara tepat dan menyeluruh.
Salah satu media komunikasi massa yang dapat digunakan dalam komunikasi adalah media konvensional. Mempunyai khalayak yang beragam dan hampir di setiap waktu menerpa pemirsanya, untuk itu dakwah melalui media televisi hingga digital dewasa ini cukup dapat diperhitungkan.
“Bagaimana kita meliterasi tentang forum media terbuka kepada siapa saja, dengan bonus demografi tentu pemuda dengan semangat dalam kehidupannya dengan perkembangan dunia,” tutur Yuliandre saat menjadi pemateri dalam diskusi berbasis daring yang di selenggarakan oleh Pemuda Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dengan tema “Peran Pemuda dalam Membangun Sumatera Barat Berbasis Adaik Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah” di Jakarta, Minggu (20/9).
Presiden OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF) periode 2017-2018 ini mengungkapkan, era keterbukaan media juga dibarengi situasi seolah-olah gaduh, distorsi informasi sehingga membuat pemuda mudah terhasut dalam sebuah opini yang berkembang.
“Dulu dari fakta, lalu menjadi opini, sekarang terbalik, sering terjadi opini yang diulang akan membentuk fakta dan ini menjadi tantangan terbesar dalam berdakwah, saya berharap bahwa fungsi media sesungguhnya adalah sebagai kanal informasi yang sehat,” katanya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa, Andre ini menilai, era keterbukaan informasi ini sebenarnya membuka peluang baru dan menjanjikan bagi pemuda yang mau berkolaborasi. Dalam hal era media baru, ulama kini berdakwah telah masuk ke dalam ranah digital. Berbeda dengan media konvensional yang biasanya siaran keagamaan itu bersiaran di waktu subuh.
“Era saat ini adalah era kolaborasi. Contoh, banyak ulama yang mulai memiliki channel YouTube, ini membuktikan bahwa adanya peluang baru dengan banyaknya pilihan dari dakwah digital. Jangan memiliki jiwa egosentris,” tutupnya.
(Syahrul)























