PADANG, forumsumbar —Nagari ini harus diubah dengan pikiran kebajikan. Tak boleh kabau terlalu lama bertanya kepada pedati, apo jauh lai ko lah parantian.
“Saya yakin, pikiran Faldo dan Febby akan mengubah wajah Sumbar dalam numerik tahun yang tak lama,” kata budayawan dan wartawan senior Alwi Karmena di hadapan Tim Pemenangan Faldo-Febby di Rumah Pikiran Bukittinggi, Jumat (17/7).
Sebagai seorang budayawan dan aktor terbaik Sumbar tahun 1970-an, Alwi Karmena merasa lelah ketika Sumbar jauh tertinggal dibanding provinsi tetangga Riau dan Jambi.
“Negeri ini butuh pemimpin yang cerdas dengan segala konsep dan pikiran yang mengangkat harkat serta kualitas hidup masyarakat ke alam indah yang madani. Faldo dan Febby pantas dan patut disebut sebagai Sumangaik Baru Ranah Minang yang kita harapkan dapat dan mampu melakukan percepatan pembangunan di segala ruang kehidupan,” kata Alwi yang juga dikenal dalam konsep jurnalistik sastrawinya.
Kepada Tim Pemenangan Faldo-Febby, Alwi seperti meniupkan “ruh” yang membangkitkan semangat para tim pemenangan untuk menciptakan kemenangan bersama di ranah Adaik Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah.
“Ini masa adalah ruang yang tepat bagi kehadiran Faldo dan Febby. Faldo dan Febby berada di ruang dan waktu yang tepat. Di atas dunia ini tak ada yang tak mungkin asal dijalankan dengan sepenuh hati dan pikiran. Bagi saya, Faldo dan Febby tak hanya sekedar kuda hitam, tapi adalah kuda kemenangan yang membawa Sumbar ke gelanggang pembangunan yang penuh rahmat dan nikmat-nya”, ucap Alwi dalam diksi sastra seindah pemandangan alam ranah bundo.

Pada kesempatan itu, Alwi memberikan pengetahuan dasar ilmu peran dan ilmu komunikasi massa di zona komunikasi berkearifan lokal.
Disebutkan Alwi, perjuangan Faldo-Febby adalah perjuangan nan di awak bana. Koalisi Jalan Pikiran dan ‘sumangaik baru’ diyakininya menjadi kredo perjuangan ideologi bersama. Diminta Alwi untuk bergerak dengan kesungguhan dan kecerdasan hati, berupayalah semaksimal mungkin.
“Saya yakin Faldo dan Febby ini menang andaikata tim pemenangannya mencurahkan segala daya dan cipta dalam ketulusan bersikap. Saya melihat, tim pemenangan Faldo-Febby adalah para muda cerdas, berkemampuan dan berkemauan dalam semangat yang tak pernah padam. Ini langkah awal untuk mendapatkan cinta masyarakat Sumbar pada Faldo-Febby. Pengaruh tim sukses itu besar untuk meraih kemenangan”, tukas Alwi seraya memesankan supaya tim Faldo-Febby menjauhkan cara-cara kampanye yang tak berkesesuaian dengan cara orang Minang berpolitik.
Jangan politik belah bambu. Nan di awak diangkek nan di urang dilipek. Jangan begitu, kata Alwi. Terangkan saja lampu sendiri, lampu orang jangan dipudurkan pula. Itu gaya orang tak beradab. Itu kampanye tak cerdas.
“Tim Faldo Febby orang cerdas. Pikiran jernih, hati bersih, gaya kampanye santun bersikap. Semoga tim Faldo Febby menjadi tim solid, tim santun, tim kampanye yang membawa pikiran kemajuan dalam politik lurus dan teduh!” kata Alwi yang juga dikenal sebagai seorang penyair dan pelukis.
Menurut Alwi, ia suka dengan anak muda cerdas. Orang cerdas solutif dan inovatif. Itu tercermin pada tim Faldo dan Febby, serta menyatakan bahwa pasangan Faldo-Febby adalah cermin alam Minangkabau. Cermin keseiyaan antara ninik mamak dan kemenakan. “Faldo-Febby adalah simbol Minangkabau berminang kembali”, tutupnya.
(Rel/FDB)























