Oleh : Isa Kurniawan
// forumsumbar //
SEJARAH panjang kepemimpinan di Sumbar tidak bisa lepas dari yang namanya “ughang Piaman”, kerennya Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP). PKDP merupakan organisasi paguyuban para perantau Minangkabau yang berasal dari wilayah administrasi Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, serta warga dari wilayah-wilayah sekitarnya yang punya kedekatan budaya, sejarah dan hubungan emosional/kekerabatan.
Dalam kepemimpinan di Sumbar, terakhir kader PKDP itu Muslim Kasim (MK) yang menjabat Wakil Gubernur Sumbar periode 2010-2015, dengan gubernurnya Irwan Prayitno (IP). Kemudian di Pilkada Sumbar 2015 mereka berdua bertempur, MK kalah. Menjadi catatan emas, sebelum era MK ada nama Gubernur Sumbar Zainal Bakar dan Harun Zain. Pada periode sekarang puasa. Yang jadi pertanyaan akankah puasa ini berlanjut atau tidak?
Beberapa waktu ke depan akan dilaksanakan Pilkada Sumbar 2020, dan dari nama-nama kader PKDP yang berpotensi untuk ikut kontestasi itu di antaranya Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dan Walikota Pariaman Genius Umar. Hanya dua nama itu yang mencuat. Bukannya PKDP kekurangan tokoh yang mumpuni, sebutlah anggota DPR RI John Kenedy Azis, dan lainnya, tapi nama selain dari yang dua itu tidak muncul.
Awalnya nama Genius Umar memang tidak masuk dalam pusaran, tapi mendadak publik Sumbar terkejut dengan keluarnya pernyataan Kapolda Sumbar Fakhrizal (saat itu) yang mengumumkan bahwa ia maju di Pilkada Sumbar 2020 dengan memakai jalur independen, atau perseorangan, dengan wakilnya Genius Umar. Dan mengenai syarat dukungan KTP, dinyatakan sudah melimpah.
Sementara itu Ali Mukni yang juga Ketua DPW PAN Sumbar diberitakan sudah pula mendaftar ke PAN dan partai lainnya. Dalam artian niat untuk ikut Pilkada Sumbar 2020 sudah bulat. Melihat ini, kalau kedua-duanya, antara Genius Umar dan Ali Mukhni benar-benar terdaftar di KPU Sumbar sebagai calon nantinya, tentunya akan menjadi dilema bagi PKDP, sebab akan terjadi perpecahan suara.
Secara pribadi, walaupun bukan PKDP, saya kenal dekat dengan keduanya, baik Ali Mukhni maupun Genius Umar. Tetapi izinkan saya berpandangan subjektif terhadap masalah ini. Ali Mukhni kelahiran 1956 (63 th), sementara Genius Umar kelahiran 1972 (47 th). Manakala kesempatan menjadi pemimpinan Sumbar itu ada pada Genius, bisa jadi ujungnya nanti bisa sampai menjadi Menteri.
Persoalannya sekarang terpulang kepada Ali Mukhni, Genius Umar dan PKDP. Tetapi bicara soal politik, sangat dinamis, karena waktu penetapan oleh KPU Sumbar masih beberapa bulan ke depan, bisa saja salah satu, atau keduanya tidak jadi berangkat ke Pilkada Sumbar 2020, karena sesuatu dan lain hal yang berhubungan dengan syarat pendaftaran. Tetapi menjelang ke sana, keduanya tidak akan bergesekan, karena jalurnya beda, satu jalur partai, satu lagi independen.
Pandangan subjektif saya tadi, Genius Umar diberi ruang yang luas, sebagai kader PKDP masa depan, untuk menjalani karir ke tingkat provinsi, bahkan bisa saja ujungnya nasional. Jadi “puasa gelar” PKDP itu tidak lama-lama. Mengenai Ali Mukhni bisa saja kompensasinya, anaknya M Ikbal yang menjadi anggota DPRD Sumbar, menempati kekosongan jabatan Wakil Walikota Pariaman.
Berandai-andai Genius Umar sampai ke provinsi, tentunya Wakil Walikota Mardison Mahyuddin menggantikan, secara defenitif. Dan, jabatan wakil walikota yang kosong itulah yang diisi oleh M Ikhbal, karena pasangan Genius Umar – Mardison Mahyuddin, PAN ikut mengusungnya. Tentunya ini melalui lobi dan kompromi politik dengan partai pengusung lainnya. Sudah segitu saja, terima kasih, #TehTelur.
Penulis adalah Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas)























