Oleh : Isa Kurniawan // forumsumbar //
MENANDAKAN keseriusan untuk ikut serta dalam Pilkada Sumbar 2020 yang akan datang, Reydonnyzar Moenek Jumat (22/11) lalu mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumbar ke Partai Amanat Nasional (PAN), dan informasinya ke Partai NasDem juga sudah mendaftar.
Disampaikan Donny Moenek, demikian putra daerah Lintau Kabupaten Tanah Datar itu biasa dipanggil, kalau partai lain membuka pendaftaran ia akan ikut pula mendaftar. Selain PAN dan NasDem, partai yang punya kursi di DPRD Sumbar lainnya, Gerindra, PKS, Demokrat, Golkar, PPP, PKB dan PDIP.
Saat ini, pamong senior itu menjabat sebagai Sekjen DPD RI, dan ketika bertugas sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri , ia pernah ditugaskan menjadi Penjabat Gubernur Sumbar selama kurang lebih 7 bulan, dari Agustus 2015 sampai Februari 2016. Jadi jabatan Gubernur Sumbar itu sudah tidak asing lagi bagi Donny Moenek.
Persoalannya sekarang, karena alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Semarang ini tidak punya partai politik, seberapa besar peluangnya untuk bisa diusung partai politik, dan dengan siapa kira-kira berpasangan? Sebagaimana diketahui partai-partai besar di Sumbar sudah mempunyai calon gubernur dari kader mereka sendiri, sebutlah Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.
Mencermati persoalan tersebut tentunya Donny Moenek sudah harus mempunyai strategi yang jitu untuk bisa mendapatkan tiket dan berangkat ke arena Pilkada Sumbar 2020. Jangan sampai orang pada berangkat, sementara kita tinggal di terminal, karena kehabisan tiket. Namanya juga politik, pada setiap kontestasi pilkada, hal ini sering terjadi.
Tapi harus menjadi catatan juga bahwa perebutan untuk mendapatkan tiket itu sebenarnya bukan di Padang, melainkan di Jakarta, yakni di pengurus pusat masing-masing partai politik. Sebab yang akan dibawa ke KPU Sumbar untuk mendaftar itu adalah Surat Keputusan (SK) pengurus pusat, yang memuat pasangan calon yang akan diusung.
Karena medan pertempuran perebutan tiket itu di Jakarta, maka dengan kekuatan lobi Donny yang kuat selama ini, dan ditambah dengan jaringan yang luas di kalangan elit-elit nasional, dalam pandangan saya, tidak akan sulit bagi Donny untuk mendapatkan salah satu tiket. Tinggal bagaimana memformat koalisi dan dengan siapa berpasangan, kemudian fokus menggarapnya.
Di samping kemampuan lobi yang kuat dan jaringan tadi, Donny Moenek dikenal dekat dengan ibu Mufidah Kalla, istrinya mantan Wapres RI Jusuf Kalla —karena kampungnya sama dari Lintau. Kemudian dengan mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga Ketua Umum DPP Gebu Minang, dan saat ini tentunya dekat dengan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti yang religius, yang terkenal dengan sebutan “tahajud man“.
Lantas dengan siapa Donny berpasangan? Dari nama-nama yang sudah mengapung, Donny itu bisa berpasangan dengan Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), Indra Catri (Bupati Agam), atau Riza Falepi (Wali Kota Payakumbuh), sebagai wakil. Di antara ketiga nama tersebut, manapun pasangannya, diyakini akan menjadi kuda hitam di Pilkada Sumbar 2020.
Sebagai orang yang pernah menjadi Pj Gubernur Sumbar, Donny Moenek sudah dikenal luas oleh tokoh-tokoh masyarakat Sumbar. Dengan latar belakang pamong, sekaligus ASN/PNS sampai saat ini, Donny merepresentasikan dan bisa membangun emosi dari kalangan birokrat tersebut yang jumlahnya ratusan ribu, baik di provinsi maupun di kabupaten / kota di Sumbar.
Kemudian isme Lintau yang merupakan bagian dari Luhak Nan Tuo, Kabupaten Tanah Datar. Manakala hanya Donny Moenek yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar yang maju bertarung di Pilkada Sumbar 2020, maka isme tadi bisa menjadi potensi suara.
Karena persoalan pilkada itu berpasangan, tentu keduanya saling melengkapi dalam mencari suara. Kalau salah satu dari ketiga putra terbaik Sumbar lainnya, yakni Ali Mukhni, Indra Catri atau Riza Falepi, bisa berpasangan dengan Donny Moenek, maka potensi suara spektrumnya lebih luas.
Tetapi akan menjadi kejutan besar ketika Mahyeldi (Wali Kota Padang) berpasangan dengan Donny Moenek, sebagai wakil. Maksudnya, ketika PKS ditinggal sendirian oleh partai-partai lain —sama halnya dengan di DPRD Sumbar saat penyusunan AKD— maka PKS pun tidak punya banyak pilihan saat Pilkada Sumbar 2020, walau dengan calon yang andal sekalipun. Yang bisa mengusung sendiri pasangan calon itu hanya Partai Gerindra.
Penulis adalah
Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas)























