
Oleh: Ahniyus Ahmad
DULU sebelum Cul jadi Lurah, Bewok yang menguasai partai sekaligus media dengan menggebu-gebu membangun citra Cul Kang Kung yang Ndeso menjadi figur merakyat, jujur, dan sederhana.
Seiring berjalannya masa, tepatnya di penghujung periode kedua singgasananya, Cul menikung Bewok dengan menggebuk kader partainya melalui kasus korupsi BTS.
Di lain pihak pada akhir pergantian masa kepemimpinannya, Beye juga pernah merestui Cul untuk menduduki singgasana yang ditinggalkannya, bahkan Beye sempat meminta Pak Timbul untuk mengalah di MK demi keunggulan Cul yang penuh tanda tanya.
Hingga sampai di akhir periode kedua masa kepemimpinannya, Cul pun kembali menggunakan jurus tikungnya dengan menggunakan tangan Moeldoku melalui kasus sengketa kepemimpinan partai dengan pengajuan PK ke MA.
Ternyata tampang culun itu tidak selamanya linglung, hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Cul menikung akal sehat rakyat dengan beberapa temuan seperti;
Riwayat keluarga yang kabur, ijazah sarjana yang luntur, sampai janji kampanye yang ngawur.
Keculunan Cul ini mengingatkan kita kepada tokoh kiri bernama Nyoto yang ternyata membuat banyak orang terkecoh dengan penampilannya yang loyo.
Benar-benar sontoloyo. *)
Penulis adalah Pengamat Sosial dan Politik























