• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Juni 11, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Makan Bajamba di Pesisir Selatan

17 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 1,089
Loren Vinoltia, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Loren Vinoltia

SUMATERA BARAT kaya akan tradisi dari nenek moyang yang masih dilestarikan hingga kini. Salah satunya adalah tradisi makan bajamba saat memperingati hari besar Islam, salah satunya Isra Miraj.

Di Kabupaten Pesisir Selatan, peringatan Isra Miraj diselenggarakan dengan tradisi makan bajamba. Dan adanya peringatan-peringatan hari besar Islam yang dikolaborasikan dengan adat setempat akan menambah semarak dari kegiatan itu sendiri.

Lihat Juga

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
32
Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

8 Juni 2026
16
Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

7 Juni 2026
95

Masyarakat secara tak langsung diajak untuk dekat dengan masjid atau musala, sehingga tak ada lagi keengganan untuk datang ke rumah ibadah.

Bajamba, asal katanya jamba, merupakan dulang yang berisi nasi dan lauk-pauk yang tersusun, ditutup dengan tudung saji dilampiri dengan dalamak, kain bersulam benang emas.

Ketika makan, nasi diambil sesuap saja dengan tangan kanan. Setelah ditambah sedikit lauk pauk, nasi dimasukkan ke mulut dengan cara dilempar dalam jarak yang dekat.

Ketika tangan kanan menyuap nasi, tangan kiri telah ada di bawahnya untuk menghindari kemungkinan tercecernya nasi. Jika ada nasi yang tercecer di tangan kiri, harus dipindahkan ke tangan kanan, lalu dimasukkan ke mulut dengan cara yang sama.

Tujuan makan dengan cara tersebut agar nasi yang hendak masuk ke mulut bila tercecer tidak jatuh ke piring, sehingga yang lain tidak merasa jijik untuk memakan nasi yang ada dalam piring secara bersama-sama.

Selain itu, posisi duduk juga harus tegap atau tidak membungkuk dengan cara basimpuah (bersimpuh) bagi perempuan dan baselo (bersila) bagi laki-laki.

Kemudian setelah selesai, tidak ada lagi nasi yang tersisa di piring, dan makanan yang disediakan wajib dihabiskan.

Kearifan Lokal

Kearifan lokal ini sampai sekarang sangat kental karena masyarakatnya sangat menghargai hari-hari besar Islam, seperti Isra Miraj.

Makan bajamba dalam memperingati hari besar Islam, seperti Isra Miraj sudah berlangsung sejak lama, dan masih dilaksanakan secara turun menurun sampai hari ini.

Kearifan lokal ini sangat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pesisir Selatan. Adapun jamba-nya dibawa ke masjid atau musala dengan cara dijunjung, yang mana akan dikumpulkan dan disantap bersama.

Tradisi makan bajamba juga sarat dengan perekatan silaturahmi dengan sesama. Saudara-saudara yang tinggal berjauhan dapat berkumpul pada saat tradisi ini berlangsung.

Tidak hanya itu, besan dan menantu juga dapat hadir sebagai bagian dari keluarga yang melaksanakan tradisi ini. Biasanya juga ada tausiyah di masjid tersebut dan menghadirkan tokoh-tokoh besar ulama di masyarakat.

Tak hanya dalam acara Isra Miraj, makan bajamba juga ada di acara baralek-baralek. Makan bajamba lazimya dilaksanakan saat alek laki laki, peristiwa ini biasanya berlangsung saat acara manjapuik marapulai.

Meskipun sebagian pada alek perempuan juga ada, namun pada alek perempuan secara khusus makan bajamba hanya diperuntukkan bagi karib dan kerabat terdekat dari kedua mempelai saja.

Aturan dan Tata Cara

Aturan dan tata cara dalam makan bajamba yang mesti dipahami, dimana dalam satu jamba antara mamak rumah dengan sumando tidak boleh satu jamba, harus dipisah.

Dalam hal ini di sinilah salah satu fungsi janang, di samping memantau hidangan, janang juga harus mengatur atau mendudukkan orang pada posisi yang tepat saat makan bajamba, sesuai dengan kedudukan masing masing.

Makan bajamba tergantung dari jumlah jamba dan orangnya, jika orang melebihi jamba yang dihidang maka jamba boleh diisi enam orang, namun bila mencukupi cukup diisi empat orang saja.

Tata cara makan bajamba berbeda dengan makan sendiri sendiri. Makan bajamba menyuap nasi ke dalam mulut dengan cara diambuang (dilempar), jika tak piawai nasi akan berserakan kemana-mana, jika ini terjadi akan sangat memalukan karena dapat tercampur pada suapan orang lain yang satu jamba dengan kita.

Makanya tak semua orang mau ikut dalam acara makan bajamba ini, ada aturan dan tata cara yang tak semua orang cakap melakukannya. Banyak tata aturan dalam makan bajamba, makan bajamba tak sesederhana yang kita pikirkan.

Makan bajamba tidak sama dengan makan bersama. Makan bersama lazim disebut balanjuang dalam kegiatan non formal, pada kegiatan formal disebut makan dihidang saja.

Di Padang Pariaman Juga Ada

Tak hanya di Pesisir Selatan yang mempunyai tradisi makan bajamba. Salah satu daerah yang masih melaksanakan tradisi makan bajamba ialah Kabupaten Padang Pariaman.

Tradisi ini masih dipertahankan sebagai pranata masyarakat Minangkabau pesisir Sumatra. Tradisi ini dilaksanakan seiring dengan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Secara konsep, bajamba merupakan tradisi makan yang dilakukan oleh orang Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan.

Di Kabupaten Padang Pariaman, setiap peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan acara makan bajamba. Acara tersebut dilaksanakan di setiap surau dengan waktu yang bergiliran. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan silaturahmi antaranggota masyarakat dan juga dapat mempertahankan tradisi, makanan tradisional, serta menciptakan karakter positif untuk seluruh masyarakat Minangkabau.

Sebelum makan bajamba dilaksanakan, terlebih dahulu masyarakat bermusyawarah di surau. Musyawarah ini dilakukan untuk menentukan hari yang tepat untuk pelaksanaan maulid nabi, makan bajamba, dan jumlah sumbangan yang harus dikumpulkan oleh masing-masing individu masyarakat.

Nah, jadi kita sebagai generasi penerus harus memperkuat tradisi makan bajamba yang mulai hilang saat sekarang, karena mulai tergantikan dengan hidangan di tempat baralek.

Makan bajamba sangat positif karena dapat membuat atau mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Bermacam-macam cara bajamba, contohnya; di Pesisir Selatan dan Padang Pariaman, masing-masing mempunyai adat tradisi makan bajamba sampai sekarang, tapi dilakukan saat tertentu, biasanya pada acara Isra Miraj, maulid nabi dan baralek yang dapat ditemui acara makan bajamba. *)

 

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Menteri KKP Luncurkan Pusat Riset Stem Cell dan Biobank Unand

Next Post

Nevi Zuairina: Keberpihakan Pemerintah Terhadap UMKM Sudah Bagus, Tapi dari Sisi Anggaran Masih Kurang

BeritaTerkait

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom
Opini

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
32
Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah
Opini

Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

8 Juni 2026
16
Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi
Opini

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

7 Juni 2026
95
Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi
Opini

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
19
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras
Opini

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
32
Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
73
Next Post
Nevi Zuairina: Keberpihakan Pemerintah Terhadap UMKM Sudah Bagus, Tapi dari Sisi Anggaran Masih Kurang

Nevi Zuairina: Keberpihakan Pemerintah Terhadap UMKM Sudah Bagus, Tapi dari Sisi Anggaran Masih Kurang

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,554)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,471)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,746)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,451)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,879)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,370)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,821)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,634)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,130)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,224)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
175
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
359
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
503
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
240
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
197
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
131

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In