Oleh : Dr. Genius Umar //
KITA baru saja menyaksikan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia melalui berbagai media nasional. Bagi yang lebih beruntung dapat menyaksikan momen istimewa dan bersejarah tersebut langsung di ruangan sidang MPR RI.
Presiden Joko Widodo dilantik untuk masa jabatan yang kedua kalinya, sedangkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin ini adalah kesempatannya yang pertama.
Mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo sesudah pelantikan, kita merasakan optimisme yang kuat untuk membawa Indonesia berkemajuan. Presiden menetapkan kapan waktu Imdonesia mesti maju, yakni menjadi negara 5 besar dengan perekonomian kuat, keluar dari jebatan pendapatan kelas menengah, dan angka kemiskinan mendekati hampir nol.
Kapan hal tersebut dimimpikan akan tercapai adalah dalam 100 tahun Indonesia merdeka. Suatu target yang jelas dan sangat realistis akan mempu dicapai oleh Indonesia ketika kita semua bangsa Indonesia berkomitmen untuk mencapai hal tersebut. Kita sangat memiliki potensi yang besar untuk mencapai kemajuan bangsa.
Indonesia terdiri dari daerah provinsi dan kabupaten/kota. Tentulah daerah-daerah tersebut juga harus mengacu kepada mimpi Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan. Pemerintah daerah harus sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat. Dua kebijakan strategis yang disampaikan oleh Presiden Jokowi yang saya tangkap adalah membangun SDM unggul Indonesia dan sekaligus tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan SDM ini sangat diperlukan untuk melakukan berbagai kreasi dan inovasi di dalam mengembangkan potensi Indonesia. Di samping itu kemampuan SDM birokrasi dan aparatur negara juga penting untuk ditingkatkan.
Pembangunan infrastruktur tetap akan dilanjutkan untuk tujuan khusus yakni menghubungkan ke sumber-sumber ekonomi dan menghubungkan ke pusat-pusat pariwisata dan UMKM di seluruh Indonesia.
Peluang Sumatera Barat
Kita di Sumatera Barat harus segera mengambil peluang dengan pidato Presiden Jokowi saat acara pelantikan.
Peluang pembangunan SDM unggul dan peluang melanjutkan pembangunan infrastruktur. Dua issu ini merupakan issu penting di Sumatera Barat karena memiliki daya ungkit yang tinggi untuk mengangkat Sumatera Barat ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Issu SDM, kita di Sumatera Barat memang sejak perjuangan merebut kemerdekaan sampai di awal-awal kemerdekaan telah melahirkan banyak tokoh nasional, bahkan salah seorang tokoh Proklamator pun berasal dari Sumatera Barat yakni Bung Hatta.
Sejak awal abad ke 18 kita banyak memiliki SDM yang unggul, namun sekarang SDM kita mulai menurun kualitasnya untuk level nasional.
Dengan potensi masa lalu dan rata-rata tingkat kecerdasan yang tinggi karena faktor budaya Minangkabau ini, kita bisa memacu dengan cepat penguatan SDM unggul kita apalagi didukung oleh kebijakan Pemerintah Pusat.
Pemerintah daerah dapat menganggarkan program beasiswa SDM unggul di APBD masing-masing, baik APBD provinsi maupun APBD kabupaten/ kota.
Tentulah dengan komitmen bersama antara provinsi dan kabupaten/kota. Komitmen ini telah dimulai oleh Pemerintah Kota Pariaman dan telah membuat kerja sama dengan Pemprov Sumatera Barat untuk mengembangkan SDM unggul melalui pemberian bantuan keuangan khusus kepada pemerintah provinsi untuk melakukan subsidi pembiayaan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA dan SMK di Kota Pariaman.
Kemudian Pemerintah Kota Pariaman memiliki program Satu Rumah Satu Sarjana (SAGA SAJA) dengan tujuan menguliahkan anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mempu sampai ke perguruan tinggi negeri.
Pada tahap awal ini Pemerintah Kota Pariaman telah melakukan kerja sama dengan Politeknik Negeri Padang (PNP), Politeknik Pelayaran Kemenhub, dan Politeknik Industri di Padang.
Pemko telah mengirim beberapa anak-anak Pariaman untuk menjadi mahasiswa di politeknik-politeknik tersebut. Kenapa politeknik? Kami ingin agar anak-anak yang belajar di sana akan memiliki keahlian dan dapat kerja di dunia industri bukan menjadi pengangguran baru. Anak-anak tersebut akan memutus rantai kemiskinan di keluarganya masing.
Program SAGA SAJA ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kantor Sekretariat Presiden (KSP) yang merupakan pembantu presiden dalam bidang kebijakan politik. Insyaallah kebijakan SAGA SAJA ini akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat.
Saya pikir dengan dorongan Pemprov Sumatera Barat, kebijakan ini dapat ditularkan ke suluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Sehingga kebijakan SDM unggul ini menjadi kebijakan yang menyeluruh di Sumatera Barat. Karena kebijakan SDM unggul ini juga merupakan kebijakan nasional, saya yakin kebijakan ini akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat.
Kebijakan nasional untuk melanjutkan pembangunan Infrastruktur yang menghubungkan ke sumber-sumber ekonomi dan pariwisata.
Kebijakan pembangunan infrastruktur ini merupakan peluang bagi Sumatera Barat. Kita memiliki banyak potensi pariwisata, hampir semua kabupaten/kota di Sumatera Barat memiliki potensi pariwisata, dan beberapa kabupaten/kota seperti Pasaman Barat dan Kabupaten Dharmasraya memiliki potensi perkebunan.
Jadi dengan alasan dua hal tersebut yakni alasan menghubungkan daerah pariwisata dan daerah perkebunan, maka semua kabupaten/kota di Sumatera Barat dapat dihubungkan dengan insfrastruktur jalan tol.
Misalkan jalan tol dari Bandara BIM ke Pariaman, terus meyimpang ke Bukittinggi terus ke Pekanbaru, dan Pariaman ke Pasaman Barat terus Tapanuli Selatan untuk menghubungkan ke daerah pariwisata Danau Toba.
Ini adalah titik jalur kombinasi antara jalur ekonomi dan jalur pariwisata. Kalau infrastruktur ini dapat terlaksana akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Jadi secara ringkas kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun SDM unggul dan pembangunan infrastruktur harus cepat diadopsi dan dimanfaatkan oleh Sumatera Barat untuk dapat melakukan percepatan pembangunan. ***
*) Penulis adalah
Wali Kota Pariaman, Alumni Program Strata Dua (S-2) Analisis Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada. dan Alumni Program S 3 kebijakan IPB.
(Tulisan ini telah dimuat di Harian Padang Ekspres, pada rubrik TERAS UTAMA, Senin 21 Oktober 2019)























