• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, April 17, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Membangun Mentawai dalam Perspektif Relasi Ranah-Rantau

16 Februari 2021
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 10,830

Oleh : Ilhamsyah Mirman

//forumsumbar//

POTENSI perantau Minang menjadi salah satu ‘legenda’ yang menarik dikaji dan dimaksimalkan peranannya. Dalam berbagai kesempatan sosiolog Muchtar Naim menyebutkan bagaimana perantau menjadi ujung tombak di wilayah ‘terbelakang’ dan terujung di penjuru Tanah Air.

Lihat Juga

Literacy dan Literary

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
69

Mulai dari pedalaman Riau, Jambi atau Bengkulu di provinsi tetangga. Pelosok kampung di selatan Jawa, di luasnya hamparan Kalimantan, sampai di ketinggian lima ribuan meter pegunungan tengah Papua. Tidak ada yang tidak diisi oleh perantau Minang.

Mereka membangun daerah tempatnya berpijak dengan keberanian dan keteguhan yang tak terkira. Di tenggara ibukota Jakarta, di Parungpanjang sebagai penyangga yang taraf ekonominya terseok-seok, terdapat kelompok masyarakat Minang yang bertahun-tahun eksis.

Dengan semangatnya yang tinggi meneroka di wilayah enclave, praktis saat ini menjadi salah satu penggerak sekaligus penyumbang sektor ekonomi skala kecil yang signifikan.

Bermodal kemandirian serta keyakinan akan rezeki atas usahanya, menjadikan umumnya para perantau Minang berhasil. Paling tidak dari kacamata pembangunan, dikategorikan sebagai penduduk yang bermata pencaharian wiraswasta.

Jumlah yang amat kecil dan sektor kurang menarik minat bagi sebagian warga tempatan, yang umumnya bercita-cita menjadi pegawai negeri. Di manapun berada, dengan semangat juang dan kemandirian tanpa tergantung pada siapapun, para perantau dengan semangat tinggi terus berkhidmat.

Memang dengan pandemi seperti saat ini mempengaruhi roda ekonomi, yang tentunya sedikit banyak menghambat usaha. Namun bukanlah suatu yang merisaukan, kondisi ini juga terjadi pada seluruh sektor dan lapisan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Seiring kian menurunnya tren serta ditemukannya solusi mengatasi wabah ini, diyakini bakal memulihkan kembali kehidupan. Pada kondisi demikian, tentu menarik jika sejenak mengerdip ke ranah.

Sumatera Barat dengan 19
(sembilan belas) daerah kabupaten / kota, relatif memiliki tingkat kehidupan ekonomi dan relasi budaya yang merata. Antar satu daerah dengan daerah lainnya praktis tidak ada perbedaan mencolok.

Namun tunggu dulu. Ternyata ada daerah yang tertinggal, yakni Mentawai. Satu hamparan jejeran nusa yang luasnya tidak bisa diabaikan, potensinya luar biasa. Ya, di jarak seratusan mil dari ibukota provinsi, terdapat gugusan pulau yang luas totalnya lebih enam ribu km2, terluas di antara kabupaten / kota se-Sumatera Barat.

Kontras dengan predikat terluas, pada realitanya daerah berpenghuni tidak sampai seratus ribu jiwa ini justru menempati posisi ‘buncit’ dalam segala hal. Dengan predikat 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal), Mentawai sepertinya sulit bergerak untuk maju. Keadaan yang sudah berbilang tahun terjadi, seakan seperti lingkaran setan yang tak terselesaikan.

Namun demikian, lepas dari
segala faktor negatif atau keterbatasan yang dimilikinya, ada yang masih bisa dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat agar Mentawai bisa di-upgrade. Salah satunya mendorong inisiatif masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Bumi Sikerei ini.

Dengan semangat volunteer dan bakat alami meneroka, menarik untuk menjadikan daerah ini sebagai tujuan merantau. Dengan motif ekonomi sebagai salah satu faktor utama, seharusnya tidak menampik rang awak merantau ‘dakek’.

Upaya dan hasilnya mungkin bisa dibandingkan dengan merantau ke Wamena, Papua, misalnya, daerah yang banyak dijadikan target rantau orang Pesisir. Mirip dengan daerah Mentawai, yang banyak di datangi oleh orang Pesisir Selatan, selain orang Pariaman.

Sejauh ini yang cukup dominan menggerakkan ekonomi Mentawai, selain orang Mentawai sendiri adalah saudara kita dari Tapanuli, Nias dan Jawa. Meski dari segi kuantitas cukup banyak orang Minang di Mentawai, namun peran pengungkitnya belum terlalu terlihat.

Keadaan menarik sekiranya bisa dihimbau kepada para perantau untuk ikut menengok sabaliak dapua. Di ufuk pantai kita ada yang menanti ide kreatif dan semangat membangun.

Kembali kepada tradisi merantau dengan segala filosofi yang mendasarinya, maka mendorong para pemuda dan masyarakat Sumatera Barat bahu membahu membangun daerah Mentawai ini bisa dijadikan sebagai gerakan bersama yang menyejahterakan.

Mentawai bukanlah daerah ‘buangan’. Potensi kelautan, perikanan, pariwisata dan pertanian, rasanya tidak kalah dengan keberhasilan yang didapat ketimbang merantau ke daerah lain.

Dengan infrastruktur yang masih terbatas namun memiliki sumber daya melimpah, tentu penting untuk dijadikan agenda bersama bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Sumatera Barat.

Semangat berbagi demi kemajuan bersama bisa menjadi alas program. Dengan kekhasan budaya serta pola hidup yang berbeda dengan masyarakat Minang secara keseluruhan tidak menafikan friksi yang mungkin terjadi.

Filosofi merantau dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang sebagai pondasi kebersamaan bisa meminimalisir potensi gesekan di kalangan masyarakat.

Di kandang kambing mengembik, di kandang harimau mangaum. Sejauh ini menjadi adagium yang membuat relasi perantau Minang nyaman, saling menghargai dan tidak menimbulkan masalah di daerah tempatan. Tentu
diperlukan pula sikap terbuka menerima orang yang datang, tanpa memperlihatkan kecurigaan berlebih dari masyarakat.

Sikap inilah hendaknya yang menjadi pegangan bagaimana membangun Mentawai. Bagi pemerintah sendiri tentu diharapkan kesungguhannya mengangkat posisi Mentawai. Dengan sumber daya alam yang ada dan posisi prioritas daerah 3T seharusnya peluang besar memanfaatkan kebijakan pemerintah pusat ini untuk mendorong akselerasi pembangunan.

Sementara kesungguhan
pemerintah daerah Mentawai mempromosikan pembangunan tidak perlu diragukan lagi, termasuk dengan menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan mancanegara. Meski perlu diingatkan juga, dengan 1.400-an km garis pantai, prioritas pada sektor kelautan dan perikanan menjadi kata kunci.

Berikutnya, tentu jajaran pemerintahan provinsi yang diharapkan strategi dan sinergitas untuk bisa merajut seluruh potensi Sumatera Barat secara luas, membersamai upaya ini. Rasanya memungkinkan untuk mendorong perantau by design melintasi laut menuju barat. Termasuk tentunya memberi stimulus kepada masyarakat agar sumber daya manusia yang unggul mau berkarya dan nyaman berbuat untuk
kesejahteraan sanak sakampuang.

Dengan jalinan kerjasama dan pembagian peran ciamik ini diharapkan keterasingan dan ketertinggalan Mentawai menjadi cerita masa lalu yang tidak layak dikenang. Senyum wisatawan yang bertemu wajah ceria nelayan memanggul tuna hasil tangkapan, mirip benar dengan semangat membuncah ASN yang ditugaskan di sana.

Berebut orang untuk berkunjung. Setiap mendengar kata Mentawai maka yang teringat adalah permata biru tempat berselancar, mengabdi dan mencari rezeki serta menikmati samudera dengan kebahagiaan tak terkira. Semoga. *)

 

Penulis adalah Koordinator Forum Minang Mandiri (FMM) dan Pemerhati Dinamika Ranah-Rantau

ShareTweetSendShare
Previous Post

IP Dikukuhkan Jadi Guru Besar Luar Biasa, Nevi Zuairina: Terima Kasih UNP

Next Post

Kasus Jiwasraya dan Asabri, Nevi Zuairina: Benahi Tata Kelola BUMN!

BeritaTerkait

Literacy dan Literary
Opini

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat
Opini

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental
Opini

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
69
Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’
Opini

Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’

4 Maret 2026
24
The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Opini

The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar

1 Maret 2026
45
Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan
Opini

Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan

20 Februari 2026
20
Next Post
Kasus Jiwasraya dan Asabri, Nevi Zuairina: Benahi Tata Kelola BUMN!

Kasus Jiwasraya dan Asabri, Nevi Zuairina: Benahi Tata Kelola BUMN!

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,232)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,435)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,568)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (32,701)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,517)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (30,964)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,945)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (27,622)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (26,538)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (24,012)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
153
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
331
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
489
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
189
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
123

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In