Taslim: Harus Ada Upaya Bangkitkan Kembali Limau Kamang

AGAM, forumsumbar —Lahan yang subur sudah pasti berdampak pada hasil pertanian, tapi banyak yang belum berdampak pada kesejahteraan petani.

Sebagai contoh lahan di Bukit Tanah Laweh Pauh, Kenagarian Kamang Mudiak Kabupaten Agam, merupakan hamparan bukit yang cukup luas dengan tanahnya yang subur, setiap yang di tanam selalu tumbuh subur.

Apo sajo yang di tanam di siko selalu subur dan buahnyo gadang-gadang, umpamonyo kantang,” ucap Kelapa Dusun Sungai Dareh Kenagarian Kamang Mudiak.

Bukit Tanah Laweh itu kini tidak terkelola dengan baik, bahkan sudah menjadi hutan. Bukit penghasil Limau Kamang itu kini sudah menjadi lahan tidur tidak ada lagi Limau Kamang yang terkenal manis itu. Masyarakat Sungai Dareh ini lebih memilih sumber penghidupan lain.

“Sesungguhnya mereka sangat berkeinginan mengelola lahan itu kembali, itu terlihat dan saya rasakan dari antusiasnya mereka mengajak saya untuk mengunjungi Bukik Tanah Laweh tersebut,” ujar H Taslim Dt Tambogo, SSi, SH, Senin (29/6), melalui pesan WhatsApp-nya ke media.

LAHAN –Taslim Dt Tambogo bersama masyarakat Bukit Tanah Laweh Pauh, Kenagarian Kamang Mudiak Kabupaten Agam melihat lahan tidur yang terdapat di daerah tersebut. (Foto : TDTCenter)

Tapi beratnya medan dengan jalan kaki menuju lahan, apalagi saat membawa hasil panen yang sulit, dari pengamatan bakal calon Bupati Agam ini, menghilangkan semangat masyarakat untuk bertani.

“Harus ada upaya bersama, baik masyarakat maupun pemerintah, untuk mencari solusi, memberdayakan kembali lahan tidur, dan membangkitkan kembali Limau Kamang menjadi buah yang digemari masyarakat,” tukas Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini.

Dari perjalanan ke Bukik Tanah Laweh, serta diskusi dengan masyarakat. “Masalah transportasi menjadi bagian penting untuk menghemat biaya produksi pertanian, sehingga hasil pertanian berdampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,” imbuh Taslim, yang merupakan putra Sungai Angek Kenagarian Simarasok Kecamatan Baso Kabupaten Agam, yang berdekatan dengan Kenagarian Kamang Mudiak.

Kegiatan ini, diiringi juga dengan “makan balanjuang” bersama-sama masyarakat setempat dengan memakai daun pisang sebagai alasnya.

(Rel/TDTCenter)