PADANG, forumsumbar —Pertama kali dalam sejarah berdirinya Universitas Negeri Padang (UNP), pelantikan rektor dilakukan secara virtual, dan ini terjadi saat pelantikan periode kedua, Prof Ganefri, Ph.D sebagai Rektor UNP periode 2020-2024.
Prof Ganefri, satu-satunya Rektor dari 18 pejabat Kemendikbud RI yang dilantik bersamaan secara virtual oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Kamis (4/6), di Auditorium UNP.
Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Forkompinda Sumbar, termasuk Walikota Padang dan Solok yang ikut hadir pada acara yang dilakukan dengan mengikuti standar protokol Covid-19.

Kepada wartawan usai pelantikan, Ganefri mengakui belum semua yang direncanakan di periode pertamanya sebagai Rektor UNP (periode tahun 2016-2020) telah memenuhi target secara keseluruhan. Namun Ganefri bertekad melanjutkan program semuanya itu dalam periode keduanya dengan penekanan pada implementasi kampus merdeka dan merdeka belajar.
Ke depan, kata Ganefri, UNP akan mencoba memakai berbagai strategi dalam pengembangan kurikulum serta akan melakukan re-orientasi kurikulum. Terkait dengan kampus merdeka, ia mengatakan UNP saat ini sedang memacu diri untuk mengubah bentuk dan mentransformasi perguruan tingginya menjadi berbadan hukum dan saat ini tengah dalam proses.
“Karena dengan status badan hukum kita bisa dapatkan otonomi yang lebih luas, mulai dari pengelolaan akademik, pelayanan akademik, dan termasuk juga otonomi dalam pengelolaan keuangan serta melakukan kejasama dengan berbagai pihak,” ujar Ganefri.

Kalau sudah berbadan hukum sendiri nanti, menurut Ganefri, jika membuka dan menutup prodi tak perlu lagi izin dari Kementerian cukup dari wali amanah. Artinya, kalau prodi tersebut dibutuhkan oleh pasar dan yang jelas lulusannya akan terserap seusai kajian, tentu UNP akan membuka dan mempertahankannya.
Ganefri juga mengatakan, UNP ke depan akan fokus pada internasionalisasi dimana prodi-prodinya akan di akreditasi secara internasional. “Internasionalisasi visi kita ke depan tahun 2020-2024 ini, dan itu bisa kita lakukan dengan mengimplementasikannya dalam kampus merdeka,” ujarnya.
Dikatakannya, jadi apa yang sudah dicanangkan oleh kementerian adalah sebuah peluang. “Kampus merdeka itu adalah sebuah peluang untuk berinovasi sehingga ada kebebasan yang lebih luas. Kampus merdeka itu adalah peluang bagi perguruan tinggi untuk berinovasi, sehingga ada kebebasan otonomi akademik yang lebih luas, dengan ada kebebasan kita harapan akan melahirkan banyak inovasi,” tandasnya.
(Rel/ms/ald)























