JAKARTA, forumsumbar —Revolusi digital yang merambah dunia pendidikan sangat memungkinkan terjadinya pembaruan dan perampingan sumber daya manusia (SDM) bidang pendidikan, yang bila dikomparasikan dengan pemanfaatan teknologi digital, beberapa SDM bidang pendidikan yang konvensional akan kelihatan tidak efektif dan terjadi pemborosan biaya.
Demikian disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis saat mengisi kegiatan diskusi berbasis digital (virtual) dengan tema “Literasi Digital Dalam Pembelajaran”, Sabtu (2/5), di Jakarta.
“Suka tidak suka, perubahan tengah berlangsung. Fenomena guru mengajar sudah berubah pola dan model sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi. Dunia pendidikan akan terus tertinggal bila pemangku kebijakan dan pelaku pendidikan tidak segera mengeksekusi model-model pembelajaran yang lebih cocok dengan perubahan jaman,” ucap Yuliandre.
Yuliandre yang berlatar belakang akademisi dan juga pernah diberikan amanah sebagai Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi (ISKI) Pusat periode 2013-2016 menilai, sudah saatnya pembelajaran di kelas menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman, sehingga pembelajaran di kelas bisa mengarahkan dan membekali siswa dengan berbagai keterampilan.
“Keterampilan yang pastinya dibutuhkan dan akan digunakan untuk menghadapi dan menjawab segala persoalan kehidupan yang terus mengalami perkembangan ini,” kata Yuliandre.
Sebagian besar adalah generasi baru yang menghadapi pergeseran kebiasaan lama ke tradisi baru yang tidak mudah menduga arahnya.
Perkembangan dunia digital begitu dinamis yang lambat laun bukan sekadar mempengaruhi tapi mengubah gaya hidup masyarakat tanpa dapat dihindari oleh siapa pun. Bedasarkan data yang di ambil dari sumber We Are Social tahun 2020 mengemukakan penggunaan internet juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Meskipun penetrasi penonton televisi masih yang tertinggi, pengguna internet tetap menjadi yang terlama dibandingkan media manapun.
“Aplikasi yang dikenal WhatsApp juga mengumumkan pada Februari 2020, penggunanya bertambah pesat sehingga pada saat itu, pengguna aplikasi tersebut mencapai 2 juta pengguna di seluruh dunia,” katanya.
Menelisik ke arah media konvensional, Andre sapaan akrabnya mengatakan, pada fase di tengah pandemi Covid-19 ini, media berbasis konvensional dan digital harus bersatu untuk menenangkan masyarakat dengan informasi berita yang bersifat mendidik.
“Salah satu contohnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui TVRI meluncurkan program “Belajar dari Rumah” sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Covid-19,” tutur Andre.
Saat ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah meminta konfirmasi dari 16 stasiun televisi induk jaringan tentang program siaran berkualitas yang masih ditayangkan. Program siaran yang dikonfirmasikan ke stasiun televisi tersebut berasal dari database program siaran berkualitas berdasarkan Riset Indeks Kualitas Siaran Televisi dan nominasi dari tiga ajang penganugerahan yang diselenggarakan KPI sepanjang tahun 2019.
“Program siaran berkualitas ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memilih program siaran yang akan ditonton. Selain itu, publikasi program siaran berkualitas ini merupakan bagian dari kampanye bicara siaran baik dan gerakan literasi sejuta pemirsa,” pungkas Andre.
Pada kesempatan yang sama Koordinator Pengetahuan Kampus Guru Cikal, Rizqy Rahmat Hani mengatakan seseorang dengan kemampuan literasi digital yang baik dapat mengakses, memahami konten, menginformasikan, membuat bahkan memperbarui media digital. Jika seseorang memiliki kemampuan ini, media digital dapat dimanfaatkan secara produktif, bukan untuk tindakan destruktif bahkan konsumtif.
“Proses pembelajaran yang terintegrasi dengan media digital harus melibatkan nilai-nilai universal yang harus ditaati setiap pengguna seperti menjaga privasi, berekspresi, keberagaman budaya, hak intelektual,” ucap Rizqy
Lebih lanjut, Rizqy mengatakan menyusun informasi-informasi yang di dapat dari media digital serta menyaring informasi yang datang dan meyimpulkan sesuatu berdasarkan apa yang disampaikan oleh media digital secara bijak.
Selain itu tak hanya mencari informasi dari satu sumber, dan yang terakhir adalah literasi informasi dan literasi media.
(Syahrul)























