PADANG, forumsumbar —Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu ortom memperingati miladnya yang ke-88 di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang sedang melanda Tanah Air.
Tapi hal itu tidak mengurangi semangat para pihak untuk menyampaikan selamat milad kepada Pemuda Muhammadiyah, yang jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Hendra J Kede, Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat menyampaikan selamat milad, dengan delapan puluh delapan tahun Pemuda Muhammadiyah berkiprah ikhlas mengasah kecerdasan dan kepedulian sosial anak bangsa. Pengabdian yang tak akan pernah mampu dibayar negeri ini sampai kapanpun.
“Selamat milad Pemuda Muhammadiyah ke 88, janganlah pernah berhenti berikhtiar ikhlas untuk ummat dan bangsa,” ucapnya, Sabtu (2/5) melalui laman fesbuknya.
Kemudian dari Roni Hidayat Koto menyampaikan, meski pandemi Covid-19 sedang melanda kehidupan sosial masyarakat dunia, yang mengakibatkan pertemuan yang melibatkan orang banyak ditiadakan buat sementara waktu, dengan tujuan agar penyebaran Covid-19 ini bisa diatasi.
“Semoga kita semua disiplin untuk menjaga diri untuk terhindar dari virus membahayakan ini,” ujar Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar di masa ketuanya Muhayatul, yang sekarang menjadi Anggota DPRD Sumbar.
Di Sumbar, kader Pemuda Muhammadiyah telah mewarnai pembangunan kepemudaan, baik secara sosial, ekonomi maupun politik. Di antara ketuanya pernah duduk di legislatif sebagai Anggota DPRD Sumbar, yakni Marhadi Effendi, Taslim Dt Tambogo, dan saat ini Muhayatul. Sementara Murisal, berkarir sebagai dosen.
Saat ini PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar dipimpin oleh Deri Rizal, seorang aktivis kepemudaan yang duduk KNPI dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumbar.
Sejarah
Melihat sejarahnya,
awal berdiri Pemuda Muhammadiyah secara kronologis dapat dikaitkan dengan keberadaan Siswo Proyo Priyo (SPP), suatu gerakan yang sejak awal diharapkan KH. Ahmad Dahlan dapat melakukan kegiatan pembinaan terhadap remaja/pemuda Islam.
Dalam perkembangannya SPP mengalami kemajuan yang pesat, hingga pada Kongres Muhammadiyah ke-21 di Makasar pada tahun 1932 diputuskan berdirinya Muhammadiyah Bagian Pemuda, yang merupakan bagian dari organisasi dalam Muhammadiyah yang secara khusus mengasuh dan mendidik para pemuda keluarga Muhammadiyah.
Keputusan Muhammadiyah tersebut mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pemuda keluarga Muhammadiyah, sehingga dalam waktu relatif singkat Muhammadiyah Bagian Pemuda telah terbentuk di hampir semua ranting dan cabang Muhammadiyah.
Dengan demikian pembinaan Pemuda Muhammadiyah menjadi tanggung jawab pimpinan Muhammadiyah di masing-masing level. Misalnya, di tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggung jawab mengasuh, mendidik dan membimbing Pemuda Muhammadiyah diserahkan kepada Majelis Pemuda, yaitu lembaga yang menjadi kepanjangan tangan dan pembantu Pimpinan Pusat yang memimpin gerakan pemuda.
Selanjutnya dengan persetujuan Majelis Tanwir, Muhammadiyah Bagian Pemuda dijadikan suatu ortom yang mempunyai kewenangan mengurusi rumah tangga organisasinya sendiri. Akhirnya pada 26 Dzulhijjah 1350 H bertepatan dengan 2 Mei 1932 secara resmi Pemuda Muhammadiyah berdiri sebagai ortom.
(Tim/Wikipedia)























