PADANG, forumsumbar —Semakin merebaknya virus corona (Covid-19) di Indonesia, mendapatkan perhatian dari Pengamat Politik Sumbar Yosmeri Yusuf. Ia mengusulkan agar agenda nasional Pilkada Serentak 2020 yang akan dilaksanakan 23 September 2020 yang akan datang itu, tahapannya di-review (kaji ulang), agar wabah virus Covid-19 itu tidak semakin parah.
Disampaikan Yosmeri, Minggu (15/3) kepada media, bahwa Presiden Jokowi telah tetapkan wabah Covid-19 sebagai “bencana nasional non alam”, dan juga mengingatkan pengumpulan orang banyak saat ini supaya dihindari. Diminta supaya bekerja, belajar dan beribadah cukup di rumah saja, sampai semuanya dirasa aman.
Sementara di sisi lain, lanjut mantan Anggota DPRD Sumbar itu, tahapan Pilkada Serentak 2020 prosesnya sedang berjalan, dimana saat ini sedang berlangsung rekrutmen PPK, dan PPS. “Tentu nantinya akan menggelar bimtek dan pelatihan, yang mengumpulkan orang, termasuk sosialisasi pilkada yang libatkan banyak orang,” terangnya.
Disarankan Yosmeri, mestinya KPU, Bawaslu dan Kemendagri melihat kondisi semakin parahnya wabah Covid-19 ini. “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau di pertemuan KPU dan Bawaslu ada terindikasi itu, justru akan besar lagi daya ganggu terhadap pilkada itu sendiri, maka harus dan patut diputuskan review tahapan Pilkada Serentak 2020 (ini),” ujar Yosmeri.
Review tahapan pilkada ini, sebut Yosmeri, merupakan keputusan yang elegan untuk selamatkan masyarakat. “Saya berharap ini direspon cepat pihak berkepentingan, tak hanya KPU dan Bawaslu, para calon yang akan maju pilkada juga harus menghentikan pengumpulan orang dalam jumlah banyak,” pungkasnya.
(Rel/Iko)























