PASAMAN, forumsumbar —Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya SE menyatakan, pihaknya optimistis penyelanggaraan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Pasaman akan berjalan aman, damai dan sukses. Kendati demikian, menurut AKBP Hendri, pihaknya akan berupaya keras agar jangan sampai terjadi apa yang disebut dengan ‘api dalam sekam’.
”Karena tingkat kesadaran berpolitik dan berdemokrasi masyarakat di Kabupaten Pasaman makin membaik, seiring dengan kian meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat, kita optimistis penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di daerah ini akan berjalan sebagaimana diharapkan,” kata Hendri di Lubuk Sikaping, Kamis (27/2).
Tambahan lagi, menurut AKBP Hendri, dari hasil pemetaan menunjukkan bahwa di Pasaman hanya termasuk ke dalam kategori rawan jauh. Apa yang disebut dengan rawan konflik atau kawasan yang rawan terjadinya sengketa dalam konteks penyelenggaraan pilkada, mudah-mudahan tidak ada,” tandasnya, sembari menekankan tetap melakukan penggalangan dan pendeteksian oleh jajaran intel untuk selalu melakukan pemantauan agar tidak terjadi konflik.
Untuk menyukseskan pesta demokrasi yang dihelat sekali lima tahunan itu, menurut AKBP Hendri, di Pasaman akan segera digelar Deklarasi Pemilu Damai dengan melibatkan seluruh komponen di tengah masyarakat, baik alim
ulama, tokoh adat, pemuda-pemudi, ormas, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan lainnya.
”Penyelenggaraan Deklarasi Pemilu Damai ini akan dilakukan berbarengan dengan kegiatan olahraga forkopimda, stakeholder, dan lainnya. Pokoknya kita akan deklarasikan pemilu Aman, Damai dan Saiyo dan Badunsanak di Pasaman,” kata AKBP Hendri.
Aman, menurut AKBP Hendri, bagaimana semua komponen yang ada menjaga pemilu yang kondusif, mulai dari tingkat RT sampai ke level kabupaten. ”Semua pihak yang terlibat deklarasi itu diajak untuk sepakat mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Pasaman,” ungkapnya.
Saiyo, menurut Kapolres, merujuk komposisi penduduk Pasaman yang hetegoren. ”Intinya, bagaimana struktur penduduk yang majemuk itu tetap satu visi dalam menghadapi pilkada. ”Kendati berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi semua pihak tetap satu kata untuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila,” tandasnya.
Sementara Badunsanak, menurut AKBP Hendri, penjabarannya adalah semua unsur di Pasaman pada dasarnya adalah bersaudara. ”Kalau ada ketersinggungan akan segera dicarikan jalan pemecahannya sehingga tidak menjadi berlarut-larut. Kita tidak ingin terjadi seperti apa yang disebut dengan ‘api dalam sekam’. Sebuah persoalan yang terjadi jangan sampai dibiarkan menjadi bom waktu,” ungkap AKBP Hendri.
AKBP Hendri juga menjelaskan, untuk kepentingan pengamananan, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 300 lebih personil polisi, baik dari lingkungan Mapolres Pasaman maupun dari polsek-polsek yang ada di wilayah hukum Mapolres Pasaman. (syf)























