
PAYAKUMBUH, forumsumbar –— Pusat Riset Kearifan Lokal Universitas Negeri Padang (PRKL UNP) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh menggelar diskusi buku Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal, bertempat di Aula Kantor PKK Kota Payakumbuh, Senin (19/10/2026).
Kegiatan dengan tema; Mewujudkan Keluarga Sehat, Mandiri Pangan, dan Lestari dengan Kearifan Lokal, menjadi ruang edukasi dan dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal, pengetahuan tradisional, serta pengelolaan sumber daya pangan secara berkelanjutan.
Buku Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal yang merupakan karya Dr Wirdanengsih, SSos, MSi, menjadi salah satu bahan utama dalam diskusi ini. Wirdanengsih juga merupakan Direktur PRKL UNP.
Disampaikan Wirdanengsih, buku ini mengangkat pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan upaya membangun kemandirian pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Dalam konteks masyarakat Minangkabau, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat melalui pemanfaatan sawah, kebun, tanaman pekarangan, kolam ikan, serta sumber daya pangan lain yang tersedia di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi, katanya, memiliki peran penting dalam pemilihan bahan pangan, pengolahan makanan, pengelolaan persediaan, dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Adapun yang narasumber di seminar ini langsung Dr Wirdanengsih, SSos, MSi (Direktur PRKL UNP dan Ny Yeni Elzadaswarman, SPd (Ketua GOW Kota Payakumbuh).
Keduanya memberikan perspektif mengenai penguatan ketahanan pangan keluarga, baik dari sisi kearifan lokal maupun peran keluarga dan masyarakat dalam membangun pola hidup sehat dan mandiri.

Berkembang dalam seninar bahwa ketahanan pangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga menyangkut akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, keluarga perlu didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan, mengembangkan tanaman pangan, mengolah bahan pangan lokal, serta membangun kebiasaan menyimpan dan mengelola persediaan pangan secara bijaksana.
Disanpaikan Wirdanengsih, dalam perspektif kearifan lokal Minangkabau, semangat gotong royong, pemanfaatan sumber daya alam, serta nilai kebersamaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat merupakan modal sosial yang dapat mendukung terwujudnya kemandirian pangan.
“Nilai-nilai tersebut relevan untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan ekonomi, perubahan lingkungan, dan kebutuhan pangan keluarga pada masa mendatang,” ujar dosen FIS UNP ini.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, PRKL UNP berharap hasil riset dan publikasi akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Diskusi buku juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat dalam mengelola sumber daya pangan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama unsur organisasi perempuan dan mitra terkait seperti KP. MDI, DW kemenag, Aisyiah, ALPIND, SALIMAH, Wanita Islam, wanita Bhayangkari, Bundo Kandung, persatuan Istri anggota Dewan dan lain lainnya .
“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan pemberdayaan keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal dan penguatan peran perempuan dalam pengelolaan pangan rumah tangga,” terang Wirdanengsih.
Melalui diskusi buku ini, kearifan lokal diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dipertahankan, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan praktik nyata dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri pangan, sejahtera, dan berkelanjutan.
(WN)






















