
TANAH DATAR, forumsumbar — Kisah nyata dari Tanah Datar akan diangkat ke layar lebar melalui film “Dompet Ayah Sepatu Ibu” yang diproduksi Starvision. Selain menjadi karya perfilman nasional, film ini dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, kuliner dan pariwisata Tanah Datar sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra saat menerima audiensi Starvision bersama kru film “Dompet Ayah Sepatu Ibu” di Gedung Indojolito, Selasa malam (6/10/2026).
Eka Putra menyambut baik rencana tersebut dan mengapresiasi kehadiran Starvision beserta tim produksi. Menurutnya, industri perfilman dapat menjadi sarana strategis untuk membawa cerita dan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Bagi kami pribadi, film bukan sekadar tontonan, tapi film merupakan media promosi. Promosi pendidikan, pengembangan ekonomi kreatif, dan tentunya menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Tanah Datar dan juga pariwisatanya kepada seluruh pelosok Nusantara atau bahkan dunia,” ujar Eka Putra.
Ia mengatakan, Tanah Datar memiliki kekayaan alam, budaya dan sejarah yang menjadi modal penting untuk diangkat melalui film. Karena itu, Pemkab Tanah Datar siap mendukung proses produksi sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Eka juga meminta perangkat daerah terkait memberikan dukungan selama proses produksi, termasuk membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat sesuai kemampuan dan bidang masing masing.
“Kalau ada masyarakat lokal ini dilibatkan, tentu terlebih bagus lagi. Anak anak muda Tanah Datar kita harapkan bisa memperoleh kesempatan untuk menjadi tenaga pendukung, kru lokal, tentunya sesuai dengan bidang dan kapasitasnya,” katanya.
Selain tenaga lokal, Bupati mendorong keterlibatan pelaku UMKM dan sektor usaha masyarakat, seperti penyedia konsumsi, penginapan atau homestay, pengrajin, serta penyedia berbagai kebutuhan pendukung produksi.
“Intinya yang pasti ini dapat berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat kami di Kabupaten Tanah Datar,” tutur Eka.
Dukungan terhadap keterlibatan ekonomi masyarakat tersebut juga disampaikan Line Producer film “Dompet Ayah Sepatu Ibu”, Rini Atmodjo. Menurutnya, kedatangan sekitar 190 orang yang tergabung dalam tim produksi dapat menjadi peluang bagi UMKM dan produk lokal untuk ikut bergerak.
“Film adalah bagian dari perekonomian kreatif. Bismillah, ketika kami mendatangkan 190 orang, UMKM di sini bisa beriringan juga berjalan sama kita, produk produk lokal yang ada di sini bisa kita naikkan juga, dan bisa membawa berkah bagi rakyat sekitarnya,” ujar Rini.
Rini menambahkan kalau akan dilaksanakan casting di Benteng Van Der Capellen, guna menggali potensi lokal, casting bagi talenta daerah, seperti figuran, penari, hingga pemain musik. Resmi dibuka besok melalui kerja sama dengan Disparpora untuk melibatkan langsung masyarakat Tanah Datar.

Sementara itu, Manager Lokasi Rahadian menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Ia mengatakan, pihaknya ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai kekayaan Tanah Datar melalui film, mulai dari budaya, kuliner hingga tradisi.
“Kita datang ke sini harapannya juga bisa bergandengan tangan dengan pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk memperkenalkan Kabupaten Tanah Datar beserta isinya, baik budayanya, baik kulinernya, tradisi dan lain sebagainya melalui media film,” katanya.
Menurut Rahadian, jangkauan film yang luas dapat menjadi peluang promosi sekaligus mendorong perkembangan industri kreatif di daerah. Ia juga berharap pengalaman produksi ini dapat membuka peluang bagi Tanah Datar menjadi lokasi produksi film film berikutnya.
Sutradara “Dompet Ayah Sepatu Ibu”, Naya Anindita, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Ia berharap karya tersebut tidak hanya menghasilkan film, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi produksi.
“Harapannya kita tidak hanya melahirkan sebuah karya, tapi kita juga bisa memberi berkah buat orang-orang di sekitar kita,” ujar Naya.
Naya juga berharap film tersebut dapat mendorong masyarakat mengenal lebih banyak destinasi di Tanah Datar serta memperkenalkan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas. Film ini juga diharapkan dapat menghadirkan tokoh dan cerita yang menginspirasi generasi muda.
Film “Dompet Ayah Sepatu Ibu” direncanakan mulai diproduksi pada November 2026. Sejumlah lokasi di Tanah Datar telah direncanakan menjadi bagian dari pengambilan gambar, di antaranya perkampungan Nagari Rao rao, kawasan persawahan dan rumah kayu berarsitektur Belanda di Kumango, serta Pasar Batusangkar dan Terminal Jati.
Lokasi lainnya meliputi Batu Taba untuk adegan sekolah dasar, Benteng Van der Capellen sebagai set eksterior percetakan harian Semangat. Sementara itu, Nagari Sumpur direncanakan menjadi lokasi adegan perjalanan di sepanjang jalan tepi danau serta adegan bencana longsong di kawasan bekas bencana banjir bandang 2025 kemarin.
Bagi Pemkab Tanah Datar, kolaborasi dengan Starvision menjadi kesempatan untuk membawa cerita lokal ke ruang yang lebih luas sekaligus membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan manfaat dari proses produksi.
(R/Kominfo)






















